
"Dzifa"
Suara menggema yang tak asing lagi bagi Dzifa,di waktu dulu.Dzifa menoleh dan mendapati seorang berkulit putih bertubuh tegak dan tampan ia adalah laki-laki yang pernah ada di masa lalunya saat ia SMP.laki-laki yang mungkin lebih pantas di sebut seorang yang menghancurkan apa yang ia banggakan di masa itu.
"Lama tak jumpa?"tanyanya sambil mengulurkan tangannya.
"Ada yang bisa saya bantu?"jawab Dzifa pada Arda
"Lo jadi pelayan di toko ini ?" tanyanya yang terselip banyak pertanyaan dan bingungan.
"Hemm"
"Gimana kabar lo ?"tanya Arda
"Baik!"jawabnya ketus
"Lo kerja di sini?"tanyanya sambil meraih tangan Dzifa namun Dzifa terlebih dahulu menepisnya
"Hem"
"Hahahaaa seorang mantan ketos sekarang jadi pelayan?OMG keren keren keren !
salut gw sama lu,IQ lu tuh di gak jongkok loh,tapi ko mau-maunya jadi pelayan?dan kan lu itu orang kaya kan tapi kok?"tanyanya
"Hem,kalo tak ada yang mau di tanyakan atau di bantu silahkan anda keluar dari toko ini tuan?"jawabnya tegas dan penuh penekanan
"Selow bro,,,hahahaa"
Dzifa pun melangkahkan kakinya menuju kasir dimana Lutfi sedang berkutat dengan mesin pembayaran maklum hari ini hari minggu dan kebetulan ramai pengunjung.
Namun langkahnya terhenti karena tangan nya Dzifa di genggam begitu erat oleh Arda.
"Mau kemana lu?"
"Bukan urusan mu"jawabnya sambil berusaha melepas genggaman tangan besar Arda pada nya
"Hem,lo itu cuma pelayan kan,gak usah sombong"
"saya sudah tanya baik-baik tuan?"
"Ada apa sayang?"tanya seorang wanita dari belakang Arda
"Sayang"jawabnya
Dzifa tersenyum kecut saat melihat Lexa menghampiri Arda.
"Ngapain dia di sini sayang?"tanya Lexa sambil merangkul tangan Arda yang di gunakan memegang tangan Dzifa,hingga genggaman itu terlepas.
"WHAT"teriaknya dengan mata membulat sempurna melihat ke arah Dzifa lalu ke arah Arda.
"Kamu serius sayang?"tanyanya dan di angguki oleh Arda.
"Waw seorang Putri Nadzifa wanita yang cantiknya gak seberapa?mantan ketos SMP Bakti Pratiwi yang di copot secara tak hormat karena terbukti melakukan pelanggaran dan melakukan tindakan tak senonoh hingga hampir di DO,,,ck ck ck hahahaaa sekarang jadi seorang pelayan? perfeck"ucapnya sambil tertawa dan mengundang para pengunjung mengerumuninya.
"Ada yang bisa saya bantu mba Alexa dan tuan Arda,bila ada silahkan tanyakan?"tanyanya dengan nada tenang
"Gw butuh baju-baju yang limited edition yang ada disini buat calon tunangan gw.."ucapnya
"Mari silahkan ikuti saya"ucapnya sopan.
Dzifa berjalan di depan mengarah ke arah Rak baju di samping Kassa tempat Lutfi berada.di sana terpajang pakaian terbaru yang baru 2 hari lalu Lutfi dan Dzifa pajang.pakaian - pakaian tersebut adalah pakaian yang di design oleh Dzifa dan di setujui oleh Lutfi untuk di produksi dengan bahan dan model juga motif yang elegant dan juga simple cocok di pakai resmi maupun casual.
Awalnya Dzifa selalu protes dengan penampilan Lutfi yang terkesan kucel.dia selalu mengomel dan setiap kali ketoko ia selalu membawa pakaian untuk di pakai Lutfi,Lutfi memang pemilik toko yang bisa memilih dan tau mana pakaian² yang bagus dan terkesan kekinian,namun untuk penampilannya sendiri ia selalu berpakaian dengan pakaian yang nyaman menurutnya sendiri,meski mungkin kalo di lihat terlalu tua untuk usia seumurnya saat ini.
Dzifa yang dominan berpakaian tomboy,dengan style celana jeans,kaos oblong,kemeja yang tak pernah di kancing,jaket kulit,topi dan juga sepatu cat,di hadapkan dengan Lutfi yang sering berpakaian layaknya om om,dengan kemeja yang kadang lengan panjang maupun lengan pendek dan celana jeans yang standar dan itu seperti terlihat kolot untuk seumuran Lutfi,maka dari itu Dzifa merubah sedikit demi sedikit dengan cara memilih beberapa pakaian,awalnya ia memilih sweater couple untuk nya dan Lutfi dan juga celana selutut untuk Lutfi.meskipun awalnya mendapat penolakan namun terpaksa Lutfi memakainya,memang sih Dzifa pun merasa risih tapi itu adalah cara agar Lutfi berubah tanpa tersinggung.
Dan akhirnya Lutfi terbiasa dengan style casual yang di siapkan Dzifa setiap hari.dan pakaian yang dulu hampir semua telah di sumbangkan.
Dzifa pun sampai di samping depan pajangan pakaian yang didesign nya
"Mari silahkan,Ini adalah pakaian yang terbaru baru 2 hari Lalu sampai.dengan bahan terbaik dan model yang cocok sangat cocok untuk anak muda!"jelas Dzifa.
Lutfi yang baru saja datang dari lantai dua melihat Dzifa melayani castemer dengan cukup ramah,bangga karna setahunya Dzifa lebih sering mengomentari pakaian² yang di pajang di manakin² yang ada di depan atau manakin yang terpampang jelas di jalan yang di lewati para pembeli,namun ini dia rela melayani pelanggang mungkin karna pelanggang yang cukup ramai
Lutfi berjalan mendekati Dzifa yang tengah asik melihat pasangan yang tengah memilih pakaian hasil karyanya
"kenapa ko bengong"Bisik Lutfi
"Hem"
"Ayo kita tinggalkan mereka,sudah waktunya makan siang,biarkan mereka di layani Mela saja"ucap Lutfi
"Makan apa?"tanya Dzifa
"Lu mau makan apa?"tanya Lutfi
"Makan apa aja deh,suruh pelayan yang beli,kita makan di atas!"ucapnya sambil memainkan mata ke arah Lutfi.Lutfi yang melihat itu langsung mengacak rambut Dzifa dengan asal hingga membuat Dzifa mengerucutkan bibirnya.
"Ya udah Go-food aja oke!"ucap Lutfi"Udah gak usah cemberut gitu,nanti cantiknya ilang"
"Isss....ucap Dzifa terpotong oleh Arda
"Lutfi?"tanyanya Arda