FORGETTING YOU

FORGETTING YOU
Extra part - kejutan kecil



Lima bulan kemudian ...


Yogyakarta


Waktu terus berjalan maju, tak mungkin berjalan mundur, andaikan waktu bisa dimundurkan pasti banyak yang ingin di perbaiki dalam kehidupan, namun sayangnya itu hal yang mustahil.


Semakin hari progress kesehatan Rafael semakin membaik, kaki kanannya sudah dilepas dari gips dan perban, dan pria itu sudah kembali bisa berdiri tegak dan berjalan seperti biasa tanpa bantuan apapun.


Tujuh bulan sudah Ayasha dan Rafael mengarungi bahtera rumah tangga, selama itu juga tidak ada kesulitan dalam beradaptasi, karena mereka sudah mengenal dari lama, terutama Rafael mengenal Ayasha dari bayi. Kerikil dalam perjalanan rumah tangga pasti ada, tapi Rafael selalu mengajak istrinya untuk selalu mengkomunikasikan segala sesuatu nya agar tidak larut di diamkan begitu saja.


Sesuai dengan keinginan Rafael pada Ayasha, jika kakinya sudah pulih kembali ingin mengajak Ayasha berbulan madu, ingin menyempurnakan ibadah suami istrinya ke luar negeri. Namun setelah  berdiskusi panjang, Rafael menyetujui  ide Ayasha untuk moment yang berharga pertama kali buat mereka berdua, kenapa tidak di rumah mereka yang ada di Yogyakarta jangan ke tempat yang lain. Lagi pula mereka berdua bisa menikmati tempat wisata di Yogyakarta.


Tapi yang namanya pengusaha tetap aja tidak bisa sehari saja menikmati liburan nya dengan istrinya, terpaksa sesampainya di Yogyakarta mereka berdua harus ke hotel Inna Garuda, untuk bersinergi dengan manajemen di sana. Kedatangan mereka berdua pun disambut hangat oleh para karyawan hotel, terutama teman-teman Ayasha.


“Hubby, aku boleh ya tidak ikut meeting kali ini. Kangen sama teman-teman disini, mau temu kangen dulu,” pinta Ayasha pada suaminya saat mereka berdua masih dilobby hotel.


Rafael mengecup lembut pipi Ayasha, “boleh sayang, tapi setelah aku selesai meeting kita langsung pulang ke rumah ya,” jawab Rafael, begitu lemah lembutnya kalau bicara sama istrinya.


“Iya hubby,” Ayasha menyetujuinya. Rafael bersama petinggi hotel langsung ke ruang meeting, tapi sebelumnya pria itu memberikan kode pada Pak Wibowo, entah kode apa.


Setelah memisahkan diri dengan suaminya, Ayasha berkumpul dengan teman-temannya dekat bagian resepsionis, dan seakan-akan lupa jika dia salah satu owner hotel Inna Garuda jika sudah bertemu dengan teman lama, berbincang hangat seperti biasa dan bercanda riang.


Sedangkan beberapa karyawan sudah sibuk dari semalam mendekor di ballroom, termasuk bagian dapur sibuk menyiapkan beberapa hidangan dalam porsi ratusan.


Waktu terus berlalu, tak terasa waktu sudah mulai jam 12 siang, para karyawan hotel tampak mempersiapkan diri bergegas ke ruangan ballroom. Ayasha yang masih ngobrol dengan Reni, Sri, Silvia dan beberapa orang lainnya tidak menyadari waktu sudah masuk jam istirahat.


Rafael dari kejauhan menatap istrinya yang sedang tertawa, kemudian dia menghampirinya, tangan besarnya pun menyentuh kedua bahu wanita itu dari belakang, kemudian mengecup mesra pipi istrinya di depan karyawannya, dan bikin yang melihat jadi ikutan baper, kepengen.


“Hubby sudah selesai meeting nya?” tanya Ayasha ketika mendongakkan wajahnya, melihat suaminya.


“Sudah, mumpung ada di sini kita makan siang di sini saja ya, setelahnya baru pulang,” pinta Rafael.


“Terserah hubby aja,” jawab Ayasha, wanita itu beringsut dari duduknya dan berpamitan pada teman-temannya.


Teman-temannya bergegas menuju ballroom sebelum, selagi Ayasha diajak ngobrol sama suaminya. Setelahnya baru Rafael mengajak Ayasha makan.


“Sebelum ke restoran, kita mampir ke ballroom dulu ya,” ajak Rafael. Ayasha hanya mengangguk pelan mengikuti langkah kaki suaminya.


