Dzifa

Dzifa
sedekah



"Kiya" panggil Gina


"Yeh Alhamdulillah" Ucap Kiya senang.


"Kirain bakal aku yang dapet" Ucap Ifat.


"Lagi BU (Butuh Uang ) fat?"tanya Sania.mereka sekarang sedang berkumpul di acara arisan yang di adakan Gina.


Istri dari Willy ini mengadakan arisan untuk mempererat tali siraturahmi antar teman dan sahabat juga keluarga.Rumahnya yang selalu sepi apa lagi saat anak dan suaminya kerja dan sekolah.membuatnya ingin keluar dan menghabiskan waktu di luar.namun kali ini tidak lagi ia sekarang memiliki sedikit kesibukan seperti saat ini mengadakan Arisan di rumahnya dan pengajian bersama yang lain.


" Enggak juga"


"Eh iya, kita langsung ke mesjid aja gimana?" tanya Sintia.


"Yuk,bawa mobil siapa nih?" Tanya Vania


"Ada waktu 45 menit lagi, apa gak sebaiknya jalan aja gimana? toh masjid nya juga gak terlalu jauh"Usul Nura


Semuanya saling pandang, kecuali Dzifa yang tersenyum simpul menanggapi usulan Nura.


" Tapi lumayan loh kalau jalan kaki, nanti bakalan sakit lutut"Ucap Sintia.


"Iya, aku juga suka kesemutan." timpal Vani.


"Kalau aku sih kuy aja lah mau naik mobil atau jalan juga" Ucap Santi salah satu teman Gina.


"kalau aku sih takut epeknya?"keluh Gina


"Makanya sempetin dalam seminggu satu atau duakali olah raga.gak usah yang berat-berat.jalan-jalan di taman komplek atau muterin komplek dengan jalan kaki juga itu lebih baik dari pada hanya diam di rumah" Jelas Dzifa.


"Males Dzif" Keluh Kiya.


"Iya aku juga awalnya gitu.tapi ini kan demi kesehatan, umur bertambah keluhan pada badan pun takan terelakan Ki.kalau kita gak banyak gerak, ya persendian kita akan kaku dan akibatnya pasti kaya sakit lutut, pinggang, dan tulang punggung."


"Kaya aku donk sekarang" Keluh Santi


"Ya begitulah, berat badan pun nambah kan?"


"Iya"jawabnya sambil memegang perut yang berlemak.


" Terus gimana ini kita sekarang?mau nyoba jalan atau mau naik mobil?"tanya Dzifa


"Nyobain jalan aja gimana?hitung-hitung latihan olah raga" Ucap Santi.


"Serius?" tanya Dzifa


"Iya" Jawabnya sambil mengangguk.


"Aku sih Yes" Ucap Ifat dan Gina.


"Yang lain?" tanyanya kepada yang lainnya.


"Ayo, dan menurutku ada baiknya kita kosongkan waktu untuk olah raga bersama, kaya yoga, jumba, erobik atau lainnya." Ucap Kiya


"Harus ada yang megang.dan lagi harus husus wanita" Ucap Dzifa.


"Teteh aja gimana?"tanya Santi


Dzifa tersenyum" Jangan deh.aku banyak urusan.Ifat aja gimana?diakan punya tempat gim?"


"Gimana mbak?" tanya Santi pada Ifat.


"Soal tempat gampanglah, Waktu aja dulu.sesuain sama orang sibuk" Sindir nya pada Dzifa.


Dzifa hanya tersenyum di sindir seperti itu.pekerjaannya memang banyak dan cukup menyita namun ia selalu meluangkan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan sahabat, teman dan sodara.juga anak dan suaminya.


"Minggu pagi gimana?" tanya Kiya.


"Jangan deh,Hari minggu itu time is Familly gaboleh di ganggu gugat" Jawab Dzifa cepat.


