FORGETTING YOU

FORGETTING YOU
Putus hubungan!



Tidak selamanya Ayasha berdiam diri tidak melakukan apapun, mungkin dirinya bisa saja mengabaikan jika hal itu terjadi dengan dirinya sendiri. Namun kali ini sangatlah berbeda, jika ada keluarga atau teman yang tersakiti maka hatinya pun akan terasa sakit, apalagi dia dengan Amelia bukanlah teman sesaat, namun sudah lama bersahabat bagaikan saudara sendiri.


Jiwa yang sering meronta-ronta ingin dikeluarkan oleh Ayasha akhirnya muncul di permukaan, tidak ada Ayasha yang selalu mengalah, tidak ada lagi Ayasha yang selalu memaklumi keadaan, kali ini gadis itu benar-benar memberontak.


Rafael menatap penuh keterkejutan melihat sosok Ayasha malam ini, walau dirinya harus kembali kesakitan si otongnya untuk kedua kalinya oleh Ayasha. Seumur hidup pria itu baru kali ini melihat Ayasha yang sangat berani ... namun lagi-lagi  aura pemberani ini membuat pria itu jatuh ... jatuh apa? Pria itu menundukkan pandangannya, wajahnya tampak meringis.


Ayolah jangan lama-lama sakitnya, aku harus bisa berdiri dan menyelesaikan keadaan ini ... geram batin Rafael sendiri.


Sehubungan tidak ada yang jadi pelindung Delia, wanita itu berlarian namun sayangnya Ayasha lebih cepat mengejar wanita itu, ditariknya rambut Delia agar berhenti kabur, kemudian ...


Kepalan tangan Ayasha meluncur pas di hidung Delia, hingga mengeluarkan darah dari hidung wanita itu. Tidak terima dengan perlakuan Ayasha, Delia pun membalasnya namun tidak kena, dan Ayasha pun kembali menghajar wajah Delia tanpa ampun, meluapkan segala emosi yang selama ini dipendamnya.


“Kamu pikir bisa seenaknya saja kabur begitu ... huh!” geram Ayasha, gadis itu memutar badannya lalu meloncat kemudian melayangkan tendangan ke wajah Delia.


Satya, Reni dan Sri dibuat menganga melihat gadis itu ternyata mahir berkelahi.


“Kalian jangan tercengang, Ayasha jago taekwondo waktu kuliah sebenarnya cuma jarang dipraktekkan,” celetuk Amelia setelah melihat mulut ketiga orang tersebut terbuka.


“Pantas saja, duh pasti sakit banget kena tendangan Mbak Ayasha,” balas Reni.


“Ho’oh ... Ngeri lihatnya, tuh wajahnya tunangan Pak Rafael sampai bengep begitu,” sambung Sri merinding bulu kuduknya.


Rafael yang masih meringis kesakitan, berusaha bangkit dari lantai, ya walau sedikit dibantu sama Satya.


Dengan terpaksa takut akan jatuh korban yang lebih parah, Rafael menarik tubuh Ayasha ketika gadis itu ingin memelintir tangan Delia lalu menahan gadis itu dengan merangkulnya, sedangkan security menarik tubuh Delia.


“Cukup Ayasha nanti kamu yang terluka, aku takut kamu kenapa-napa” kata Rafael saat memisahkan Ayasha dengan Delia.


Ayasha mengatur napasnya yang masih tersengal-sengal, lalu mendongakkan wajahnya untuk menatap pria yang telah merangkulnya. “Om Rafael bilang takut aku terluka, atau Om takut tunangan Om yang terluka karenaku!” bentak Ayasha, sorot matanya masih tajam.


Pria itu menatap teduh wajah Ayasha yang begitu garang, wajah yang tak pernah dia lihat selama ini.


“Aku tidak bermaksud se—.”


“Sudah cukup aku menahan selama ini Om Rafael, dan kini ternyata terulang kembali, kejadian dengan sahabatku sendiri. Aku tidak bisa diam begitu saja, hatiku dulu sudah terluka sekarang sahabatku turut terluka dengan wanita yang sama!” sela Ayasha menunjukkan kemarahan pada Rafael, padahal baru beberapa jam yang lalu mereka bertemu.