Pintu ballroom pun dibuka oleh Rafael ...


“SUPRISE!” seru semua karyawan hotel yang sudah ada di dalam ballroom.


Kedua netra Ayasha benar-benar membulat, mulutnya pun mengangga, setelah melihat dekorasi ballroom sudah dipenuhi oleh bunga berwarna putih, dan beberapa gubuk makanan serta meja prasmanan.


Kedua netra Ayasha tampak berbinar-binar, terharu dan bahagia, tanpa berkata-kata wanita itu memeluk Rafael.


Suara tepuk tangan pun bergemuruh dari para karyawan hotel. Mereka semua berkumpul untuk menggantikan hari resepsi yang sempat tertunda karena accident kecelakaan itu, dan saat ini Rafael mengadakan resepsi kecil-kecilan tanpa sepengetahuan Ayasha karena memang kejutan buat istri tercinta.


Para karyawan pun sudah di kabari sehari sebelumnya, jadi tidak heran jika siang ini Ayasha menerima begitu banyak kado dari karyawan hotel.


Ayasha mengurai pelukan nya lalu menatap hangat wajah suaminya. “Pantas saja hubby menyuruh aku memakai baju dress ini, dan disuruh dandan lebih cantik hari ini, ternyata ada udang dibalik bakwan,” ucap gemas Ayasha.


Dress brokat berwarna putih, dengan model rok lebar setinggi lutut dan lengan ¾, Ayasha memang terlihat anggun walau dibalut dengan model pakaian sederhana. Kalau Rafael sudah tentu dengan setelan jas kerjanya berwarna abu-abu tua dipadu kemeja berwarna putih agar serasi dengan istrinya.


Rafael tersenyum hangat, “kalau dikasih tahu nanti kamu marah sayang,” balas Rafael.


“Gak marah kok hubby, tapi aku lebih suka dapat kejutan sih. Makasih suamiku.”


“Sama-sama sayangku, jangan lupa nanti yaaa,” goda Rafael dengan mengedipkan salah satu matanya.


Ayasha jadi tersipu malu-malu.


...----------------...


Sore hari pun tiba, ternyata pesta kecil-kecilan memakan waktu lama juga, namun kedua pasangan tersebut tampak enjoy menjalani rangkaian acara, dan sekarang mereka sudah tiba di rumah yang dibelikan Rafael tempo hari.


Dua mobil hotel yang mengiringi Ayasha dan Rafael pulang ke rumah, terlihat sibuk mengeluarkan kado-kado yang mereka terima dari teman dan karyawan, dan meminta kedua asisten rumah tangganya untuk mengurusinya, karena Rafael mengajak Ayasha untuk ke kamar mereka berdua di lantai dua.


Setibanya di kamar, jantung Ayasha sudah mulai berdebar-debar, apalagi sedari tadi tangan suaminya merangkul pinggangnya. Dan ternyata di dalam kamar mereka sudah dihiasi oleh dekorasi bunga, serta aroma bunga yang begitu menyeruak wangi bagaikan kamar pengantin.


“Hubby, ini ...” kata Ayasha masih dalam rasa terkejutnya.


“Kejutan untukmu sayang, istri yang sangat aku cintai,” pria itu mengecup bahu Ayasha dari belakang, lalu sedikit mengangkat rambut yang tergerai kemudian bibir pria itu menyapu tengkuk istrinya, dan sedikit menyesap lembut. Tubuh Ayasha pun mulai meremang dengan sentuhan lembut itu


“Hubby,” ucap Ayasha begitu pelan.


Rafael memutar balik tubuh Ayasha agar bisa saling bersitatap. Wanita itu bisa melihat jika kedua netra Rafael sangat menginginkan dirinya, apalagi sudah berpuasa selama tujuh bulan, selama ini Rafael hanya bisa melihat tubuh istrinya tapi tidak bisa melakukannya dengan sempurna sebagai suami.


“Aku menginginkanmu, bolehkan?” tanya Rafael dengan tatapan hangatnya.


Ayasha mendongakkan wajah agar bisa menatap jelas wajah tampan suaminya. “Aku milik mu, hanya untukmu ... Suamiku,” jawab Ayasha begitu lembutnya.


bersambung ....


Siapa yang mau lanjut hari ini tunjuk tangan? tapi tidak janji bisa lolos review gak bab malam pertama Ayasha dan Rafael, karena sekarang sudah ketat untuk adegan panasnya, jadi kalau gak lolos harap maklum ya 😊, terpaksa saya skip ya.