Dzifa

Dzifa
Keputusan kuliah



Bruk


"Aww"


"kenapa?"teriak Danu pada wina saat mendengar suara jatuh yang begitu keras


Wina memegang dahinya yang terbentur dada bidang laki-laki di hadapannya yang entah siapa.dan bolongnya yang terasa sakit.


"Kalau jalan pake mata,kepentokkan jadinya sakit nih!"cerocos Wina.Danu hanya melongo saat tahu yang di tubruk Wina.Khairul kakak dari Arda.


"Khemm"deheman Khairul membuat Wina mendongkakkan kepalanya.


"Hehe kakak!"ucap Wina dengan senyum yang di buat semanis mungkin,ia pun langsung menyambar tangan kakak iparnya itu dan mencium nya.


"Assalamualaikum"ucap Khairul.


"Waalaikum salam"Ucap Danu dan Wina.


"Dimana yang lain?"tanyanya sambil berjalan ke arah kursi tempat Danu berdiri,Danu pun menghampiri dan mencium tangan kak Khairul.


"Semuanya lagi istirahat,baru pada beres makan"jawab Wina"kakak mau minum apa?"tanya Wina.


"Teh manis"


"Oke!"jawab Wina dan berlalu pergi ke dapur.


"Dimana Lutfi?"


"Lutfi di kamarnya,mungkin sedang tidur karena semalam dia tidur baru 2 jam!"jawab Danu.


"Kalau istrinya?"


"Sepertinya sama,mereka tak bisa tidur semalam karena suara dengkuran dan grasuk grusuk jadi semalam mereka tengah malam pindah ke kamar bawah,awalnya Dzifa tidur di ruang tv namun ketika Lutfi memutuskan untuk pindah kekamar bawah Lutfi melihat Dzifa tertidur diapun menggendong nya kekamar!"jelas Danu.


"Kenapa kamu tau sedetile itu?"tanyanya heran


"Ya karena aku dan yang lainnya tadi habis menginterogasi mereka pas sarapan!"jawab Danu sambil tersenyum kikuk.Memang benar Dzifa dan Lutfi di tanyai begitu banyak pertanyaan hingga pertanyaan vulgar pun mereka tanyakan.


"Astagfirullah haladzim,sebegitu keponya kalian?"


"Hehe"jawab Danu cengengesan.


"Dan,Danu anter ke tukang karedok donk?"teriak Ais dari arah taman samping suara yang memekakan telinga


"Astagfirullah haladzim suaranya!"ucap Khairul sambil menutup telinganya,menggelengkan kepalanya.


"Danu"panggil Ais


"Jangan teriak-teriak Ais,sini masuk?"ajak Wina saat melewati tempat Ais duduk sambil membawa nampan.


"Apa?"


"Masuk dulu,jangan teriak ada kakak aku!"ucap Wina


"Wah!siapa?"tanya Ifat antusias.


"Siapa-siapa udah yuk nanti di kenalin,tapi yang sopan ya?"


"Hemm"ucap mereka bersamaan.


"Kakak ini minum nya"Ucap Wina sambil menaruh teh mani yang tadi ia buat.


"Hemm"


"Kak,kenalin ini Luna,yang ini Siska yang itu Ifat dan yang tadi teriak yang paling ujung namanya Ais!nah ini kakak aku kak Khairul"Ais pun mengerucutkan bibir nya karena di sebutkan dia yang tadi teriak,memang benar dia tapi mengapa Wina malah memperkenalkan nya dengan cara seperti itu,jadi kan dia malu.


"Baru aja di kenalin,udah di jatohin!"Ucapnya dengan nada kesal,semua yang mendengar terkikik geli.


"Kamu mau beli karedok?"tanya Khairul pada Ais.


"Iya,soalnya kemarin gak kebagian.aku yang beli tapi ini(menunjuk ke arah ifat)yang ngabisin kan kesel!"jawabnya membuat Khairul tersenyum.


"Tawarin yang lain? jadi belinya sekalian!"


"Enggak mau semuanya cuma pengen gratisan"


"Hahahaaa,Udah beliin gih Dan?nih uang nya!"ucap Khairul sambil merogoh saku jaket nya dan memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan ke Danu.


"Jadi belinya berapa nih?"tanya Danu.


"Aku satu cabe nya 5"


"Aku cabe nya 3"


"kita cabe nya 2"Ucap Dzifa yang baru keluar dari kamar di ikuti Lutfi.


"khem,terserah kamu aja Dan, yang jelas jangan banyak-banyak cabenya."ucap Khairul pada Danu.


"kalau cowok-cowok?"


"beliin aja,sekalian!"


"Oke,"ucap Danu sambil berdiri dan berlalu pergi.


"A Khairul!"panggil Lutfi sambil mencium tangan Khairul


"Yang lain,tuh!"tunjuk Lutfi ke arah tangga disana sudah ada Sandi,Arya,Willy dan Bima.


"Eh kak Khairul,gimana kabarnya?"tanya Bima.Khairul tersenyum ke arah Bima,pertemuan pertama nya dengan Bima waktu itu tidaklah baik namun saat ini berbeda.


"Alhamdulillah,gimana kabarmu?"tanya Khairul balik.


