FORGETTING YOU

FORGETTING YOU
Sang Casanova



Ketika Darial meninggalkan ruang rawat Ayasha, bersamaan pula Satya mendapat telepon dari Rafael, meminta asistennya untuk datang ke tempat hotel dia menginap, bukan hotel miliknya demi menghargai perasaan Ayasha, dan jika gadis itu kembali bekerja tidak akan terganggu karena dia tidak berada di sana. Hanya Mama Rara dan Satya sajalah yang menginap di hotel milik Rafael.


Satya segera meluncur ke hotel yang di sebut oleh Rafael. Sedangkan pria itu sengaja menunggu kedatangan asistennya di coffe shop hotel, tidak menunggu di kamarnya.


Selang satu jam kemudian, Rafael melihat Darial yang masuk ke dalam lobby hotel, entah kenapa pria itu ada keinginan untuk mengikutinya. Akhirnya dia mengikutinya dengan cara mengendap-endap, sedangkan Satya yang baru tiba dan hapal dengan postur tubuh bosnya walau hanya melihat bagian belakang, ikutan mengendap-endap juga padahal bisa saja dia menepuk bahu bosnya agar bisa menengok ke belakang.


“Lantai 7,” gumam Rafael sendiri, saat melihat layar yang ada di atas lift.


Untung saja ada pintu lift lain yang terbuka, hingga secepat kilat Rafael masuk lalu disusul Satya ikutan masuk ke dalam lift.


“Satya!” terkejut Rafael melihat keberadaan asistennya.


“Sorry Pak Rafael, saya tidak berani mengganggu soalnya kelihatan serius, jadi hanya bisa mengikuti dari belakang saja.”


“Mmm ...”


Ting!


Pintu lift terbuka di lantai 7, sebelum mereka keluar, Rafael mengintip sedikit dan terlihat Darial keluar kemudian belok ke arah kanan. Dengan tetap menjaga jarak aman, pria itu kembali mengikutinya.


BAR & CLUB


Langkah kaki Rafael terhenti sejenak ketika melihat tulisan BAR & CLUB, dia bukan tipe peminum beralkohol, dan hampir tak pernah menginjakkan kakinya ke tempat seperti itu.


Ya Allah jangan sia-siakan langkah kakiku saat masuk ke tempat ini, aku hanya ingin mengetahui apa sedang dilakukan oleh Darial, bukan maksud untuk terjun ke lembah maksiat.


Rafael melanjutkan langkah kakinya diikuti oleh Satya, dan tentu saja sudah disambut oleh pramusaji yang cantik dan sexy, namun Rafael langsung memberikan tanda untuk tidak mendekati dirinya.


Dalam penerangan yang seadanya, Rafael bersama Satya mencari keberadaan Darial. Satya sudah standby dengan kamera ponselnya untuk merekam kejadian yang ada di club, paling tidak kalau ada sesuatu yang tak di duga ada buktinya.


Cukup lama kedua pria itu meraba dalam kegelapan, belum lagi suara music DJ yang lumayan memekak telinga. Akhirnya mereka menemukan meja yang di tempati oleh Darial.


Rafael dan Satya mengamati dari meja mereka tempati yang tak jauh dari meja Darial.


DEG!


Pria itu mengetatkan rahangnya, tatapan matanya mulai berapi-api, kedua tangannya pun terkepal dengan kuatnya hingga kuku bukunya memutih, deru napasnya pun terdengar berat. Satya pun yang melihat langsung menahan salivanya, tangannya yang masih merekam kejadian tersebut agak gemetar.


BUG!


BRAK!


Darial yang mendapatkan serangan ciuman dari seorang wanita langsung berdiri, hingga wanita yang duduk di atas pangkuannya jatuh dan terpelanting di atas meja.


“BRENGSEK LO, LEO!” murka Darial terhadap temannya, pria itu mengusap bibirnya sendiri.


Wanita yang menemani Leo langsung membantu wanita yang terjatuh itu.


“Wah tenang Darial, kamu biasanya suka dengan kejutan yang aku berikan. Jangan munafik lah, bukannya kamu tadi menikmati ciumannya. Ayolah jangan sok alim begitu dong, sebentar lagi kamu juga bakal booking diakan!” seru Leo.


Rafael sudah berdiri di hadapannya.


“DASAR BRENGSEK!” umpat Rafael penuh amarah, dan dia tak segan memberikan bogeman mentah pada Darial.


Darial yang sempat memalingkan wajahnya karena menerima bogeman di wajahnya dari Rafael, menatap tajam.


“Jadi begini rupanya calon suami Ayasha, Anda telah bermain api dibaliknya,” geram Rafael, tangan pria itu kembali melayangkan bogeman namun Darial cepat menangkisnya.


