Hey Sofia

Hey Sofia
Re-Charge



halo readers 😊


happy reading πŸ€—


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


SOFIA POINT OF VIEW


Pada saat fia memasuki rumah suasananya sepi, fia melihat lampu kamar ibunya sudah padam, fia masuk ke kamar dan mulai mencari ponselnya


ketemu


entah bagaimana ponsel nya bisa ada di bawah bantal dan dalam keadaan mati


ah sial...


fia memasangkannya dengan charger selama itu fia mengganti bajunya dengan piyama dan mencuci wajahnya, kembali ke ponsel fia menekan tombol start dan ponselnya menyala, beberapa detik kemudian ada bunyi notif masuk, semuanya pesan dari Ryan.


17:10 "yank, kamu masih sama Louis? aku mau ketemu"


17:40 "yank, kita ketemu di pantai ya, aku mau lihat sunset sama kamu"


18:18 "yank, ke pantai ya aku tunggu sampai kamu Dateng"


22:45 "yank, kamu udah tidur ya?"


tangan fia gemetar setelah membaca pesan Ryan. dia telah menunggunya selama 5 jam. tanpa berpikir lagi fia langsung berlari ke rumah Ryan tak peduli itu sudah larut malam.


RYAN POINT OF VIEW


Ryan duduk dengan gelisah di ruang tunggu rumah sakit, sudah lama ia tak datang ke sini, dulu ini seperti rumah keduanya saat mimpi buruk datang padanya setiap malam, jika ia mengingat masa-masa itu adalah saat terkelamnya, ia tersiksa untuk sesuatu yang tidak bisa ia ingat alasannya, ditambah kesedihannya kehilangan mama tanpa bisa berpamitan untuk yang terakhir kalinya, Dunia Ryan hancur tak berbentuk, ia tidak menemukan alasan kenapa ia harus bertahan hidup kecuali sang papa, Ryan berpikir kalau ia pergi berarti papa nya benar-benar sendirian, dan ia juga tidak tega melihat kekhawatiran di mata sang papa. maka demi papanya Ryan bangkit, mencoba melupakan semuanya dan pindah keluar kota, meninggalkan kenangan buruk dibelakang dan Ryan tidak berencana membawanya, sekarang entah bagaimana mimpi itu kembali lagi.


semakin lama Ryan menunggu, semakin ia gelisah sampai akhirnya namanya dipanggil.


***


Ryan merasa sesak dan mati rasa setelah dari rumah sakit, ia sangat membutuhkan fia di samping nya (ia mengirim pesan)


Ryan terduduk lemas di pasir, menghirup udara pantai sedikit menyegarkan pikirannya (lalu ia mengirim pesan)


langit sudah gelap saat ia sadar fia tak akan datang, ia berjalan kembali pulang dan berhenti ketika melihat fia di punggung Louis. Ryan tak bisa marah tak bisa juga sedih, tenaganya benar-benar sudah terkuras habis.



Ryan bersandar di laci kamarnya, ia mengeluarkan MP3 dan memasang earphone, mendengarkan lagu untuk menenangkan pikirannya, saat itu juga pintu kamarnya dibuka oleh seorang gadis cantik yang sedang menangis dan berlari ke arah nya, Ryan terkejut dan sontak berdiri


"yank, kenapa dateng- dateng nangis? kamu sakit?"


Ryan melepas earphone nya dan memeriksa fia dari atas ke bawah. ia terisak lalu berkata


"maaf, ponsel aku mati trus aku lupa di taruh dimana makanya aku ga lihat pesan kamu"


Ryan menghela napas lega


"bikin kaget aja kamu lari-lari ke rumah aku malem-malem gini cuma buat minta maaf"


Ryan menghapus air matanya dengan kedua tangan lalu merengkuh wajahnya gemas.


"udah jangan nangis, aku ga marah"


"tapi kamu udah nunggu 5 jam, beneran ga marah?"


Ryan lebih senang karena fia datang, ia memang sangat ingin menemuinya, fia si penawar sakitnya, satu-satunya obat yang ia butuhkan.


Ryan mengecup kening fia dengan tangan masih di pipinya


"aku ga punya waktu untuk marah, waktuku habis untuk mencintai kamu"


lalu kembali mencium keningnya


"apapun yang kamu lakukan, aku ga akan bisa marah sama kamu"


fia tersenyum lega dan bahagia punya Ryan disisi nya. kebaikan apa yang fia lakukan di masa lalu hingga mendapatkan hadiah seperti Ryan?


"tadi aku ke dokter" lanjut Ryan


"kamu sakit?, kenapa ga bilang kan aku bisa temenin kamu"


"ga pa-pa cuma konsultasi aja"


"mm.."


fia kini bersandar di laci bersama Ryan


"apa kata dokter?"


Ryan mengambil tangan kiri fia dan ia mengelusnya dengan kasih sayang


"kata dokter, mungkin ada pemicunya sampai aku bisa mimpi lagi"


"pemicunya apa? " bahu Ryan terangkat


"semacam trauma gitu?"


" kamu trauma apa?"


"ga tau, padahal aku lagi bahagia-bahagianya sama kamu"


Ryan tersenyum dan mencium punggung tangan yang sedari tadi ia genggam, fia membalas senyuman Ryan..


"kamu lagi denger lagu apa tadi?"


"mau denger juga?"


fia mengangguk, Ryan memasangkan satu earphone di telinga kiri fia dan satu lagi di telinga kanannya dan menekan tombol play


i might need you to hold me tonight


i might need you to say its alright


i might need you to make the first stand...


cause tonight i'm finding its hard to be your man


Ryan memandang fia dan untuk kesekian kalinya ia terpesona,


apa yang ada di dirimu hingga membuatku mencintai seperti orang gila begini?


"yank..."


"Hem..."


"mau re-charge "


fia tersenyum dan merentangkan kedua tangan nya lebar-lebar


"sini"


Akhirnya Ryan mendapatkan pelukan yang ia inginkan sejak siang tadi dan ia bahagia karena itu.


"makasih ya...." bisik Ryan


setelah beberapa menit berlalu Ryan masih tak rela melepaskan pelukannya


"udah belum?" tanya fia


"sebentar lagi...."


2 menit kemudian Ryan melepas pelukan fia


"udah penuh" teriak Ryan bersemangat, energinya kini sudah diperbarui.


.


.


.


.


.


.


song by savage Garden πŸ€—