FORGETTING YOU

FORGETTING YOU
Tentang Darial



Semakin ingin kita melupakan seseorang, maka semakin lekatlah dia diingatan kita, maka jangan lupakan! Ikuti saja bagaimana alurnya, biarkan dia ada di sana, letakkan dia di sudut hati ... jangan disentuh lagi, jangan kamu usik lagi, biarkanlah dia dengan semua kenangannya, maka insya Allah akan kamu dapati ketenangan dihatimu. Dan jika kamu melihatnya kembali, mungkin rasa itu masih ada, tapi percayalah hatimu pasti tenang.


Gadis itu duduk di sofa singel yang menghadap jendela balkon, pahanya memangku buket bunga mawar putih yang sudah berada dikamarnya, tangan kanannya mengusap buliran bening yang sedari tadi tak henti berjatuhan.


Dear Ayasha gadis kecilku.


Semoga keadaanmu semakin membaik dan kembali pulih, sehat. Maafkan aku jika dirimu harus menanggung perbuatan burukku di masa lalu.


Aku tidak bisa banyak menulis kata-kata lagi takut kamu jenuh jika selalu menerima surat dariku. Aku hanya berharap kamu menyukai rumah barumu dan nyaman untuk ditempati. Sengaja aku pilih desain interior yang tempo hari kamu inginkan termasuk kamarmu, semoga kamu menyukai.


Sehat selalu ya Ayasha, dan semoga selalu bahagia.


From Rafael.


Usai membaca surat dari Rafael, gadis itu melipat dan memasukkan kembali ke dalam amplopnya, lalu tersenyum pilu.


“Sepertinya perjuanganku untuk melupakanmu benar-benar sia-sia Om. Semakin aku melupakanmu, Om hadir kembali dalam kehidupanku,” gumam Ayasha seorang diri. Gadis itu kembali menatap isi kamar yang dia tempati dilantai dua itu, nuansanya begitu elegan namun dibalut kesederhanaan, di salah satu sudut meja terlihat beberapa figura dirinya bersama keluarganya, serta foto dirinya yang pernah dipotret oleh Rafael. Pria itu benar-benar mempersiapkan dengan sempurna keperluan untuk dirinya.


Adzan maqrib berkumandang, Ayasha pun bangkit dari duduknya lalu menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu kemudian menjalankan ibadah shalat maqrib nya dengan khusyuk.


Ya Allah, mohon petunjukMu untuk hati hambamu yang terasa sedih entah kenapa. Jika akan terjadi hal yang buruk pada hambamu ini, mohon lindungilah dan jauhkanlah dari marabahaya itu, hanya Engkaulah tempat meminta pertolongan.


Ayasha terdiam sejenak, lalu memejamkan kedua matanya.


Aku tidak tahu siapa yang terbaik untukku, bolehkah aku meminta petunjukMu Ya Allah. Jika ada yang terbaik untukku mohon dekatkanlah kami berdua hingga menikah, jika tidak ada yang berbaik untukku, maka jauhkanlah kami dengan cara baik-baik.


Dan hamba mohon bukakanlah mata hatiku, beritahukanlah padaku segala yang tidak aku ketahui, Ya Allah.


Di tempat yang berbeda ...


Rafael masih duduk di atas sajadahnya, kedua tangannya pun masih sejajar dengan kedua tangannya.


Ya Allah, berikanlah kesembuhan dan kesehatan untuk Ayasha, dan lindungilah dia dari segala marabahaya yang menghampirinya.


Ya Allah, jika aku diberi umur panjang, aku ingin sekali meminang Ayasha, aku sangat mencintainya, aku sangat berharap berjodoh dengannya. Namun jika aku tidak memiliki umur panjang dan tak berjodoh dengannya, jadikanlah aku pria yang selalu melindunginya sampai waktuku tiba.


Kedua netra Rafael dan Ayasha sama-sama berderai air mata dalam waktu yang bersamaan, berdoa memohon pada sang Maha Pencipta, meminta yang terbaik buat mereka berdua, dan kedua pelupuk matanya pun hadir wajah mereka berdua saat saling mengikat janji.


Jika hatimu tiba-tiba merasakan sedih yang tak jelas, berdzikirlah dan berdoalah, agar hatimu akan kembali tenang, karena biasanya kesedihan yang tak jelas itu datangnya dari setan.


 


...----------------...


Jam 19.30 wib


Hotel A.


Sekarang Rafael berada di restoran hotel untuk temu janji dengan Satya dan orang yang menyelidiki Darial.


Tak lama Satya bersama Andi. “Assalamualaikum, Pak Rafael, saya datang dengan Andi,” sapa Satya.


“Waalaikumsalam, duduk Satya, Andi,” pinta Rafael. “Sudah makan malam? Kalau belum sekalian makan malam bersama,” lanjut kata Rafael.


“Baik Pak,” jawab Satya, memang kebetulan belum makan malam jadi Satya memanggil waiters untuk memesan makan malamnya.


Rafael meletakkan alat makannya di atas piringnya, kemudian meneguk air putihnya, lalu menatap Andi. “Bagaimana hasil penyelidikan Darial?” tanya Rafael.


Andi mengeluarkan amplop coklat dari dalam tas kerjanya. “Ini beberapa bukti yang saya dapatkan selama penyelidikan,” kata Andi, sembari mengeluarkan isi amplop tersebut.


“Darial memiliki usaha property sudah hampir 10 tahun, dan tinggal di Indonesia baru 13 tahun namun masih suka balik ke Inggris. Sebelum tinggal di Indonesia, dia tinggal di Inggris, dan dia sudah memiliki anak di sana,” lapor Andi, menunjukkan foto anak remaja berparas bule.


Sungguh mencengangkan buat Rafael dan Satya, apalagi ada foto anak laki-laki yang sangat mirip dengan Darial. “Jadi dia sudah menikah?” tanya Rafael.


“Belum menikah, hubungan tanpa status. Dan selama di Jogjakarta, Darial sudah berapa kali berganti pasangan, termasuk sering ke club malam,” lanjut lapor Andi, dan semuanya ada bukti foto Darial dengan wanita lain tanpa rekayasa. Dari mana Andi dapat foto tersebut, yang jelas dia banyak koneksi yang bisa membantunya, apalagi beberapa mantan Darial dengan senang hati menunjukkan foto kebersamaannya dengan Darial.


Rafael menarik napasnya dalam-dalam, sungguh ini amat menyesakkan buat Rafael, setelah mengetahui jika Ayasha dekat dengan buaya darat! Hal ini membuat dia bertekad untuk merebut Ayasha dari Darial.


“Dasar laki-laki brengsek!” umpat Rafael, tangannya terkepal dengan kuatnya.


“Masukkan kembali foto-foto itu, dan berikan kepada saya,” pinta Rafael, dia sudah tak mau mendengar cerita tentang Darial, melihat fotonya saja sudah muak apalagi ada seorang anak. Bakal akan sangat menyakitkan hati Ayasha, jika gadis itu tahu. Rafael berharap Ayasha belum terlalu mencintai pria itu.


Rafael akui memang dirinya pernah brengsek tapi hanya dengan satu wanita, tidak seperti Darial dengan beberapa wanita,  hingga memiliki anak tanpa status pernikahan. Jadi siapa yang lebih buruk di sini?


 


bersambung ...