“Ooh ini yang disebut saudara Ayasha, tapi Anda terlihat sangat cemburu!” balas kata Darial sinis, dan membalas bogeman Rafael.


“Sebaiknya menjauh dan menghilang lah dari Ayasha, ketimbang saya bongkar semua kelakuanmu di sini!” ancam Rafael, sembari menarik jas baju Darial.


Darial memutar bola matanya dan semakin menajamkan sorot matanya. “Ayasha adalah calon istri saya, dan Anda tidak perlu pakai mengancam saya. Sebaiknya Anda yang menjauh dari Ayasha, jangan pernah lagi mendekatinya. Ayasha hanya milik saya seorang! Ingat itu!” sentak Darial, tangannya pun ikut mencengkeram kerah kemeja  Rafael dengan kuatnya.


“BRENGSEK!” maki Rafael, pria itu mendorong tubuh Darial, kemudian menghajar wajah Darial bertubi-tubi, dan Darial pun menyerang balik Rafael


Botol wine yang dirampas oleh Darial mengenai punggung Rafael yang spontan membalikkan tubuhnya, hingga botol wine itu pecah. Satya, Leo serta petugas keamanan segera meleraikan perkelahian sengit itu. Sebelumnya Satya buru-buru memasukkan ponsel ke dalam saku celananya, baru menyelamatkan nyawa bosnya.


“Saya tak akan izinkan Anda mendekati Ayasha lagi! Jangan bermimpi menjadikan Ayasha sebagai istrimu. Karena saya akan merebutnya kembali, Ayasha adalah mantan tunanganku, sebenarnya calon istri saya dan saya akan merebut hatinya kembali!” teriak Rafael saat mereka berdua dipisahkan. Satya mencoba menahan Rafael untuk tidak berkelahi lagi, apalagi tangan Satya merasakan ada yang basah dibalik kemeja bagian punggung Rafael.


Darial tampak geram mendengarnya. “Jangan mengancam saya! Anda tak bisa merebut calon istriku, Ayasha akan menjadi istriku!” balas teriak Darial, andaikan tubuhnya tidak ditahan oleh security, mungkin dia akan kembali membalas menghajar Rafael.


Benar dugaan saya, ternyata di masa lalu mereka berdua pernah ada hubungan, bukan hanya sekedar saudara. Saya harus bergerak cepat menjadikan Ayasha sebagai istriku.


Sesungguhnya cintakah Darial dengan Ayasha atau hanya terobsesi karena Ayasha berbeda dengan wanita yang dia temui selama ini?


Setahun yang lalu Darial sempat mengadakan rapat kerja di hotel Inna Garuda selama dua hari, tak sengaja dia melihat sosok Ayasha untuk pertama kalinya, dari sekian wanita yang selalu mengagumi dirinya namun tidak dengan Ayasha. Di saat tak sengaja mereka berdua berpapasan tatapan Ayasha lurus ke depan, tidak menoleh ke arah dirinya, gadis itu terasa dingin dan menarik Darial untuk mencoba mendekatinya.


Di saat dia sengaja komplain tentang kamarnya, Ayasha pun datang ke kamarnya ditemani petugas house keeping, lagi-lagi wajah cantik Ayasha yang terasa dingin memikat hati Darial saat itu. Sepertinya Ayasha tidak ingat dengan pertemuan pertama kali dengan Darial, karena setahun yang lalu Darial memiliki rambut agak gondrong, belum lagi dia menumbuhkan bulu-bulu jambangnya namun tetap terlihat tampan, tidak seperti saat ini yang sudah dirapikan hingga tampak sempurna wajah tampannya.


Pria yang jika dirinya sering diacuhkan dan dicuekin oleh seorang wanita pasti akan semakin mengejarnya karena rasa penasaran. Namun pria itu semakin lama semakin jatuh cinta dengan gadis itu, di saat dia memberanikan diri untuk mengenal Ayasha melalui proyek kerja sama hotel dengan perusahaan nya, ternyata membuatnya semakin jatuh cinta dan rasa ingin memilikinya semakin menggila. Kebiasaan dia main ke clubbing dan menuntaskan hasratnya  sudah berhenti tiga bulan yang lalu dengan sendirinya, di saat hatinya sudah mantap untuk mendekati Ayasha setelah beberapa bulan dia mengamati dari kejauhan.


 Darial pemilik Propety Praja Land, sang casanova yang mencoba insaf! Benarkah? Mampukah untuk berubah?


 bersambung ....


Kakak readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, like, komentarnya ... makasih sebelumnya 🙏😘.