Dzifa

Dzifa
Tegang



Liburan sekolah telah usai,2 minggu berlalu anak-anak SMA itu telah masuk kembali ke sekolah.


"Ais,are you oke?"tanya Bima saat melihat Ais tengah memegang perutnya


Ais pun mendongkakkan kepalanya Dia tersenyum kecut ke arah Bima


"Lu sakit?"tanyanya lagi yang hanya di jawab senyuman


'masa gw ngomong sih kalo gw lagi sakit perut,gara-gara dateng bulan kan malu'


"kenapa si Ais?"tanya Dzifa yang baru saja datang yang di Ekori Lutfi.


Bima yang fi tanya hanya mengerikan bahu,Dzifa yang tau maksudnya segera melirik ke arah Ais


"Jatuh tempo lu Is?"tanyanya


"Ya."


Pertanyaan yang Aneh dan hanya di jawab 'Ya' itu membuat ke 2 laki-laki itu bingung!"


"Udah sarapan?"


"Perut gw ngilu!"keluh Ais


"Ya Udah,gw ke kantin dulu beliin lo makanan"Ujar Dzifa


"Gw aja yang beliin makanan!"tawar Bima


"NO"teriak Ais panik


"Why?"ucap Bima bingung


"Fa,Lu aja sekalian...."


"Udah gw aja,lu mana tau kebutuhan cewek?"Ucap Dzifa sambil berlalu menjauh dari Ais,Bima dan Lutfi


Bima memandang Lutfi seakan-akan bertanya,ada apa?dan kenapa?Namun Lutfi pun tak tau dan tak mengerti bahasa yang di gunakan Ais dan Dzifa.ia hanya bisa mengedikkan bahu dan berlalu menuju ke mejanya.


"Kenapa Ais Bim?"tanya Ifat yang baru saja datang dengan Siska dan juga Luna


"Curiga gw,lo lagi PMS ya!"ucap Luna yang mendapat anggukan dari Ais


"Ohhh itu,napa lo gak ngomong!"Ucap Bima


"Somplak lu"Ucap Ifat sambil memukul kepala Bima dengan keras hingga sang empunya mengaduh


"Mana ada cewek ngomong sama cowo soal gituan Ege!"ucap Luna sambil menoyor kepala Bima


"Siksa aja gw sekalian!"ucap Bima kesal karena telah mendapatkan pukulan dan toyoran di kepalanya.


"Emang lu pantes di siksa"Jawab Luna.


"Jahat lo!"


"Is ke UKS aja,biar nanti makan obat pengurang rasa sakit dan lu bisa istirahat"Ucap Siska yang merasa Iba melihat Ais yang sedari tadi mengaduh memegangi perutnya.


"Linu ya,biar gw bantu"ucap Luna


"Emang Sakit banget ya?"tanya Lutfi


"Ya ialah,ini tuh makanan perempuan tiap bulan,kadang bisa sampai pingsan"


"Hah,sesakit itu?"tanya Bima


"Yes,Hebat bukan?tapi kami bisa melewatinya setiap bulannya dengan baik, meski di awal sungguh sangat menyakitkan.belum lagi nanti setelah menikah harus melahirkan dan itu katanya lebih sakit,belum lagi menyusui,Oh my good ?"Jelas Ifat


"Semua itu bernilai pahala,maka dari itu Alloh memuliakan seorang perempuan melebihi laki-laki"ucap Lutfi.


"Emang iya tapi lebih baik laki-laki jangan sakiti perempuan,terima perempuan apa adanya,bahagiain dia,dan jangan sampai ia menangis,sudah cukup ia menangis dan merasa sakit setiap bulan karena tamu yang datang padanya!"timpal Siska


"Udah deh gak usah pada ngobrol,bantuin Ais ke UKS"Ucap Luna


"Gw gendong"Ucap Bima yang langsung menggendong Ais tanpa mendengar persetujuan dari sang Empunya.


Di lorong menuju UKS Ais terus memberontak ingin di turunkan,namun bima tetap saja menolak,ia merasa Iba dan kagum atas apa yang di hadapi setiap perempuan pada setiap bulannya.


☺☺☺


"Di bawa kemana Ais?"Tanya Dzifa pada Lutfi.iya baru saja sampai di kelas setelah membeli makanan dan obat untuk Ais


"UKS"Jawab Lutfi


"Sama siapa?"


"Tadi di gendong Bima dan di ekori Siska dan Luna"


"Injem mobil lo donk?"ucap Dzifa,Lutfi langsung mendongkakkan kepalanya


"Gw mau anterin Ais balik!"Jelas Dzifa.


"Gak usah,biar Bima aja!"Ucap Lutfi sambil bangkit dari duduknya.


"Ke UKS,nganterin tas Ais sambil nyuruh Bima anterin Ais pulang"


"Oh,gw ikut"


Mereka pun pergi ke UKS sama-sama.Sesekali Lutfi melihat ke arah Dzifa.


