Hey Sofia

Hey Sofia
Kak 'L'



halo readers 😊


happy reading 🤗


_____________________________________


"Sofia.... Sofia!!"


Duk


kepala fia membentur meja didepannya.


"AW...." jerit kesakitan fia terdengar ke seluruh kelas, fia mengelus keningnya yang sakit sambil menahan malu karena ditertawakan seisi kelas termasuk Ryan, ia langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangan untuk menahan tawa karena fia menatap nya tajam,


"kamu tidur lagi?" tanya pak Arif


lagi, katanya. fia memang terkenal dengan julukan tukang tidur entah itu saat jam pelajaran atau saat istirahat.


"maaf pak"


cuma itu yang bisa fia katakan sambil terus mengusap kening nya, rupanya fia terbentur cukup keras, ada semburat warna biru kehijauan di kening fia.


"ya udah, kamu ke toilet sana cuci muka biar seger"


"iya pak"


fia berdiri dan berjalan menuju pintu tapi Ryan menarik rok belakang fia untuk menggodanya dan dibalas dengan tatapan marah yang justru dianggap lucu oleh Ryan.


fia mengatakan "permisi pak" saat akan melewati Pak Arif. Guru muda itu membalas dengan anggukan dan berkata


"Duh, emangnya pelajaran bapak ngebosenin banget ya sampai kamu tidur gitu?"


"ga kok pak, emang saya nya aja yang tukang tidur" sambil memamerkan senyum nya yang paling manis,


"tsk.. kamu nih! untung kamu pinter kalau ga udah saya pecat jadi murid"


"ih bapak tega banget sama fia"


"udah kamu sana, habis cuci muka langsung ke UKS jangan balik lagi ke sini"


"kok gitu pak?" tanya fia.


"urusin itu kening kamu yang memar"


tiba-tiba fia merasa kan sakit yang berdenyut ketika diingatkan soal memar dikening nya, setelah mencuci muka fia ke ruang UKS dan meminta obat untuk kening nya, entah kenapa melihat tempat tidur dengan sprei putih dan bersih membuat fia ingin berbaring, ya hanya berbaring saja, atau itu rencananya sebelum fia akhirnya tertidur, begitu bangun ternyata sudah jam istirahat, fia menuju kantin dan melihat gema melambaikan tangan padanya, fia bergabung dengan teman-temannya yang sedang makan, mereka semua makan bakso kecuali Putri yang hanya makan salad buah, dia selalu dalam mode diet. fia memandangi salad buah yang menggiurkan itu, putri menyadari nya dan menawarkan kepada fia


" mau?"


"aaa...." fia membuka mulut nya minta di suapi.


nyam...nyam...nyam...


"Ryan mana?" tanya fia


"disini sayang" ryan datang dari belakang fia dengan jus semangka ditangannya, menggeser paksa ayu untuk duduk disebelah fia, Ayu yang pasrah terpaksa geser sambil mencibir pelan "bucin"


Ryan membalas dengan santai "sirik"


Ryan kembali fokus ke fia, melihat kening nya dan entah kenapa merasa kesal dengan meja fia yang membuat keningnya berwarna ungu


"masih sakit ya?" tanya Ryan penuh perhatian


"sedikit"


"aku tiup ya biar cepet sembuh"


bibir Ryan membentuk kuncup hendak meniup Kening fia seolah itu lilin, fia refleks menarik kepalanya menjauhi Ryan


" woy woy woy kantin nih, di kira kita dongkal apa ya!" protes Rani, akhirnya Ryan pun berhenti


"dongkal apaan ran?" tanya gema


"hush anak kecil Jangan ikut-ikutan"


"idih orang nanya serius"


fia mengambil jus semangka Ryan, membalik sedotan sebelum meminumnya, ternyata tindakannya membuat Ryan merajuk.


"kenapa dibalik sedotannya kita kan udah sering ci... "


"aaarrghh...!!" fia berteriak dan membungkam Ryan dengan kedua tangannya sebelum Ryan sempat menyelesaikan kalimatnya.


"malu kalau kedengaran orang " bisik fia pelan, Ryan menurunkan tangan fia agar ia bisa bebas bicara


" kamu tuh kalau di depan orang jaim tapi kalau sama aku manja banget "


masih bicara dengan mode berbisik.


" biarin, dari pada manja sama orang tapi jaim sama kamu, mau? "


Gema yang mengawasi mereka akhirnya tak tahan untuk berkomentar


" jomblo harap bersabar ".


Dan putri yang sedari tadi santai dengan salad nya kembali memergoki fia memandangi salad nya


" Yan, mending beliin fia salad buah deh"


putri menolak keras untuk membagi lagi salad nya,


" pelit " kata fia


" kamu mau salad? aku beliin ya " fia mengangguk semangat.


***


sepulang sekolah Ryan mengajak fia ke mall, Ryan ingin membeli ponsel baru untuk menggantikan ponsel nya yang hancur waktu itu, masih memakai seragam sekolah mereka memasuki counter hp merk terkenal 'Apel' ,


Ryan mengajak fia ke pondok pizza untuk makan, Ryan suka lihat fia makan, nafsu makannya sekarang jauh lebih baik, ia akan melahap apapun yang ada di hadapannya, pipi nya sekarang lebih chubby dan tubuh nya lebih berisi, berbeda sekali dengan fia yang dulu sangat kurus, Ryan bangga sudah memberinya makan dengan baik, ya memang hanya makanan yang mau fia terima dari Ryan, setiap Ryan mau membelikan hadiah atau barang yang dia suka pasti ia tolak, seperti saat Ryan ingin membelikan ponsel yang sama dengannya fia terang-terangan bilang tidak.


" kenapa sih ga mau aku beliin ponsel baru? punya kamu kan retak tuh gara gara jatuh kemarin "


" aku ga mau habisin uang kamu, itu kan mahal"


Ryan tertawa mendengar alasan konyol fia.


" aku bisa beli mall ini dan masih kaya raya tau"


" ish.... anak SMA aja sombong "


Ryan terpesona dengan kepribadian gadis nya itu, padahal ia punya pacar kaya raya tapi ia masih menganggap Ryan anak SMA biasa, malah ia takut menghabiskan uangnya, Ryan makin sayang padanya, makin menginginkannya, Ryan harus memiliki fia dalam hidup nya atau kalau tidak, maka hidup itu sendiri tidak ada.


" Sofia....? "


deg


tiba-tiba suara lembut memanggil dia, suara yang fia kenal tapi tak bisa ingat siapa pemiliknya, entah kenapa hati Fia bergetar hanya dengan mendengar suara itu,


" Sofia... ?"


ia manggilnya sekali lagi, dan sekali lagi jantung fia menghentak keras, ia menoleh ke belakang dengan mempersiapkan hati untuk siapapun yang memanggilnya, mata fia bergetar melihat sosok yang di depannya, tanpa sadar fia berdiri menghadap nya, fia menangis karena bahagia, orang itu .. fia sangat merindukan orang itu.


" kak L "