FORGETTING YOU

FORGETTING YOU
Gosip yang beredar



Bogor


Berulang kali Bu Laras mencoba menghubungi anaknya Delia melalui ponselnya tapi tak aktif juga, hingga wanita paruh baya itu ngedumel sendiri di teras rumah sederhana itu. Beberapa ibu-ibu yang sedang berbelanja di tukang sayur pas sekali berhenti di depan rumah Bu Laras, tampak sedang ngerumpi disaat memilih sayuran.


“Bu Ibu sudah pada tahu belum ada gosip yang terhangat nih, dari orang yang sok kaya itu loh, yang katanya bakal punya menantu CEO!” seru wanita bertubuh gemuk dengan bibir mencebik.


“Gosip apa Bu Sri, jadi tuh mau nikahkan anaknya di gedung mewah yang ada di daerah Jakarta?” timpal salah satu ibu yang mengendong anaknya.


“Wah parah berarti ibu-ibu belum tahu kabar yang terbaru dong ... pada ketinggalan gosip nih.” Ibu yang bertubuh gemuk itu langsung menunjukkan layar ponselnya kepada ibu-ibu semuanya termasuk si tukang sayur.


“Nih pada lihat ya!” seru Bu Sri.


Bu Laras dari teras rumahnya terlihat ingin tahu ada apa mereka berkerumunan, akhirnya memutuskan untuk menghampirinya.


“Wah ada apa nih rame-rame, kayaknya ada yang lagi ngocok arisan ya?” tanya Bu Laras.


Ibu-ibu yang sedang serius menonton video tok tok, berbarengan menatap wajah Bu Laras. “Ini loh Bu Laras, kita lagi lihat video yang lagi viral tentang pelakor, dan ternyata pelakor nya itu anak tetangga kita di sini,” kata Bu Sri, sembari tersenyum sinis pada Bu Laras.


“Ooh ada pelakor, anak tetangga ..  Siapa Bu Sri? Parah dong itu untung bukan anak saya ya. Anak saya mah kebetulan sudah lama bertunangan dengan pria lajang bukan suami orang, tidak merebut dari siapapun. Pokoknya saya bersyukur banget,” jawab Bu Laras begitu angkuhnya.


Beberapa ibu-ibu wajahnya seakan sedang mencemooh kan Bu Laras, tetangga mereka yang angkuh karena Delia bertunangan dengan Rafael, dan terlalu membanggakan Delia kepada tetangganya, jika dia akan memiliki menantu orang kaya, pemilik perusahaan batu bara.


“Ooh begitu ya Bu Laras, coba mau tahu gak siapa yang viral itu?” tanya Bu Sri, seraya memberikan ponsel miliknya.


“Boleh, saya juga pengen tahu anak tetangga mana yang jadi pelakor,” sahut Bu Laras, menerima ponsel milik Bu Sri.


Kedua netra Bu Laras pun mulai tertuju pada video tersebut, lalu mengamatinya dengan seksama dan tak lama Bu Laras terdiam sendiri, raut wajahnya tak bisa terbaca.


Bu Laras bisa melihat dengan jelas anaknya diteriaki pelakor dan diberi pelajaran oleh wanita yang tak dikenalnya, hingga terlihat Delia kesakitan.


Lihatlah wanita pilihan mu Om Rafael, wanita yang Om cintai selama ini! Wanita yang mampu membuatmu berpaling dariku sebagai calon istrimu! Lupa dengan aku yang telah dijodohkan dari kecil dengan Om! Ternyata wanita yang Om pilih hanya seorang jallang, yang menjajakan dirinya ke pria lain, sungguh menjijikan!


Aku akan mencari bukti perselingkuhan mu Delia. Dan mulai detik ini aku mengakhiri ikatan pertunangan kita setelah apapun yang telah terjadi di antara kita berdua di masa lalu!


Ibu yang mengendong anaknya terlihat mendekati Bu Laras begitu juga dengan Bu Sri. “Gimana Bu Laras, kenal gak sama wanita pelakor itu. Saya gak nyangka ... jadi wanita itu merebut pria itu dari calon istrinya apalagi katanya dia kepergok selingkuh sama calon suami temannya tuh di hotel. Astaga sungguh berita yang menggemparkan ya Bu Laras!” celetuk ibu itu dengan menyeringai tipis.


