FORGETTING YOU

FORGETTING YOU
Obat rindu kisah keluarga Erick Alya dan Albert Tania



Ada yang rindu dengan keluarga Erick dan Alya kah????


Saya juga rindu dengan mereka 😊, kali ini saya buatkan cerita khusus dari anaknya Erick dengan Alya, salah satu anak kembarnya yang bernama Arash Azhar Pratama. Serta anak dari Albert dengan Tania, salah satu anak kembarnya yang bernama Almira Kiyan Al Yusuf Insya Allah akan rilis beberapa hari lagi, jadi jangan lupa di cek ya Kakak Readers ... sebagai obat rindunya.


...----------------...


Spoiler


Memiliki keluarga yang harmonis, dilahirkan dari sosok keluarga daddy Erick yang bergelimang harta ternyata tidak membuat salah satu anak Erick memiliki kepribadian yang baik seperti kedua orang tuanya.


Diberikan pendidikan yang terbaik sejak SMP hingga SMU di negara tetangga sebelah, ternyata membuat Arash merasakan pergaulan bebas yang sudah tak asing di negara Australia, pria itu ikut terjun bebas dalam pergaulan bebas. Suka ikutan geng motor, suka berkelahi tanpa sebab, suka ikutan ke clubbing dan sudah jelas suka minum-minuman alkohol.


Mengetahui pola hidup Arash yang buruk di Australia, Daddy Erick memaksa pulang Arash kembali ke Indonesia lalu melanjutkan pendidikannya di Jakarta. Namun sayangnya selama di Jakarta, diam-diam Arash membawa kebiasaanya selama tinggal di Australia ke Indonesia.


Pria itu bergabung dengan geng motor, dan sering sekali mengadakan balapan motor di sirkuit Sentul dengan bertaruh sejumlah uang. Usaha kedua orang tuanya pun untuk mengembalikan norma norma yang baik ke Arash menjadi sia-sia belaka.


Tapi apa yang terjadi ketika pertemuan yang tidak disengaja oleh Arash karena kecelakaan dengan Almira gadis SMU kelas 3.


"Badan aja yang gede, motor si oke. Tapi otaknya gak di pake!" celetuk Almira, setelah menghajar beberapa orang yang membuat celaka Arash, pria berusia 22 tahun.


Arash yang masih limbung karena habis minum alkohol hanya bisa terduduk diam di sebelah motornya yang telah terjatuh, kemudian matanya menatap gadis yang sedang merapikan baju gamisnya. "Gak usah ngomelin gue deh!" sahut Arash.


Gadis itu mencondongkan dirinya lalu menatap bulat-bulat wajah tampan pria itu walau sudah kelihatan babak belur, tapi tak lama gadis itu menutup hidungnya. "Eh si kakak ini ... udah mulut bau minuman masih aja ngedumel. Masih untung aku bantuin, coba kalau gak ada aku udah mati tuh abang di habisin sama preman-preman itu!" balas Almira kesal.


Arash menatap motornya yang sudah hancur, lalu kembali menatap gadis yang kepalanya tertutup dengan selendang putih.


"Eeh kamu kuntilanak ya!! Kok pakai bajunya putih-putih begini ... tinggal menclok di atas pohon aja!" celetuk Arash agak mabok.


Ingin rasanya Almira menoyor wajah tuh cowok, tapi kasihan, lihat keningnya tuh cowok udah keluar darah gara-gara dihajar.


"Kakak agamanya apa sih? Emangnya gak tahu kalau aku ini pakai baju gamis. Susah emang kalau ngomong sama orang mabok. kita ngomong A ... eh malah dia bilang Z," gerutu Almira sambil tepok jidat.


Almira menarik lengan Arash agar pria itu bangkit dari duduknya di atas aspal. "Ayo Kak bangun, aku antar ke rumah sakit biar kepalanya diobatin," ajak Almira.


Pria itu akhirnya bangkit dengan keadaan terhuyung-huyung, lalu tanpa sengaja memeluk Almira dari belakang.


BUGH!


"AAAWWW!" ringis Arash kesakitan burungnya kena senggolan Almira.


"Gak usah macam-macam ya Kak, aku bisa bikin babak belur lagi nih!" ancam Almira gak main-main.


Arash langsung mengangkat kedua tangannya dari tubuh Almira, dan tergidik takut melihat kegarangan Almira.


"Cantik-cantik kok galak bener," gumam Arash.


"Gak usah ngedumel, cepetan masuk ke mobil!" perintah Almira.


Awal pertemuan dalam keadaan kacau, namun membuat Arash dan Almira kembali bertemu. Arash sang badboy bertemu dengan Almira gadis barbar namun sholehah walau tidak mengenakan hijab.


"Daddy, aku mau menikahi anak rekan bisnis daddy itu dong," pinta Arash ketika mereka bertemu kembali dalam acara perusahaan Daddy Erick.


Kedua bola mata Almira membulat seketika mendengar ucapan pria yang dia benci. "Papa, aku gak mau nikah sama anak teman Papa itu. Masa baca surat Al Fatihah aja gak hapal, gimana mau jadi imam yang baik. Mending aku nikah sama Ustadz Ridwan saja!" jawab Almira.


Meradang lah hati Arash mendengar penolakan Almira.


Berikan aku kesempatan untuk berubah Almira, aku jatuh cinta dengan mu, aku ingin jadi suamimu.. batin Arash.


Bagaimana kelanjutannya .....


Ikuti kisahnya Arash dan Almira segera rilis dalam waktu dekat