Dzifa

Dzifa
Manata



Akan tiba masanya seorang manusia menua.itulah topik yang tengah di dengarkan Bima, Sandi, Willy dan Lutfi.


"Umur hanya deretan angka yang tak bermakna, tapi akhlak mulia itu yang lebih bermakna dan berpaedah" Ucap Bima setelah Acara televisi yang di tonton berakhir.


"Seandainya waktu bisa ku ulang, aku akan belajar jadi orang yang lebih menghargai waktu,dan belajar menata hati agar tak salah jalan dan pergaulan" Sambungnya.


Yang lain menatap heran pada Bima,Melihat dan mendengar ucapan Bima membuat mereka berpikir apa Bima tengah di rundung masalah?


"Are you oke?" tanya Sandi.Bima hanya tersenyum kecut.


"Menikah dan Manata itu beriringan bukan?"


"Why?" tanya Willy "Kamu punya masalah?"


"Banyak"


"Alexa?" tanya Lutfi.


"Ia masih berhubungan dengan Arda." Ucap Bima yang membuat semua mangut-mangut sepersekian detik kemudian menatap Bima meminta kejelasan.


"Aku lelah"


"Istiqoroh lah insyaalloh semua akan ada jalan keluarnya!" ucap Lutfi.


"Apa hukumnya dan apa yang harus aku lakukan sebagai kepala keluarga?" tanya Bima dengan wajah frustasi


Mereka tercengang sungguh berat apa yang sedang di hadapi Bima.


"Berzina hukumnya Dosa apalagi setelah menikah.ntah aku harus berkata apa mengenai masalah mu namun hanya ada dua pilihan untukmu memaafkan atau bercerai." Ucap Willy sambil menunduk.


"Kamu mencintainya?" tanya Sandi pada Bima.


"Cinta datang karena terbiasa bukan?aku belajar mencintainya dan menerima Alma, namun ia selalu seperti itu"Ucap Bima lirih membayangkan kembali masa-masa dengan Alma baby kecil yang tengah belajar berkata papah.


" Bim,tanyakan pada istrimu akan bagaimana kelanjutan hubungan kalian.hubungan yang tidak sehat akan menimbulkan penyakit, tempramen atau penyakit lain dan bisa jadi Depresi."Ucap Lutfi


"Lalu setelah itu apa yang harus aku lakukan?"tanya Bima nadanya sudah meninggi.


"Jawabnya kembali lagi pada mu.Memaafkan atau bercerai.Memaafkan berarti kamu berlapang dada mengikhlaskan apa yang terjadi.menutup Aib dari semua orang dan tidak mengungkitnya di kemudian hari.dengan itu insyaalloh akan menjadi sumber pahala, karena itu termasuk bentuk kesabaran."jelas Lutfi


"Kesabaran mu tengah di uji sahabat, ingat kami ada untuk mu" Ucap Sandi sambil menepuk pundak Bima memberi dukungan.


"Tapi aku lelah"lirihnya


"Suami boleh memaafkan dan mempertahankan namun itu bukan kewajiban.Rumah tangga meski di bangun bersama-sama.Rumah tangga yang di bangun bersama pun kadang di hadapkan dengan badai yang entah darimana datangnya, apalagi seperti mu" ucap Willy


"Bila kamu tak kuasa menceraikannya maka kamu harus menutup rapat-rapat penghianatan yang ia lakukan terhadapmu, jangan pernah mengunggkitnya dan mengingatnya lagi karena bila kamu mengungkit nya dan mengingatnya itu akan menyakiti hatimu dan akan membuat emosimu naik, kamu akan marah-marah dan akan mendzalimi istrimu.kalau kamu tak bisa ikhlas lebih baik kamu menceraikannya.insyaalloh itu lebih baik."Ucap lutfi


"menurutku lebih baik ikhlaskan bila kamu sudah lelah, pertahankan bila kamu masih sanggup bertahan."Ucap Sandi


