
halo readers 😊
happy reading 🤗🤗
***************************************
hah..... Louis bersandar di punggung kursi empuknya setelah melakukan teleconference, ia memijit diantara kedua alisnya merasa tenaganya terkuras habis dengan pekerjaan yang tidak pernah berkurang meski ia sudah bekerja seperti orang gila, bahkan Louis tidak sempat menelpon fia seperti yang ia janjikan,
Louis meraih ponsel yang ia letakkan di atas meja kerjanya dan membuka pesan dari fia, pesan yang ia kirim 2 jam sebelum Louis memulai teleconference nya, ia menggulir pesan panjang fia dan menarik bibirnya ke belakang, sungguh pesan dari fia adalah obat paling ampuh untuk penat nya,
setelah 2 Minggu sejak pertemuan mereka Louis hanya bisa mengirim nya pesan teks sekedar menanyakan kabar tapi fia biasa nya membalas pesan Louis seperti sedang menulis novel, ia akan menceritakan semua kegiatannya hari itu tanpa ada yang terlewat, termasuk Ryan di dalam nya, ia juga mengatakan kalau ibunya sangat ingin bertemu, ada sedikit rasa bersalah dalam diri Louis, tujuan utama nya kembali ke Indonesia adalah demi fia tapi ketika fia sudah ada di ujung matanya ia malah terjebak dengan kesibukannya, Louis baru saja akan menelpon fia sebelum pintu kantor nya diketuk
knock knock
" masuk "
Louis kembali meletakkan ponselnya kecewa.
Sony masuk dengan membawa map coklat di tangannya dan di berikan pada Louis,
" ini informasi yang bapak minta "
kata Sony
" terima kasih mas Sony "
Louis mengambil map coklat itu dari tangan Sony, lalu mengeluarkan kertas putih dari dalam map dan menaruh map nya kembali ke meja.
ketegangan melingkupi tubuh Louis saat pertama kali membacanya, Louis menggenggam keras kertas itu seolah kertas nya akan tergelincir, begitu keras genggaman Louis sampai kertas nya mengeluarkan bunyi, sudut mulutnya mengencang, ia membacanya lagi kata per kata seperti ia tidak percaya, setelah ia membacanya wajahnya semakin menjadi masam, mata coklat nya yang indah mengeras dan bergetar. ia begitu terkejut hingga laporan itu terselip diantara jari-jarinya dan jatuh mendarat di meja.
pandangannya kosong selama beberapa detik, mencoba mencerna informasi yang baru saja ia dapatkan. Louis memejamkan mata dan mengurut dahinya, lalu bersandar di kursi dan memandang langit-langit kantor nya. dengan nada suara sedingin es ia berkata pada Sony.
" apa kau yakin ini benar? "
" positif pak, saya pribadi sudah mengeceknya sendiri "
sialan....
Louis menghela napas berat, ia mengatur duduk nya dan mengambil ponselnya, melanjutkan apa yang tadi hendak ia lakukan sebelum Sony datang. ia mengirim pesan teks ke fia
Kakak akan mampir untuk makan malam hari ini
ternyata benar Louis pernah melihat Ryan, kecurigaan nya terbukti dari laporan yang Sony berikan padanya, kini setelah ia tahu kebenaran lalu bagaimana caranya memberitahu fia tanpa harus menyakiti nya? apapun cara yang ia ambil akan tetap membuat fia terluka, setidaknya ia bisa berusaha mencari cara yang dampak sakitnya paling sedikit, kalau itu memang ada...
" kosongkan jadwal ku hari ini, ada yang harus kulakukan "
" hari ini anda ada rapat penting mengenai peluncuran produk baru pak"
Sony mengingatkan dengan nada datar,
" atur ulang " jawab louis tak kalah datar,
Sony melihat kegelisahan merasuki Louis, ia mengenal louis sejak masih kuliah di Landon, mereka adalah teman baik meski Sony adalah senior nya, Sony tahu sedikit banyak tentang hidupnya dan ia sudah mengenal fia melalui cerita dari Louis, Sony tidak pernah melihat Louis segundah ini kecuali ada fia dibalik nya.
" apa kau baik-baik saja? apa ini karena laporan itu? "
Sony bertanya bukan sebagai sekretaris pribadinya tapi sebagai seorang yang mencemaskan sahabatnya
Louis membuka matanya malas
" ya, ini karena laporan itu dan tidak, aku tidak baik-baik saja "
.
.
.
.
.
.
.
maaf🙏🙏🙏 ternyata ada yang missing di episode yang saya up sebelumnya, tapi sekarang sudah diperbaiki.
😊😊😊