
Semua yang ada di sana membisu,tak ada yang berani bicara apapun setelah mendengar Ucapan Wina yang penuh emosi.
Lutfi yang menyadari Dzifa tengah berdiam melamun dengan tatapan kosong ia pun mendekatinya dan memegang tangannya.
"Dzifa lo udah maafin dia?"tanya sandi memecah keheningan.
Dzifa yang di lontari pertanyaan itu berdiam diri dan menatap Lutfi.
"Aku_ aku akan belajar memaafkannya."ucapnya sambil tetep menatap Lutfi.semuanya yang ada disana menatap Dzifa tak percaya sedangkan Lutfi tersenyum.
Apa yang di lakukan Arda memang hal nya membuat Dada Lutfi sesak,siapa yang tak akan merasa sesak wanita yang ia sayangi dan cintai seluruh tubuh nya di lihat malah di ciumi oleh laki-laki lain.namun beruntungnya ia tak merenggut kesucian Dzifa.
"Alhamdulillah Dzifa.Dzif,Kewajiban orang yang berakal adalah hendaknya ia menguatkan jiwanya untuk memaafkan orang yang berbuat salah terhadapnya.dan tidak membalas keburukan dengan keburukan lagi.
dalam QS Ash-Shura ayat 40 menerangkan 'Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal.tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat)maka pahalanya dari Alloh.Sungguh dia tak menyukai orang-orang zalim.
contohnya ketika orang berkata kepada kita "kamu bodoh" dan kita menjawab "kamu juga" itu boleh karena itu sama.namun untuk membalas keburukan dengan keburukan yang sama adalah hal yang sulit,malah dapat di katakan mustahil.maka lebih baik kita berlapang dada untuk memaafkan nya.kita akan mendapat pahala dari kesabaran dan ke ikhlasan yang kita lakukan dalan menghadapi masalah yang datang terhadap kita,masalah demi masalah yang datang adalah ujian seberapa sabar dan tegar kita menjalani ujian itu,dan anggap ujian yang datang adalah ujian untuk mengukur seberapa dewasa kita menghadapinya"Jelas Luna.
Arya yang mendengar penjelasan Luna tersenyum bangga,ia akan berjuang setelah ia bisa menyelesaikan masalah keluarganya ia akan datang ke keluarga nya Luna meminta Luna menjadi istrinya. Tak salah aku memilih mu ucapnya dalam hati
"iya benar kata luna,dulu pun Aisyah Radhiallahu 'Anha pernah di tuduh berzina dengan seorang sahabat dan gosif itu menyebar seperti halnya yang terjadi pada Dzifa dan kamu Bima.memaafkan memang lebih sulit dari pada meminta maaf,meminta maaf itu adalah rasa rumasa (kesadaran hati)akan suatu ke salahan yang akan atau telah berujung penyesalan dan itupun memang menyiksa untuk yang melakukan kesalahan apa lagi tidak dapat mendapatkan maaf.sedangkan bagi seorang yang memaafkan,memaafkan itu mudah di ucapkan namun untuk melupakan suatu hal yang terjadi itu sangatlah sulit,tidak cukup satu dua bulan malah berpuluh-puluh tahun pun kejadian itu akan terus terngiang di kepala dan saat mengingat itu akan ada rasa sakit yang datang pada hati.
dalam Al-Qur'an surat an-nuur ayat 22 menerangkan 'Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.Apakah kamu tidak suka bahwa Alloh mengampunimu?Dan Alloh mata pengampun lagi maha penyayang'."Lutfi pun menatap Dzifa lekat dan melanjutkan ucapannya.
"jadi kalau kamu mau memaafkannya jangan hanya dari mulut namun aku harap itu dari hati,karena kalo bukan dari hati suatu saat,saat kamu bertemu lagi dengan nya kamu akan mengingat lagi hal yang mengerikan itu dan itu akan membuat dadamu sesak,dan saat dia menyinggungmu mungkin kamu akan menguak lagi luka yang telah terkubur itu.maka kamu harus sepenuhnya memaafkan dari hati bukan hanya di lisan"jelas nya
"Kamu mau bantu?"tanya Dzifa dengan mata berbinar-binar menatap Lutfi
"Dengan senang hati,yang jelasnya kamu harus lebih mendekatkan diri pada sang pencipta,karena Dialah sang maha pembolak balik hati"ucap Lutfi sambil tersenyum menatap Dzifa yang tersenyum terhadapnya.