"Mempertahankan rumah tangga itu sulit Bim, kamu harus kuat.apapun keputusanmu kami akan mendukung mu" Ucap Willy


"Aku iri pada kalian?" Ucap Bima


"Jangan menganggap rumah tangga kami baik-baik aja.istri ku banyak sekali menuntut pada ku, kamu tau sendiri Ifat memiliki sifat yang bagaimana?ia selalu berlaku semaunya menganggapku selalu sebagai teman.diantara kami tak ada batasan.kami selalu cekcok, hal kecilpun kadang bisa jadi besar.akupun ingin menikah dan membangun rumah tangga normal seperti yang lain.aku berjuang bertahan kenapa?karena hati ku udah memilihnya sejak SMA." Ucap Sandi.


"Aku pun sama,Rumah tangga ku tak seindah kelihatanya.kadang kita sering adu mulut hanya karena aku pulang malam atau saat aku tak bisa pulang dari luar negri karena kerjaaanku belum selesai.Istri ku manja sangat manja.kekanak-kanakan selalu mengadu pada ke dua keluarga.banyak mengeluh.kadang aku lelah.aku bekerja untuknya tapi ia menuduhku yang tidak-tidak.coba kau bayangkan jadi aku?" keluh Willy.


"Rumah tangga memang begitu" Ucap Lutfi.


"Rumah tangga mu Enak Fi,terlihat begitu harmonis"


"Alhamdulillah" Ucap Lutfi.


"Kalian tak pernah ada masalah?" tanya Bima.


"Kalau aku bilang tidak pernah, itu aku bohong" Ucap Lutfi terkekeh.


"Kami apa ya?" Lutfi berpikir"Tak bisa aku menceritakan segamlang kalian.yang jelas masalah rumah tangga satu dan yang lainnya kadang sama masalahnya Kecemburuan, Waktu dan Uang.benarkan?"tanya Lutfi dan semua mengangguk.


"Cemburu, itu kadang karena waktu yang kita habiskan untuk mencari nafkah.kadang ada wanita yang bersyukur karena suaminya giat bekerja, namun adapula wanita yang kesal karena tak mendapat perhatian.ujung-ujungnya berfikir negatif." Jelas Lutfi yang lain menyimak dan sesekali mengangguk


"Mengenai Uang sebesar dan sebanyak apapun yang di dapat pasti ada kalanya kita bilang kurang.Pernah dulu sebelum lahir Afifah Uang kami hanya Satu juta sedangkan perkiraan dokter tinggal menunggu hari, di saat kami pulang dari toko ada seorang Ibu yang akan melahirkan dan kami membantunya.uang yang kami punya pun habis.Dzifa sampai menangis. namun Alloh menjanjikan kemudahan bila kita percaya dan bergantung pada pertolongannya.Omset yang awalnya turun dalam dua hari naik.Kalian tau?sebelumnya selepas pulang dari rumah sakit kami sepakat lusa akan menjual Cincin Mahar dari ku untuk biaya persalinan, jujur aku merasa gagal.dan bila kurang kita akan meminjam pada siapapun yang bersedia membantu karena saat itu Umi dan Abi tengah terlibat pembangunan Resort bersama Ayah dan Ibu Dzifa, kami tak mungkin meminta bantuan mereka.namun sebelum menjual itu kami menyerahkan semua pada Alloh, kami berdo'a ingin sekali kami di beri kemudahan dan di jauhkan dari Riba.dan ya Alhamdulillah Alloh memudahkan.hingga sampai saat ini kami tak berhubungan dengan Riba."Ucap Lutfi.


"Dzifa tak marah saat kamu menggunakan uang terakhir untuk membantu orang lain?" tanya Willy


"Kalau aku bilang tak marah, aku bohong.jelas dia marah hanya entah hidayah dari mana Dzifa sadar membantu orang lain adalah suatu kewajiban.apalagi untuk orang yang membutuhkan."


