Dzifa

Dzifa
Rumah Penuh Kenangan



Ocehan dari semua sahabat nya membuat Dzifa melupakan kesedihannya.


"Aneh deh" Ucap Dzifa membuat Bima meliriknya


"Ada apa?"


"Kok aku jadi pengen makan mie instan pake bon cabe ya, is kayanya mantep banget"


"Jangan mie instan itu gak baik buat kesehatan" tegur Lutfi


"Ihhh kamu mah gitu, Bim bikinin donk" Titah Dzifa dengan wajah memelas.


"Eh ko malah nyuruh aku?" tanya Bima.


"Ya elah Bim, tolonglah" Ucap Dzifa dengan wajah memelasnya.membuat semua teman-temannya menatapnya heran.


"Dzifa sahabat ku yang paling baik,Istri aku bisa cemburu loh"


Dzifa menampilkan wajahnya yang datar, ia menatap sebal pada Bima.


"Perasaan yang Hamil Gina, tapi yang bayak maunya Dzifa ya?" Ucap Willy.


"Gina hamil Will?" tanya Lutfi


"Hehe, Alhamdulillah"


"Anak kamu kan baru satu tahun lebih" Ucap Bima.


"Aku juga gak nyangka bisa di kasih amanah secepat ini, dulu aku nunggu Gina hamil cukup lama nyampe tiga tahunan, namun sekarang gak terencana dan gak terduga tiba-tiba Gina ngasih tau kalau dia hamil lagi saat usia anak pertama kita baru 16 bulan." Jelas Willy.


"Emangnya kamu gak pake pengaman?" tanya Ifat.


"Aku lepas pengapan dan ganti pake pil tapi ya begitu suka lupa, , , hehe" cengir Gina


"Ya gak papa, Aji juga dulu di usia 2 tahun udah punya adik" Ucap khairul.


"Anak itu anugrah.banyak keluarga di luar sana yang menantikan kehadiran buat hati di tengah-tengah keluarga kecilnya namun Alloh tak kunjung memberikannya.maka syukuri karena apa yang Alloh berikan" lanjutnya


"Iya A' saya bersyukur dengan ke hadiaran anak kedua kami."


"Jadi pengen" Celetuk Nura


Bima pun memandang Sang istri dengan tatapan sendu"Sabar ya" Jawab Bimah


"Iya, Jangan di pikirkan" Ucap Nura menguatkan.


"Yang belum, terus ikhiar dan berdo'a semoga di segerakan." Ucap Khairul sambil tersenyum tulus pada Bima yang menatapnya sendu.


"Bim" Panggil Dzifa


"Apa?" jawab Bima ketus


"Masakin lah, please" Ucap Dzifa


"Aku aja yang masakin Mau?"Ucap Lutfi karena sedari tadi Dzifa terus menatap Bima dengan wajah memelasnya.


" Gak"Jawab Dzifa cepat"Bim"Lagi lagi Dzifa merengek.


"Allohu akbar, Apa Dzifa"


"Masakin"ucapnya dengan Manja


"Huuuuu kalo bukan Sahabat udah aku jitak kamu Dzif" Gerutu Bima"Zaujati mas minta ijin masakin Dzifa bentar boleh?"Bisik Bima membuat pipi Nura memerah di balik Cadarnya


"Ya udah sana kasihan teh Dzifanya" Ucap Nura


"Dzif untung aja istri ku baiknya gak ketulungan.kalau enggak habis kamu" Ucap Bima sambil beranjak.


Baru saja sampai ke Dapur Bima sudah mendengar teriakan Dzifa.


"Bima, harus Mirip kaya di bungkusnya" teriaknya


Bima pun kembali berbalik"Apa?"tanyanya


"Harus mirip kaya di Sampulnya" terang Dzifa


berarti harus pake telor, sama sayurnya juga?tanyanya membuat Dzifa memberikan 2 jempol tangannya mengisyaratkan benar.


"Astagfirulloh, Ngimpi apa aku semalam?" tanya Bima pada dirinya sendiri.


Nura hanya tersenyum.mendengar gerutuan suaminya.


"Bima bisa masak kan Nur?" tanya Ifat


"Alhamdulillah Bisa teh" Jawab Nura


"Syukurlah kalau begitu.takut aja entar Dzifa di racunin"


"Iya kan bukan oleh racun juga bisa Fi, kaya pake garem yang banyak kan itu bisa bikin gak enak" Kilah Ifat.