Delia sudah terkulai lemas, dirinya pun melorot ke lantai, badannya terasa sangat remuk setelah dihajar habis-habisan oleh gadis yang sangat dia remehkan. Wanita itu menatap nanar ke arah Rafael yang sedang memeluk Ayasha di depan matanya, sungguh pemandangan yang sangat menyakitkan! Sedangkan yang lain tampaknya tidak kasihan dengan Delia yang sudah terkapar di lantai, tidak ada yang berniat memberikan minum untuknya. Tega!


“Lihatlah wanita pilihan mu Om Rafael, wanita yang Om cintai selama ini! Wanita yang mampu membuatmu berpaling dariku sebagai calon istrimu! Lupa dengan aku yang telah dijodohkan dari kecil dengan Om! Ternyata wanita yang Om pilih hanya seorang ja lang, yang menjajakan dirinya ke pria lain, sungguh menjijikan!” pekik Ayasha meluapkan isi hatinya, jantung Ayasha yang masih berdebar kencang karena habis menghajar semakin bertambah debarannya.


“Kenapa sekarang menundukkan kepalanya Om! Lihatlah di sana calon istrimu, wanita pilihanmu!” bentak Ayasha, sembari menepuk dada pria itu.


Sejenak Rafael menghela napas panjangnya, kemudian menegakkan kembali kepalanya. Pria itu masih ada rasa gengsi untuk mengakui kesalahan dalam memilih pasangan, apalagi sekarang dia malu pada Ayasha.


Aku benar-benar menyesal, Ayasha ...Aku malu padamu.


Rafael memalingkan wajahnya dari tatapan tajam Ayasha, kemudian menatap tajam wajah Delia yang mulai terlihat seperti orang bingung dan lesu. “Benarkah apa yang ada di rekaman itu jika kamu telah selingkuh dariku Delia?” suara Rafael benar-benar meninggi.


Delia menggelengkan kepalanya lemah.


“Kalian tahan pria itu!” perintah Rafael kepada petugas security menunjuk Rian.


Sebelum Rafael menghampiri Delia, pria itu menggenggam tangan Ayasha. “Aku tidak bermaksud melindungi Delia, tapi aku benar-benar takut jika kamu terluka. Aku terima semua kemarahan mu padaku, aku memang salah dalam memilih pasangan, aku memang salah telah menyakiti hatimu. Sekali lagi aku minta maaf, Ayasha,” ucap Rafael pelan, kemudian dia meninggalkan Ayasha.


Sekarang pria itu menghampiri Delia, kemudian mensejajarkan diri agar bisa menatap wajah wanita itu yang sudah babak belur.


“Aku akan mencari bukti perselingkuhan mu Delia. Dan mulai detik ini aku mengakhiri ikatan pertunangan kita setelah apapun yang telah terjadi di antara kita berdua di masa lalu!” kata Rafael tegas.


“TIDAK ... AKU MOHON TIDAK MAS RAFAEL ... AKU TIDAK MAU PUTUS!” jerit Delia bagaikan orang gila, tak lama wanita itu tak sadarkan diri.


Rafael mengusap wajahnya dengan kasar, kemudian bangkit dan memerintah beberapa staf untuk membawanya ke kamar, pria itu tidak ada niat untuk membopong Delia.


Ayasha hanya bisa memandang Rafael dan Delia sembari mengatur napasnya yang masih saja belum tenang, dan dirasa sudah cukup melampiaskan emosinya, gadis itu memutar balik badannya kemudian menatap wajah sahabatnya di saat ingin menghampirinya.


Mereka sama-sama mengulum senyum tipis, Ayasha dengan menahan rasa sakit yang mulai muncul di badannya serta rasa lelahnya karena kejadian tadi pagi beruntun hingga malam ini, memeluk Amelia.


“Terima kasih sahabatku, Ayasha. Sungguh wanita yang luar biasa,” ucap Amelia, ketika memeluk gadis itu.


“Kamu juga wanita yang tangguh, Amel. Semoga kita bisa menjadi wanita yang kuat,” balas Ayasha sembari menepuk lembut punggung Amelia.


bersambung...


Kakak Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, makasih sebelumnya 🙏.


Lope Lope sekebon 🍊🍊🍊🌹🌹🌹🌻🌻🌻