
Dzifa menangis saat setelah ia mendengarkan penuturan Bima tentang mengapa ia belum juga melamar Nura.
Bima sangat mencintai Nura namun ia takut mengecewakan Nura.ia takut apa yang di ucapkan Alexa tentang dirinya yang tak akan mendapatkan keturunan menjadi sebuah kenyataan.
Itu adalah sebuah kenyataan yang tak ingin di alami.Bima tak mau egois, ia tak mau masa depan Nura hancur karena nya.
"Kamu kenapa?" tanya Lutfi sambil duduk di tepian kasur.
Dzifa berhambur memeluknya, mencurahkan rasa sakit di hatinya.Sahabat mana yang tak sedih bila mendengar kabar buruk tentang sahabatnya sendiri.
"Kenapa Hem?" Tanya Lutfi, namun Dzifa tetep Bungkam.
"Kalau sudah siap cerita kasih tau ya?" tanya Nya lagi sambil terus mengelus rambut Dzifa
Dzifa mendongkak"Maaf aku gak akan cerita"
"Kenapa?"
"Itu bukan Hak aku"
"Iya, aku mengerti.Kita memeng Sepasang Suami Istri tapi memang ada suatu hal yang cukup disimpan sendiri" Jelas Lutfi.
"Maaf"
"Gak usah minta maaf, aku tau itu pasti masalah yang datang dari luar.dan tak menyangkut kita"
"Bima lebih berhak atas ceritanya" Ucap Dzifa.
"Iya, Aku paham.Jaga slalu amanah itu, karena Amanah itu berat"Dzifa mengangguk patuh.
Manikah bukan berarti tak ada Rahasia, satu sama lain.entah itu apa?yang jelas lebih baik menyimpan cukup di diri sendiri dari pada membuat kesalah pahaman.Meski masalah Sahabat Dzifa tak menyangkut dirinya namun Dzifa tak berhak menceritakannya pada orang lain.Bukankah Amanah itu berat?lebih berat dari pada mengangkat Air Galon Bukan?
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Di sisilain Bima yang telah sebulan menjadi seorang pengangguran hanya duduk diam di rumah.ia setiap hari hanya menghabiskan Waktu dengan diam di depan kolam ikan.
Ia jarang sekali pergi.kecuali persediaan makanan di rumah telah habis.atau pengajian rutin.
Teman-teman Bima tak ada yang tau kalau ia telah keluar dari pekerjaannya juga pindah rumah ke sebelah rumah Dzifa.
Rumah Bima seperti Rumah yang tak berpenghuni, memiliki taman yang cukup luas di depannya.namun tak terurus jadi baik Dzifa atau Lutfi menganggap rumah itu seperti rumah kosong.
Drtttttt drtttttttt
Handphone Bima pun berbunyi.ia mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelpon.
" Assalamu'alaikum"Ucap Bima
"......." Tak ada jawaban dari sebrang sana, Bima menatap Handphonenya disana tertera no Asing.
"Maaf dengan siapa ini?" tanya Bima
"Hallo"
tut tut tut
Panggilan pun berakhir tak ada suara dari sebrang sana.namun tak beberapa lama ada notivikasi pesan beruntun masuk disana tertera nama Wina.
Wina
Assalamu'alaikum.
Bim,Nura ada yang meminang?
Namun ia belum memberi keputusan.
Sepertinya ia masih menunggu mu.
Aku berharap kau memberi kepastian.
Kau pernah bilangkan akan datang?tapi kamu tak datang-datang.
Jangan buat adik ku berdosa Bim.
Berilah kepastian untuknya.
Ku berharap kamu bersikap dewasa dan harapanku kamu akan jadi adik ipar ku.Aku lebih Ridho Nura bersama mu.
Tak terasa Air mata Bima menetes dengan sendirinya."Maaf"Itu yang terucap dari bibirnya.
Ting
Danu
Assalamu'alaikum.Besok ngumpul yak Bro di rumah Dzifa, kebetulan Ais dari bandung pun datang.
Pesan itu menambah kekalutan pada Hati Bima.Apa yang harus ia lakukan ia takut bila mengecewakan Nura, wanita solehah nan menyejukan hati.
Bima pun beranjak lalu berjalan cepat melewati rumah nya.tujuannya saat ini adalah Dzifa dan Lutfi.Ia tak peduli meski waktu telah menunjukan pukul 10 malam.
Ia tak mau menyakiti hati Nura namun ia takut kalau apa yang di Ucap Alexa tentang dirinya yang mandul itu benar.
Bima terus berjalan melewati gerbang, sampai-sampai satpam yang menyapanya pun tak ia sahuti.