"Alhamdulillah,eh iya ada apa kemari?"tanya Bima sambil duduk di sebelah Khairul sedangkan Arya,Sandi dan Willy setelah menyalami Khairul mereka duduk karpet bersama para perempuan yang sedang sibuk dengan handphone nya masing-masing.


"Aku kesini mau ganti pakaian!"jawab Khairul.Bima membelalakan matanya.


"Kak Khairul itu tinggal di sini!"Ucap Lutfi


"Sama Arda donk?"Pertanyaan itu membuat semua teman-temannya menoleh melihat ke arah Khairul,Bima dan Lutfi yang tengah duduk.


"Enggak,adek di Cimahi dia di rumah Abi dan Umi,sedangkan aku kesini emang ini rumah kan dekat dengan pesantren tempat dulu Lutfi,Danu,Willy dan Wina sekolah,Aku dan Arda pun dulu tinggal bareng di sini sekolah dan mengaji di daerah sini!"jelas Khairul.


"Arda anak pesantren?"


"Hem,kami hanya mengaji setelah pulang sekolah SD,lalu waktu SMP Danu dan Willy di kirim orang tuanya kemari karena orang tuanya adalah anak sahabatnya alm kakek!jadi kami mengaji bareng disini"jelas Lutfi.


"Oh,!"


"Kak,kapan nikah?"tanya Wina


Khairul pun hanya menghela nafas kasar"Kamu?"ucapnya dengan nada sedikit meninggi.


"Cepet nikah ntar ke duluan sama aku!"celetuk Wina sambil cengengesan.


"Orang yang baru patah hati udah dapet yang baru nih?"Goda Dzifa


"Siapa yang patah hati?"tanya Danu.yang baru saja datang membawa karedok makanan khas sunda yang mantul"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"jawab serentak


"Siapa yang patah...


"Karedok"Teriak Ais membuat Danu tak bisa menyelesaikan ucapannya.Ais pun merebut bungkusan yang di pegang Danu"Lama banget sih?"


"Huffh,emangnya makanan nya buatan mesin?jauh lagi belinya!"keluh Danu.


"Adek,baru patah hati?"tanya Khairul pada Wina.


"Emmmm"Wina pun menghela nafas nya panjang sebelum kembali berbicara"Iya"sambil menundukkan kepalanya


"Sama siapa?"tanya Khairul lembut.


"Kang Adi kak,yang nikah sama Ainun kembang desa sini!"jawab Lutfi yang membuat Dzifa memlototinya.Lutfi pun sadar akan kesalahannya ia langsung beranjak mendekati Dzifa.


"Jangan marah"ucap Lutfi sambil mencawil hidung Dzifa


"Siapa yang marah?"jawab Dzifa ketus.


"siapa lagi kalau buka kamu?"


"Enggak,aku gak marah ko..sana jauh-jauh!"Usir Dzifa sambil menatap Lutfi dengan tatapan sinis.


"Ya sudah kalau gak marah!"jawab Lutfi sambil beranjak mendekat ke arah Khairul.


"kirain yang kembang desa itu neng Aini kakaknya Ainun yang suka sama kamu tuh fi?"goda Khairul.Lutfi hanya bisa menggaruk tengkuk nya yang tak gatal,Dzifa sedang marah padanya nah malah Khairul menambahnya,habislah dia nanti.


"Apa kabar ya Aini?adeknya udah nikah apa dia juga sama?"tanya Willy yang langsung mendapatkan jeweran dari Siska.


"Sakit yank,Astagfirullah!"ucap Willy sambil memegang tangan Siska yang baru saja menjewer nya"Denger dulu Aini itu kakak kelas kita di pesantren cuma dia itu katanya suka sama Lutfi karena dulu waktu kak Asof ngelamarnya dia menolak dengan alasan dia suka sama Lutfi,tapi Lutfi tidak menyukainya.dia cantik kulit putih ramah dan sopan tapi aku gak suka sama dia.apalagi Lutfi"jelas Willy


"Iya bener itu,jangan cemburu dulu.eh apa benar Ainun sama Adi?"tanya Khairul.


"iya kak,kemarin aku ketemu sama dia,dan dia bilang kalau Ainun istrinya dan sekarang dia tengah hamil"jelas Dzifa


"Wah,cepat sekali y?kalau kalian kapan?"tanya Khairul pada Dzifa dan Lutfi


"Entahlah!"jawab Dzifa


"Sedikasih nya aja!"lanjut Lutfi sambil tersenyum ke arah Dzifa.


"Kalian mau kuliah ?"


"Iya"jawab Dzifa.


"kuliah dimana dek?"tanya Khairul pada Dzifa.


"Lutfi bilang katanya di Universitas Indonesia,kayanya aku juga disana"Ucapnya dengan wayah bahagia dan tersenyum pada Lutfi.Lutfi yang melihat itu ikut tersenyum.


"Yang bener?"tanya Lutfi.


"Emangnya kamu beneran mau kalau aku ke London,di sana aku gak ada yang jagain lo?"goda Dzifa dengan memainkan matanya.Lutfi pun terdiam.


"Tapi...


"Tapi aku mau liburan ke sana seminggu aja!"ucap Dzifa memotong ucapan Lutfi.


"Oke!"jawab Lutfi pada Dzifa ia pun tersenyum lega karena dia tak akan jauh dari Dzifa.


"Terus kalian?"tanya Khairul pada yang lain.