"Ko gw jadi baper ya,liat lo berdua?"ucap Ais
"Aissssss!"teriak Arya geram.
"Kenapa?"tanyanya tanpa rasa bersalah.
"Astagfirullah gw punya temen ege bener!"jawab Arya sambil memijat pelipisnya
"Lo ngancurin suasana!"celetuk Ifat
"Ko...."
"Ko apa?"tanya Sandi.
"Gw gak nyangka lo,sama Luna ternyata paham banget sama Agama?"ucap Bima yang sedari tadi diam mencerna apa yang di ucap Luna dan Lutfi.
"Gak juga,gw masih tahap belajar!"jawab Lutfi"Semuanya juga bisa ko?"
"Lo kan anaknya ustad,ya masa lo gak ngerti agama?"Ucap siska
"Gak semua anak ustad paham akan agama Sis,karena pemahaman agama itu bukan hanya karena didikan tapi penyerapan dan penerimaan,maksudnya bila seorang anak di didik oleh orang tuanya tentang kebaikan dan mereka menerimanya dengan ikhlas maka mereka akan bisa paham dan mengamalkan apa yang orang tuanya ajarkan.Siska gak semua anak ustad akan menjadi ustad begitupun anak preman gak semuanya jadi preman karena pemahaman dan pemikiran seseorang itu berbeda-beda."jelas Luna.
"Oh gitu ya,berarti Willy juga bisa donk jadi lebih baik?"
"Bisa lah"jawab Luna
"Emang nya kurang apa sayang?"tanya Willy
"Kurang iman!"jawab Siska.
"Ko kurang iman?"
"Iya karena setiap chat atau nelpon pasti yang di ucap hal-hal mesum!"jawab Siska yang membuat Willy tersenyum kikuk karena malu,dan yang mendengar ucapan Siska semuanya tertawa..
"kalo gitu halalin aja Will. karena kalo pikiran lo udah terus kesana itu gak baik Dosa!"jawab Lutfi
"Kita masih sekolah Fi,Gak mungkinlah kita nikah sekarang dan lagi gw masih mau kuliah dan si Willy juga belum kerja!"jawab Siska.
"Soal kerjaan sih Alhamdulillah gw udah punya penghasilan sendiri Yank!"bela Willy
"Omongin aja baik-baik dan jangan dulu emosi,soal masalah kuliah dan kerja menurut gw itu bukan hal yang rumit kalian bicarakan aja gimana baiknya,dan soal masalah nikah dari pada kalian berduaan terus kemana-mana tanpa ikatan yang jelas lebih baik nikah.kalian konsultasi kan dulu aja sama keluarga kalian biar lebih apdol"jelas Lutfi.
"Terus kalian berdua?"tanya Siska.
Lutfi dan Dzifa tersenyum kikuk."Udah mau bel,lebih baik kita sambung nanti ya!"ucap Dzifa sambil berdiri.merekapun mengikuti titah Dzifa dan membubarkan diri karena tinggal beberapa menit lagi bel masuk berbunyi.termasuk Wina dan Danu yang berbeda kelas.
☺☺☺
"Kenapa sih laki-laki nyelesaiin masalah harus pake emosi!"tanya Wina pada Danu.
"Gak semuanya?"
"Tapi coba lo liat,Bima yang biasanya lembut sama gw tadi dia nunjuk-nunjuk dan bentak-bentak gue.baru kali ini ada yang berani setega itu sama cewe,,,!"
"Lo suka sama Bima?"
"Gw.... Gw cuma ngerasa nyaman sama dia.entah lah gw juga bingung apa ini yang namanya suka atau cuma sebatas nyaman!"jawabnya.
"Udah lah mending kita ke kelas,lupain yang tadi anggap aja gak terjadi...namanya juga pertemanan pasti ada aja masalah,dan jadikan masalah yang tadi sebagai pembelajaran menuju dewasa jangan jadi dendam dan berlanjut permusuhan."Jelas Danu.
"Ya bener kata lo,dan lagi untuk apa di perpanjang gak guna!"jawab Wina.Wina sosok yang manis entahlah hanya itu yang terlintas di pikiran Danu.
☺☺☺☺☺☺☺