"Wanita Hebat"Ujarnya dalam hati


☺☺☺


Lutfi dan Dzifa sedang bersantai di ruang tv.mereka sedang melihat acara kartun dan menikmati cemilan dan buah-buahan.


Ting tong ting tong


Suara bel Apartemen pun berbunyi,mereka saling tatap seakan bertanya siapa yang datang sore menjelang malam seperti ini,apa teman-teman sekelas?atau siapa?bagai mana kalo teman-teman sekelas?apa yang akan mereka jelaskan?dan banyak lagi pertanyaan yang bersarang di kepala mereka.


"Lu yang buka,gw yang ngumpet"ucap Dzifa sambil beranjak pergi kekamar.


Lutfi pun melangkahkan kakinya ke arah pintu,dengan wajah yang penuh dengan kecemasan.


"Assalamualaikum"Ucap Abi,Umi,Ayah dan Ibu serentak.


"Waalaikumsalam,Abi,Umi,Ayah Ibu!"ucap Lutfi


"Mana menantu Umi?"tanya Umi Santi yang langsung nyelonong masuk di ikuti semuanya


"Lagi di kamar Mi"Jawab Lutfi


"Jam segini?"tanya Ibu Laras


"Baru saja masuk kamar ko buk!"


"Kenapa?"tanya Umi Santi


"Kirain tadi bukan Umi yang datang"Ucap Lutfi,Umi Santi yang paham kalo mereka takut pernikahannya ketahuan oleh teman-temannya.


"Dzifa buka pintunya nak,ini Umi Sama Ibu nak disini juga ada Ayah sama Abi"Ucap Umi Santi sambil mengetuk-ngetuk pintu.


"Oh kirain orang lain,Ucap Dzifa sambil membukakan pintu.


"Makanya jangan suudzon dulu"


"Antisipasi lah bu"


"Kaya yang gak punya surat nikah aja"


"Is Ibu,nyebelin"jawab Dzifa berlalu meninggalkan Ibu dan Umi nya pergi menghampiri Abi dan Ayahnya.


"Yah tumben?"ucap Dzifa


"Tumben apanya?"


"Emangnya gak lagi sibuk?"


"Emangnya Ayah gak boleh main kisini?"goda sang Ayah


"Gimana perihal cucu,udah di proses?"Ucap Abi Rudi Yang membuat Dzifa dan Lutfi tersedak


"Bi,jangan ngaco deh,kita masih sekolah!"ucap Lutfi


"Tapi udah di coba kan?"goda Ayah Budi


"Ayah jangan mulai deh,udah ah Dzifa mau kekamar aja kalo terus ngomongin itu."ucap Dzifa kesal.


"Hahahaaa,becanda nak!"ucap sang Ayah"Lucu deh kamu kalo lagi marah gini"sambil mencubit pipi Dzifa


"Jangan cubit-cubit pipi ku ayah.sakit,nanti merah kaya tomat"Ucap Dzifa sambil mengelus pipinya


"Abi dan semuanya kesini mau nanyain perihal langkah kalian kedepannya?"ucap Abi Rudi


"Kalian kan akan segera lulus,kalian mau lanjut kuliah kemana?"tanya Ibu Laras


"Aku sih maunya di London"Ucap Dzifa


"Kalian ber2 mau nerusin kuliah di London!"tanya Ayah Budi


"Enggak yah.kaya nya aku di sini saja,karena kalo aku pergi ke London siapa yang akan ngurus bisnis kita,dan kitakan baru aja beli toko sebelah yang rencananya mau di pake untuk fashion wanita.jadi masa mau di tinggal dan lagi toko kan gak mungkin abi atau yabg lain bisa handle kan beda bidang"jelas Lutfi.


"Dzifa lihat Ibu,kamu mau jauh-jauh dari suami kamu?mau jadi istri durhaka kamu mmninggalin suamimu,suamimu bukan kacung yang harus bekerja untuk kemauan istrinya saja!"bentak Ibu Laras


kekasaran yang di ucap Ibu laras begitu menyayat hati Dzifa dan lutfi.Dzifa hanya bisa menangis mendengar ucapan itu.


"Bu jangan salahkan Dzifa,itu hanya pendapat dan ke inginan Dzifa!"Ucap Lutfi yang tak tega melihat istrinya di bentak seperti itu.


"Jangan bela dia Lutfi!"Jawab Ibu laras.


"Bu,dia istri saya,biar saya yang mengajari nya dan biar saya dan Dzifa menyelesaikan ini semua"Ucap Lutfi sambil berdiri menghampiri Dzifa dan meraih tangannya menuntunnya kekamar.


"Hahahaaa kalian mau kemana?"Ucap ibu Laras sambil tertawa