FORGETTING YOU

FORGETTING YOU
Extra Part - akhir cerita



Pagi ini untung saja Satya dan Amelia sudah berada di mansion Rafael, jadi Ayasha tidak kesusahan meminta Satya untuk memanggilkan Dokter untuk datang ke mansionnya, maklumlah Rafael gak bisa di tinggal jauh-jauh dari istirnya.


Satya dan istrinya yang sudah bulat perutnya mengantarkan beberapa makanan ke dalam kamar utama, sembari membawa berkas yang harus ditanda tangani oleh Rafael.


Wajah Rafael tampak memucat, dan berbaring lemas di atas ranjang besarnya.


“Satya, Dokternya belum datang?” tanya Ayasha, sembari menerima berkas dari Satya.


“Sedang dalam perjalanan,” jawab Satya. Asisten pribadi Rafael menatap dalam wajah pucat bosnya, jadi teringat empat bulan yang lalu terpaksa dia tidak bisa masuk kerja.


“Pak Rafael, maaf kalau saya agak lancang, Ayasha sudah datang bulan kah? Takutnya Pak Rafael sering mual dan muntah kayak saya tempo hari dulu, ada hubungannya dengan istri,” tanya Satya, saat Rafael beranjak dari pembaringannya untuk duduk bersandar di head board ranjang.


Kedua netra Rafael bergerak menatap istrinya, kemudian mengingat-ingat jika dalam sebulan ini selalu mengajak istrinya untuk berhubungan intim tanpa libur.


Ayasha yang sedang membaca berkas dari Satya tidak memperhatikan lirikan suaminya.


 “Sayang,” panggil Rafael.


“Apa hubby,” jawab Ayasha tanpa menoleh.


“Sayang, sebulan ini kamu belum datang bulankan?” tanya Rafael.


Ayasha langsung menatap suaminya. “Iya hubby, aku selama satu bulan belum —,” Ayasha dan Rafael saling bersitatap lalu sama-sama menatap perut Ayasha.


Amelia yang sedang mengandung empat bulan mendekati sahabatnya, lalu memberikan alat testpack.


“Dari kemarin-kemarin aku udah curiga kalau kamu lagi hamil deh, nafsu makan kamu banyak banget beda seperti sebelumnya, belum lagi lihat Om Rafael  kayak orang hamil persis sama kaya mas Satya, bawaannya mual, muntah, belum lagi manja nya. Jadi sebaiknya kamu test sebentar ngih,” pinta Amelia.


Jantung Ayasha berdebar-debar menerima alat testpack dari Amelia, namun berbeda dengan Rafael, pria itu menyibak selimutnya dan tiba-tiba semangat 45.


“Ayo sayang, kita cek dulu yuk,” pinta Rafael langsung membopong istrinya, sontak bikin Ayasha terkejut dan pasrah kalau sudah begini.


Sesampainya di kamar mandi, Rafael menurunkan Ayasha dari gendongannya. “Hubby, tunggu di luar ya,” pinta Ayasha dengan tatapan teduh nya.


“Aku tunggu sini saja, lagian aku juga sering lihat kamu—.”


“Please hubby, tunggu di luar ya,” sela Ayasha.


Rafael mendesah pelan, lalu menuruti kemauan istrinya, agar keluar  dari kamar mandi, namun dia hanya berdiri dibalik pintu yang sudah tertutup, dan setia menunggu istrinya dengan menahan rasa mual yang kembali mendera di perutnya.


Sepuluh menit kemudian...


“Sayang, kok lama amat dikamar mandi nya? Sayang, baik-baik ajakan,” teriak Rafael dari balik pintu dengan rasa yang mulai khawatir.


Tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi, tapi kenop pintu kamar mandi mulai bergerak. Keluar lah Ayasha dengan kedua mata yang berkaca-kaca.


Rafael kembali mendesah pelan saat melihat wajah Ayasha yang terlihat sedih, dipeluklah wanita itu. “Sudah sayang, jangan kelihatan sedih begitu, jangan menangis  Kita masih bisa menikmati waktu berdua jika memang belum dibelikan kepercayaan saat ini,” ujar Rafael menenangi istrinya, lalu berulang kali mengecup pucuk rambut Ayasha.


Ayasha membalas pelukan hangat suaminya, dan menghirup aroma maskulin tubuh Rafael yang amat menenangkan buatnya. Hal yang terindah buat istri salah satunya pelukan hangat dari orang yang dia cintai.


Amelia dan Satya hanya bisa memandang mereka berdua serta berempati jika dugaan mereka berdua ternyata tidak benar.


Dirasa hatinya sudah cukup menenangkan, Ayasha melepaskan pelukan suaminya, kemudian memberikan hasil testpack nya pada Rafael.


Kedua alis Rafael bertautan setelah melihat alat testpack milik Ayasha. “Sayang, kalau muncul garis dua itu tandanya kamu gak hamil ya. Ya sudah gak pa-pa kita bulan madu lagi ya,” ucap Rafael dengan polosnya.


 Amelia yang mendengar ucapan Rafael langsung berteriak. “Yeeey, Ayasah hamil!” seru Amelia dengan mengangkat kedua tangannya ke udara, menandakan rasa bahagianya.