"Gak usah suudzon, aku ngeduda lama." Ucap Bima yang baru aja datang dengan pasenan Dzifa di tangannya."Zaujati mau?"tanyanya pada Nura.Nura hanya menggelengkan kepala tanda ia tak mau.


"Zaujati?" Goda Sandi sambil terkikik


"Sirik tanda tak mampu"


"Lebay" Cibir Sandi.


"Bukan lebay tapi so sweet" jawab Bima.


"Awal nikah emang Gitu, Selalu aja sweet nah kalau udah lama ya begini lah" Ucap Sandi sambil mengedikan bahu.


"Gini gimana?" tanya Bima


"Kaya kamu gak ngerasa aja waktu itu"


Bima melirik pada Nura"Jangan kesinggung ya"Ucap nya di angguki Nura"Dulu aku dan dia masing-masing.kaya gak punya istri"jelas Bima


"Oh iya ya aku lupa" Ucap Sandi.


"Ya, ngapa diem aja?" tanya Bima.


"Mau nimbrung juga bingung mau ngomong apa"


"Gak asik kamu mah Ya"Ucap Bima" Astagfirulloh Fa"lanjutnya sambil melihat dzifa yang sudah selesai memakan mie yang di buat Bima.


"Dzif, gak takut Sakit perut apa?" tanya Willy yang sedari tadi melihat Dzifa di mulai dari membuka bungkus Boncabe saset lalu memasukan dan mengaduk juga memakannya seperti orang yang gak kepedesan


"Gak, ini enak" Jawabnya sambil mengelap keringat di dahinya.


"Ngeri aku ya Alloh" Ucap Willy.


"Emang kenapa?" tanya Gina.


Willy pun menjelaskan apa yang di lakukan Dzifa saat semua mata tertuju pada Bima.


"Kaya Luna waktu ngidam" Celetuk Arya


Saat mendengar arya berucap yang lainnya saling menatap satu sama lain.


"Epek stres jadi pengen makan yang pedes.gak usah mikir kemana-mana deh" Jawab Dzifa cepat.


"kapan-kapan jangan lupa main ke Bandung" Ucap Khairul


"Iya, aku kangen deh rumah rame"sambung Ais


" Kapan mampir ke Rumah ku"Sindir Willy karena selama ini Rumah Willy belum ada yang berkunjung.


"Rumah ku juga jarang di kunjungi" Sindir Ifat di angguki Sandi.


"Makanya kalau mau di kunjungi rumah nya Harus ada isinya" Ucap Dzifa


"Emang rumah kita kosong" Ucap Willy dan Sandi bersamaan.


"Emang"


"Perasaan purniture nya juga bagusan rumah ku dari pada rumah ini"


"Apalagi yang aku lebih bagus" sombong Willy


"Gak perlu bagus, Mewah yang penting nyaman" Ucap Lutfi


"Rumah Dzifa dan Lutfi itu adalah Rumah pertama kita Singgah, Rumah pertama kita bisa kumpul jadi mau kita kemana pun kaya Danu dan Wina tetap mereka akan singgah terlebih dahulu kesini.Rumah ini adalah saksi persahabatan kita.Rumah ini juga rumah tempat kita berkeluh kesah.contohnya saat Bima, Aku, Sandi atau yang lainnya sedang di hadapkan masalah Rumah ini lah yang pertamana di singgahi." jelas Arya.Yang lain hanya mengangguk mengiyakan.


"Semoga persahabatan ini terus berlangsung hingga Jannah" Ucap Khairul.


"Amin"


"Dzif, jangan Jual rumah ini ya" Ucap Arya.


"Ya enggak lah"


"Makasih"


"Untuk?"


Arya menghela nafas panjang"Hanya Rumah ini tempat ku mengenang Cinta"


🌼🌼🌼🌼🌼


uuuuhhhhhhh bingung nyari ide dari kemarin GJ terus ceritanya.aku ambil cerita di eps sebelum-sebelumnya itu dari cerita nyata anak yang minta masuk pesantren jadi bukan halu.


jangan lupa komen ya, bantu Author nyari ideπŸ™