Tangan Bu Laras yang memegang ponsel tampak gemetar, tatapannya juga terlihat bingung ketika dirinya sekarang sedang disudutkan oleh para tetangganya.


“B-bukan, ini saya bisa pastikan bukan anak saya ....wajahnya saja agak berbeda,” sanggah Bu Laras, sudah jelas itu wajah Delia tampak jelas.


“Sudahlah Bu Laras jangan menyangkal lagi, kita-kita kan juga diundang saat Delia tukar cincin, kita masih ingat kok wajah calon menantu Bu Laras yang kaya itu ... eeh sekarang bukan calon menantu lagi ya Bu, kan sudah PUTUS!” sahut Bu Sri, dengan tatapan mengejek.


“Dan ternyata calon istri yang calon suami yang direbutnya lebih cantik dari Delia, sungguh pemberani bisa melawan si pelakor! Memang kalau pelakor itu harus dihempaskan dari muka bumi ini!” timpal salah satu ibu yang lain.


Tiba-tiba saja kepala Bu Laras terasa pusing, tengkuknya pun terasa berat ditambah dada kiri terasa sakit, dan tubuh tuanya pun melorot ke bawah.


“Aduh Bu Laras, lemes ya ... jangan pingsan di sini deh. Ngerepotin aja!” celetuk Bu Sri.


Mau tidak mau tukang sayur diminta memapah Bu Laras untuk masuk ke dalam rumahnya. Suami Bu Laras yang kebetulan ada di kamar mandi bergegas keluar setelah diteriaki oleh ibu-ibu kalau istrinya mau pingsan.


“Makanya kalau punya mulut tuh jangan lemes, suka gosipin anak orang sebagai pelakor, eeh ternyata anaknya sendiri pelakor dan jallang!” gumam Bu Sri, saat mereka kembali memilih sayuran.


“Ho'oh itu harus kita ingat.”


...----------------...


Satu jam kemudian ...


Bu Laras mencoba mengistirahatkan dirinya diatas ranjang. “Gak mungkin Delia merebut Rafael dari wanita lain, ini pasti salah paham,” ucapnya.


Pak Tony yang duduk ditepi ranjang, terlihat serius melihat video anaknya sembari meraup wajahnya dengan kasar. “Tapi ini beneran Delia, Bu! Jangan menyanggah lagi!” jawab pak Tony dengan nada kesalnya.


Pria paruh baya itu bangkit dari duduknya. “Delia benar-benar membuat kita malu, Bapak benar-benar malu punya anak perempuan tidak bisa menjaga kehormatannya!” sentak pak Tony.


“Sudah Pak jangan marah dulu, siapa tahu itu wanita yang mirip dengan Delia. Kepala ibu pusing, mending Bapak keluar dari kamar!” balik bentak Bu Laras.


Pak Tony mendengus kesal, lalu keluar dari kamarnya. Baru saja keluar dari kamar, diluar sudah ada yang mengucapkan salam, Pak Tony pun membukakan pintu.


Kedua netra pak Tony sudah memerah melihat siapa yang datang. Tanpa segan dan masih dalam keadaan emosi, pria paruh baya itu menampar wajah wanita itu.


“Bapak!” seru Delia tercengang, tangan kanannya memegang pipi yang terasa sakit akibat ditampar.


“Masih berani kamu menginjak rumah ini, setelah membuat malu kedua orang tuamu ... huh!” geram pak Tony.


Jangan-jangan Bapak sudah melihat video yang beredar nih, wah bisa gawat nih.


“Bapak, aku bisa jelaskan semuanya. Yang di video itu hanya sepenggal saja. Sebenarnya tidak seperti itu,” sanggah Delia, mencoba meyakinkan bapaknya.


“Ck ... Bapak tidak percaya! Semua yang ada di video tersebut sangat jelas. Dan gara-gara kamu, ibu kamu hampir pingsan.”


“Apa ibu pingsan.” Delia langsung masuk ke dalam rumah, dan menuju kamar kedua orang tuanya.


 


bersambung ....


 Kakak Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, dan ikutin sampai tamat ya. Makasih sebelumya.


Lope Lope sekebon 🌹🌹🌹🍊🍊🍊🌻🌻🌻


 



...----------------...