Tok tok tok
Namun tak ada jawaban
Tok tok tok
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam" Jawab dalam rumah.
Ceklek.
Bugh
Lutfi sampai terhuyung kebelakang karena pelukan tiba-tiba Bima.Lutfi ingin sekali memarahi Bima namun ia urungkan karena ia merasakan getaran dari tubuh Bima.Sepertinya Bima tengah menangis.
"Bim"
Bima tetap Diam dalam posisi memeluk Lutfi.
"Ada apa ini?" tanya Dzifa yang baru turun dari kamar nya yang berada di lantai 2
"Gak tau, ini tiba-tiba" Ucap Lutfi sambil menunjuk ke arah Bima yang masih di posisinya
Dzifa tau Bima butuh solusi dari apa yang tengah ia hadapi.dan kali ini adalah ujung dari pertahanannya.
"Bim, Ayo duduk dulu, kita bicara" Ucap Lutfi.sedangkan Dzifa telah pergi membawakan Air untuk Bima ke dapur.
"Bim" Ucap Lutfi setelah Bima meminum air yang di berikan Dzifa.Kini mereka telah duduk di ruang tamu.
Bima memberikan Handphonenya.tertera di sana pesan dari Wina.
"Aku tak mau menghancurkan masa depan Nura.dengan kondisi ku saat ini aku merasa tak pantas mendapatkan Wanita shalehah sepertinya." Jelas Bima.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Dzifa.Lutfi masih tetap Diam ia masaih belum mengerti apa yang terjadi pada Bima.
"Aku akan mematahkan hatinya.Patah hati tak akan menghancurkan masa depannya bukan?" tanya Bima sambil tertawa Sumbang.
"Bim, Jujurlah apa yang terjadi padamu?apa yang ada pada hati mu?curahkan semuanya.jangan ada yang kau tutupi" Ucap Lutfi.
Bima menatap Lutfi"Agar semua orang tau Aib ku?"
"Aib?"
"Bima Mandul." Ucap Dzifa sambil tertunduk
"Mandul?" Ucap Lutfi tak percaya
"Ia, itu yang di katakan Alexa"jelas Dzifa
"Dan kamu percaya?" tanya Lutfi"Apa ada buktinya kalau Bima Mandul?Mungkin itu hanya penyakit yang biasa terjadi karena Bima yang jarang oleh raga dan mungkin karena Stress memikirkan banyak pekerjaan."
"Fi?" Ucap Bima
"Semua gak ada Buktinya kan?kenapa kamu tak memeriksakannya dulu?" Tanya Lutfi menyela Bima
"Aku takut"
"Takut?Apa yang kau hasilkan dari kata Takut?Hantu?Hantu itu gak ada.yang ada Hantu dalam diri kamu karena ucapan Alexa"
"Fi"
"Apa?" Tanya Lutfi"Bim, Orang yang selalu di sibukan dalam pekerjaan sepertimu kadang mereka di hadapkan dengan penyakit yang akan berdampak pada sel ****** mereka.itu terjadi karena terlalu lelah bekerja, stress, pola makan yang buruk dan juga karena mereka jarang malah tidak berolah raga.Bim, kamu masih Muda.Aku yakin kamu akan memiliki Buah hati, darah daging mu sendiri.yang perlu kamu lakukan adalh Sabar dan terus berikhtiar.Datangilah Dokter dan konsultasikanlah pada mereka.Insya'alloh semua akan baik-baik saja.Besok aku yang akan mengantarmu"Ucap Lutfi.
"Makasih Fi" Jawab Bima
"Iya, Soal masalah Besok anak-anak akan kemari kamu tak perlu pikirkan.mereka akan datang siang.Selepas kita dari Rumah sakit bila Nura,Nisa dan Wina ikut kita akan cari solusi dengan mereka.kita hadapi sama-sama" Jelas nya.
Bima pun mengangguk mengiyakan.Lutfi dan Dzifa bagai sodaranya karena mereka begitu peduli pada sesama.
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Assalamu'alaikum.
kemarin udah end?tapi sekarang ko udah update lagi?pasti pada nanyanya gitu...hihi
Maaf ya, kemarin lagi stuk ide dan juga Authornya sakit.do'ain Author sehat terus ya.dan mudah-mudahan tulisannya bisa sedikit menghibur, maaf kalau GJ.
jangan lupa like and komen kalau bisa Vote juga๐
Gak papa ko komennya next doang juga.Author malah seneng berarti ada yang baca kaya Author yang GJ ini.
Insyaalloh di lain Waktu bakal ada ilmu-ilmu gak kaya tulisan hari ini yang hanya menuliskan konflik๐