
Mansion Stevan
Keluarga Rafael dan keluarga Ayasha tiba juga di kediaman mansion Stevan di Jakarta menjelang sore dengan selamat. Kepala pelayan berserta para maid langsung menyambut sang pemilik rumah, dan bergegas menyuguhkan minuman dan makanan kecil.
Setelah sekian tahun lamanya, Ayasha akhirnya kembali menginjak rumah keduanya, rumah masa kecilnya karena suka diculik sama Mama Rara, sangking gemesnya sama Ayasha. Tidak banyak yang berubah dari bangunan mewah tersebut, hanya beberapa furnitur lama sudah diganti dengan furnitur yang lebih minimalis tapi tetap terkesan mewah.
Satya dibantu perawat pria yang sudah dipekerjakan oleh Papa Stevan, membawa Rafael ke kamarnya yang berada dilantai dua menggunakan lift yang sedari dulu memang sudah ada. Ayasha turut mengikuti suaminya ke kamar, karena dia juga merasa kelelahan.
“Sayang, ayo masuk,” pinta Rafael, dapat melihat istrinya masih berdiri diambang pintu kamarnya.
Jantung Ayasha berdegup cepat karena ini pertama kali dia masuk ke kamar suaminya yang kelak akan mereka tempati sebelum pindah ke rumah baru, dan ini akan untuk pertama kalinya hanya berdua dengan pria itu, karena selama di rumah sakit mereka tidak hanya berdua saja, ada keluarga yang menemani.
“Iya Hubby,” sahut Ayasha pelan, lalu dia melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar yang sangat luas itu. Akhirnya tiba juga di mana Ayasha akan sekamar, satu ranjang dengan seorang pria yang berstatus suaminya, dan tidak boleh dihindari lagi karena sudah sah sebagai suami istri.
Sehubungan kondisi Rafael yang masih patah kakinya, untuk segala kebutuhannya harus dibantu oleh Satya dan perawat, terutama saat membersihkan badan dan menggantikan pakaian, karena tidak mungkin Ayasha yang membantunya, tubuh Rafael yang tinggi besar timpang dengan Ayasha yang mungil. Tapi jika untuk sekedar hal-hal yang kecil baru Ayasha yang membantu suaminya.
Satya dan perawat pria itu segera membantu membersihkan badan Rafael serta menggantikan pakaiannya, sedangkan Ayasha selama menunggu suaminya selesai, dia merebahkan dirinya di atas ranjang untuk menghilangkan rasa lelah di badannya.
Sayup-sayup wanita itu mulai memejamkan kedua netranya sangking lelahnya dan tanpa disadari oleh Ayasha, Rafael sudah ikut berbaring di samping istrinya setelah dirinya sudah bersih habis mandi.
Setelah penantian yang lama, akhirnya Rafael bisa merasakan tidur seranjang dengan Ayasha dalam hubungan yang halal. Pria itu tersenyum hangat kala menatap wajah istrinya, dengan keterbatasan dalam bergerak, dia berusaha memepetkan dirinya agar bisa memeluk istrinya yang sudah tertidur pulas.
“Aku bahagia memilikimu, sayang, kamu adalah harta yang paling berharga dan berarti untukku,” gumam Rafael sendiri, rasanya kedua netranya pria itu tak bosan-bosannya menatap wajah yang tampak tenang itu. Tangannya pun mulai bergerak merapikan surai rambut yang menutupi sebagian wajah Ayasha, kemudian pria itu memajukan wajahnya agar lebih dekat dengan wajah wanita itu.
Bibir Rafael mulai menyapu kening wanita itu, kemudian pelan-pelan turun ke pangkal hidung lancingnya, lalu turunlah menyentuh bibir ranum Istrinya. Ayasha dalam tidurnya merasa kan sentuhan lembut yang ada di bibirnya, hingga memaksakan dirinya untuk membuka matanya melawan rasa kantuknya.
Kedua netra wanita itu mulai mengerjap-ngerjap, dan melihat jika suaminya sedang menyesap bibirnya. Sentuhan yang diberikan Rafael, membuat Ayasha menyambutnya dan mengikuti gerakan lembut pria itu. Rafael menyadari jika istrinya terbangun dari tidurnya, hingga dia pun menarik wajahnya, melepas pagutannya.
Pria itu kembali tersenyum, “Sayang, maaf kamu jadi bangun,” kata Rafael agak menyesal tapi suka jika istrinya bangun dari tidurnya.
“Mmm ... hubby pintar ya aku lagi tidur malah curi bibir aku,” jawab Ayasha agak dibuat terdengar kesal, padahal tidak sebenarnya.
Jari jempol Rafael mengusap bibir ranum wanita itu. “Mana tahan aku melihat istriku seperti ini, rasanya ingin menyentuh tapi masih belum bisa. Aku ingin sekali memenuhi kewajiban memberikan nafkah batin sebagai suami, agar pernikahan kita sempurna,” jawab Rafael memelas, nadanya seperti ada rasa putus asa, kemudian matanya bergerak turun melihat kakinya yang masih digips.
Beberapa hari yang lalu Rafael sudah memberikan nafkah lahirnya untuk pertama kalinya, dia tak tanggung-tanggung memberikannya, dan Rafael pun terbuka tentang masalah kekayaannya, tidak ada yang ditutupinya pada Ayasha, namun Rafael tahu diri jika dia belum bisa menjadi suami yang sempurna buat istrinya.