"Kalian tak pernah adu mulut"


"Sering lah tiap malem jum'at" jawab Lutfi sambil terkekeh.membuat yang lain berpikir


"Sialan" Ucap Sandi yang baru tau arah perkataan Lutfi.Sedangkan Lutfi tertawa terbahak-bahak.


"Kissing bro" Ucap Sandi sambil menepuk pundak Willy dan Bima.


"Kita nanya apa.ko di jawabnya apa sih?"Ucap Bima.


" Seriuslah Fi, jangan di becandain kami ini penasaran tau gak?"ucap Willy kesal.


"hehe,Aku harus ngomong apa ya?bingung!"Ucap Lutfi cengir


"Jawab aja segamblang kita ngomong.Apa susahnya sih?" Ucap Willy meradang


"Dzifa maupun aku tak memiliki ambisi yang begitu besar, kita hanya punya tujuan yang sama menciptakan rumah tangga Sakinah mawadah dan Warohmah bersama.keterbukaan dijungjung tinggi oleh kita berdua.selalu berpikir positif dan tak membatasi satu sama lain.jelasnya ia mempercayaiku sepenuhnya dan begipun aku.kepercayaan yang saling kami beri sepenuhnya itu seperti sebuah ancaman"


"Ancaman apa?"tanya Willy


"Apa pernah kamu di titipi suatu barang berharga dan harus kamu jaga karena barang itu satu-satunya?dan bagaimana perasaan mu?" tanya Lutfi pada Willy


"Ya perasaanku campur aduk.deg degan dan tak nyaman"


"Ya kepercayaan yang di berikan pasangan seperti Ancaman.karena kepercayaannya itu membuat kita takut melakukan suatu kesalahan yang akan mengecewakannya.Bila kita laki-laki yang memiliki akal yang baik kita akan menolak kalau kita di percaya sama orang lain, meskipun itu pasangan kita.Bohong bila aku tak pernah beradu argumen dengan nya.namun itu Aib kami, dan kami tak bisa mengumbarnya.hanya dinding di kamar kamilah yang jadi saksinya." Ucap Lutfi.


"Fi meminimalisasi cekcok gimana?"


"Entah terakhir kapan aku berargumen dengannya.yang jelas sudah sangat lama.aku dan dia selalu bercerita ketemu siapa hari ini? berbicara tentang apa dengan mereka?.dia pun tak pernah bosan ngasih kabar Via WA atau SMS seperti:Lagi apa?, udah makan belum?, jangan lupa shalat, pulang nya hati-hati, Rindu, cepat pulang.Dan aku tak pernah bosan.aku senang di perhatikan seperti itu.dan aku ataupu dia tak pernah bosan mendengar cerita keseharian kami.mungkin bagi sebagian orang lebay dan tak berpaedah tapi itulah arti keterbukaan."


"Kami iri pada mu"


"Kalian pun bisa karena terbiasa dan saling satu sama lain"


"Susah"


"Susah karena belum mencoba.Luangkan waktu karena waktu bersama akan membuat rumah tangga lebih terasa."


💮💮💮💮


Happy Reading...


Maaf bila tulisan di atas agak GJ.aku gak dapet insfirasi dari mana pun di up kali ini.ini cuma imajinasi dan harapan aku kedepannya bersama suami.menciptakan rumah tangga yang berhasil meski telah 6 tahun kami menikah dan belum mendapat keturunan.


Do'a kan kami mudah-mudahan selepas Ramadhan kami mendapat kabar gembira.amin ya robb


Dan mudah-mudahan bagi para pembaca yang sudah meluangkan waktu membaca Novel-novelku.semua harapan yang di ingin tercapai.amin ya robb


Udahan dulu ya Cuap-cuapnya ntar di lanjut lagi.insyaalloh


Mudah-mudahan semua pada sehat amin..


Jangan lupa like,komen dan vote ya...