Sontak saja kedua netra Rafael membulat karena kata-kata Amelia, lalu kembali menatap lekat Ayasha. “S-sayang, kamu hamil ... sayang?” tanya Rafael terbata-bata.


Ayasha tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya.


Rafael kembali memeluk istirnya dengan rasa bahagianya. “Masya Allah, alhamdulillah ... istriku hamil,” kegirangan Rafael sampai mengangkat tubuh mungil istrinya saking bahagianya.


...----------------...


Hamilnya Ayasha, adalah rangkaian doa yang selalu Rafael sematkan dalam tiap sujudnya. Begitu pula dengan Ayasha yang berharap segera dikaruniai sang buah hati, buah cinta mereka berdua.


Semenjak tahu Ayasha hamil, Rafael semakin posesif dengan istrinya walau dirinya juga kerepotan karena mengalami kehamilan simpatik. Tapi itulah bukti cinta Rafael untuk istrinya, selalu ada disisi Ayasha.


Waktu terus bergulir dari hari menjadi minggu lalu menjadi bulan, hingga akhirnya saat ini keluarga besar Rafael dan Ayasha berkumpul di rumah sakit  tepatnya menunggu di ruang bersalin.


Rafael selalu memanjatkan doanya, berdzikir dan selalu menguatkan Ayasha yang sedang berjuang melahirkan baby twin nya, andaikan bisa ... dia ingin menggantikan rasa sakit yang didera oleh Ayasha siang hari ini.


“Sayang, insya Allah kamu bisa ... ada aku sayang ...,” ucap Rafael menyemangati Ayasha, dan dia tak peduli tangannya digigit oleh  Ayasha saat wanita itu akan mengejan panjang.


Rafael langsung mengeluarkan air mata terharunya dan mengecup lembut kening istrinya. Namun selang tak berapa lama lagi Ayasha kembali mengejan panjang.


“Oeek ... Oeek ... Oeek,” suara bayi yang kedua terdengar begitu nyaring nya.


Dan semakin deraslah air mata Rafael, melihat perjuangan istrinya melahirkan kedua buah hatinya. Ayasha pun menitikkan air matanya, rasa sakit dan lelahnya seakan terbayar setelah mendengar tangisan kedua buah hatinya.


Tubuh pria itu gemetar saking bahagianya berkali lipat, dan akhirnya menangis bahagia.


CUP


Dikecupnya dengan lembut bibir Ayasha. “Terima kasih atas perjuangan mu, istriku. I love you, Ayasha Elshanum,” ucap Rafael begitu lembut dan hangatnya.


“Terima kasih hubby, sudah jadi suami siaga. Dan semoga akan menjadi daddy yang baik buat kedua buah hati kita,” balas Ayasha.


“InsyaAllah, aku akan menjadi suami dan daddy yang baik dan bertanggung jawab buat sayang dan kedua buah hati kita.”


Tak lama kemudian Dokter membawa kedua baby twin. Rafael begitu terpesona melihat kedua anaknya yang satu sangat ganteng, yang satu sangat cantik, benar-benar perpaduan Rafael dan Ayasha.


Sempurnalah keluarga Rafael dan Ayasha yang kini sudah dikaruniai baby twin. Semoga selalu bahagia sampai akhir hayat mereka.


...THE END...


Akhirnya kisah cinta Rafael dan Ayasha sudah di penghujung cerita, dalam cerita ini mungkin semata untuk menghibur, namun ada sepenggal cerita nyata dibalik kisah Ayasha dan Rafael. Ambil baiknya, dan tinggalkan yang buruknya dalam cerita ini.


Dears Kakak Readers terima kasih telah menemani serta mendukung saya menulis kisah Ayasha dari awal bab hingga akhir bab, dan melalui kisah ini juga saya merasakan jadi juara 1, setelah berulang kali ikut lomba, walau di kisah ini pula saya banyak dapat hujatan.


Melalui kisah ini pula yang telah berakhir, saya dalam kebimbangan untuk karya selanjutnya, karena adanya perubahan peraturan di PF ini. Adakah yang mau menemani saya jika pindah tempat 😔. Doakan saya ya semoga dimudahkan jika banyak yang menginginkan tetap di sini 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Yang mau tahu nanti saya ada karya di mana, follow FB Lina Andriani, terima kasih semuanya.


Lope Lope sekebon 🌻🌻🌻🌹🌹🌹🌹🌻🌻🌻


INFO GIVEAWAY



Ada sedikit rezeki untuk Kakak Readers, bisa dalam bentuk shoppepay/gopay/dana ya. Untuk nama yang di atas mohon hubungi saya secepatnya.



50K


25K


25K


4 - 6. 20K



Tambahan untuk yang selalu menemani dan berkomentar, sebenar banyak tapi karena dananya terbatas pilih 7 orang dulu.



Rosita Elvira


Vivi Lim


Imah Sara


Ayumi


Gusti Mega


Ian Machmud


Tatik R.



Masing-masing dapat 20K, mohon nama yang di atas chat saya ya. Terima kasih semuanya.