Wajah mereka berdua sangat dekat tak ada jarak di antara mereka berdua. Ayasha paham yang dirasakan oleh Rafael, karena sebelum mereka keluar dari rumah sakit sempat konsultasi dengan Dokter masalah jika ingin berhubungan suami istri, saran dari dokter agar dibagian pangkal paha ke bawah jangan ada tekanan terlebih dahulu sampai kondisi kaki Rafael benar-benar pulih. Jadi Rafael untuk sementara tidak bisa menyenangi istrinya secara sempurna, alias unboxingnya.
Ayasha mengusap lembut rahang pria itu. “Hubby, jangan sedih begitu dong. Aku sabar menunggu hubby sampai hubby benar-benar sembuh. Berumah tangga itu bukan hanya sekedar se*ks, tapi komunikasi diantara kita berdua, dan hati kita, benar'kan,” tutur Ayasha.
“Lagi pula banyak cara untuk membahagiakan pasangan’kan,” lanjut kata Ayasha, tatapannya sengaja dibuat menggoda, agar suaminya tidak kembali terlihat sedih, apalagi dia tahu jika suaminya menginginkan cepat punya anak.
Rafael kembali tersenyum, kemudian tangannya kembali menyentuh tepi rahang istrinya. Benar kata Ayasha, banyak cara untuk membahagiakan pasangan walau tak sempurna.
Bibir penuh pria itu kembali menyapu bibir ranum istrinya, tanpa ada rasa menuntut lebih, mereka berdua larut dalam manisnya lummatan lembut, menunjukkan cintanya dan perasaannya dengan gigitan kecil yang mampu membangkitkan hasrat yang hampir lima tahun Rafael tidak rasakan, namun kini dibalik celananya ada sesuatu yang berdiri dengan kokohnya, hati Rafael menjadi lega jika dia tidak impoten.
...----------------...
Dua minggu berlalu.
Kini pasangan suami istri itu bersama keluarga besar, hari ini bertepatan hari Jum'at, di sore hari, mereka sudah tiba di kediaman rumah Amelia, dengan membawa segala hantaran.
Pria yang memakai baju batik berwarna coklat mulai keringat dingin saat sudah di sambut oleh perwakilan keluarga Amelia.
“Tarik napas dalam-dalam Satya, dan jangan lupa ambil napas lagi,” goda Rafael, melihat Satya sangat gugup.
“Duh Pak Rafael jangan godaiin saya dong, lagi gugup nih,” gerutu Satya, maklumlah lagi mau ngelamar anak orang. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan untuk dihadapinya, ternyata tetap bikin jantung olah raga.
Pihak keluarga Amelia sudah menyambut kedatangan Satya beserta keluarga angkatnya, dan dipersilahkan masuk ke dalam ruangan yang sudah didekorasi sedemikian indahnya untuk menyambut lamaran Satya.
Salah satu kerabat Amelia yaitu pamannya mulai memperkenalkan kedua orang tua Amelia, Satya langsung tertegun saat bersalaman dengan ayahnya Amelia. “Maaf Bapak yang namanya Pak Arif bukan?” tanya Satya dengan mengingat-ingat sesuatu, seperti pernah bertemu dengan pria paruh baya itu.
Ayahnya Amelia menepuk lembut bahu Satya. “Kita bertemu lagi Nak Satya, saya yang tempo hari ditolong ketika ban mobil pecah,” jawab Pak Arif.
“Masya Allah, jadi Pak Arif ayahnya Amelia. Andaikan dari dulu saya mau terima tawaran Pak Arif buat kenalan sama anak Bapak,” jawab Satya sopan.
Pria paruh baya itu tersenyum lebar. “Tanpa dikenalin ternyata kalian dipertemukan, dan tak menyangka jika calon suami anak saya ternyata kamu,” jawab Pak Arif.
Satya mencium tangan Pak Arif dengan takzimnya. “Mohon izinkan dan restui saya untuk meminang anak Pak Arif,” kata Satya setelah cium tangan dengan kedua matanya yang berbinar-binar.
“Insya Allah, sekarang kita duduk dulu, sebelum melanjutkan acaranya,” pinta Pak Arif.
Satya memperkenalkan keluarga angkatnya yaitu keluarga Rafael kepada Pak Arif, dan selanjutnya acara lamaran Satya untuk Amelia pun dimulai.
bersambung ...
Kakak Readers semuanya terima kasih atas support positifnya buat saya, semoga karya berikutnya jauh lebih baik lagi.
Kisah Rafael dan Ayasha tinggal beberapa bab lagi ya, jadi ikuti terus sampai tamat. Dan tidak lupa diakhir bab akan ada pengumuman GA untuk 10 orang ya.
Kakak readers buat yang belum hampir ke kisah Almira dan Arash mampir dong, di sana masih sepi 😭😭
...----------------...
Kenalan yuk dengan MC pria untuk karya terbaru Mommy Ghina.
Aidan Trustin, pria yang amat dingin dan arogan. Dia ingin menghukum adik iparnya tapi dia juga yang akan terjebak dengan hukuman yang dia berikan.
Kakak Readers doain ya semoga naskahnya segera di acc editornya dan jangan lupa dukungannya, follow Mommy Ghina biar cepat dapat info terbarunya.