"Kaya Pengantin baru aja" Ucap Vani


"Harus donk, agar selalu harmonis.mengantisifasi adanya Pelakor, kan lagi musim tuh"Jawab ifat


"Udah ah gak usah di bahas, nanti ujung-ujungna ke sorean, gak kebagian denger tausiah deh" jawab Dzifa.


"Ya udah yuk." Ajak Vani.


Mereka pun berjalan beriringan ke mesjid yang jaraknya lumayan.


30 menit waktu yang di butuhkan mereka berjalan kaki ke mesjid tak ada keluhan terlontar dari siapapun.mereka berjalan tidak terlalu cepat dan terlalu pelan.mereka berjalan dengan obrolan-obrolan ringan yang meringankan langkah mereka.


"Mana mobilnya Mba Kiya?" tanya Mia salah satu Ibu-ibu yang selalu ikut pengajian di mesjid tersebut.


"Oalah, terus kesininya naek apa?" tanya Mia


"Kami jalan kaki" Jawab Santi.


"Jauh loh" Ucap Mia


Santi dan Kiya tak menjawab, kalau di bilang jauh memang benar jauh.karena sedari dulu Kiya ataupun Santi tak pernah berjalan sejauh itu dengan tujuan seperti saat sekarang ini.namun kalau jalan-jalan di mall, muterin mall sih mereka sering.


"Lebih jauh, lebih banyak Pahala yang di dapet mbak." Ucap Nuri.


"Benar itu Nur?" tanya Santi.


"Benar Mbak,itu yang saya baca dari salah satu buku."


"Alhamdulillah" Ucap Santi dan Kia bersamaan.


"Ya udah yuk kita masuk.keburu pengajiannya di mulai" Ajak Nuri.


Mereka pun semua masuk ke dalam Mesjid.Kecuali Dzifa dan Ifat


"Ada masalah?"


"Hem"


"Apa?"


"Gak apaapa" jawabnya.


"Eh iya besok aku mau liat pembangunan mesjid, kamu mau ikut?" ajak Dzifa.


Ifat tersenyum"Dzif, kamu kok nambah kaya sih?sedangkan kamu dan Lutfi terus saja membatu orang"


"Membantu sesama kan suatu kebaikan Fat"


"Iya sih."


Dzifa menatap Ifat lalu tersenyum"Orang yang sedekah, gak akan ke habisan Harta"


"Kamu percaya itu?" tanya Ifat sambil menatap Dzifa penuh selidik.


Dzifa mengangguk"Malah Alloh akan ngasih rejeki berkali-kali lipat dan tabungan Akhirat takan berkurang"


"Beneran?"


"Shercing aja di google, aku gak bisa jelasin panjang lebar" Jawab Dzifa


"Kenapa?"


"Karena aku bukan Ustad.aku di kasih tau oleh Lutfi tentang itu dan aku kasih tau ke kamu"


"Oh pantesan."


"Lebih baik diam kan dari pada so tahu,"


"Iya, nanti aku cari tau deh di google atau youtube sekarang kan ilmu mudah di cari tinggal klik langsung muncul."


"Iya, hanya kita harus pinter milih-milih dan jangan sampai kita terjerumus pada hal-hal yang gak baik"


"Sip Dzif, Makasih ya"


"Untuk?


" Segalanya"


"Sesama Sahabat kan harus saling"


"Dan aku beruntung bersahabat dengan mu" Jawab Ifat.


Dzifa hanya tersenyum menanggapi ucapan Ifat.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Alhamdulillah bisa Up, udah lama banget gak up karena kurang sehat๐Ÿ˜… tapi Alhamdulillah sekarang udah sehat.Mungkin karena kangen Mamah jadi harus pulang dulu ke tasik dan tadaaaa bisa up deh tiap hari meski di beda-beda judul.


Ramein ya semuanya๐Ÿ‘


Dan maaf bila tulisannya ada yang kurang atau Gak jelas๐Ÿ˜Š


Next insya'alloh akan lebih baik dari hari ini๐Ÿ˜