Dzifa

Dzifa
Bahagia itu sederhana



Rumah Dzifa sudah selayaknya pasar.tangisan, obrolan, candaan dan tawa menggelegar hingga ke penjuru ruangan.


"Udah kaya pasar nih rumah" Ucap Ais.


"Hem" Jawab Dzifa sambil menganguk


"kenapa gak nambah anak lagi is?" tanya Ifat saat melihat Ais yang tengah mengusel2 anak bungsunya yang masih balita.hingga membuat anaknya tertawa


"Dua anak lebih baik + bonus Satu udah Cukup"


"Eh Dzif, Lutfi kan dulu bilangnya pengen punya anak Lima"


"Iya kan Aku hamilnya 5 kali San, cuma dapet bonus satu "


"Bonussss, kaya makanan aja" Cibir Wina.


"Win, kenapa kamu gak nambah lagi?"


"Nambah?emangnya makan"


"Ya biar rame gitu"


"Maunya sih gitu, tapi Danu ngelarang"


"Kenapa Dan?"


"Melahirkan itu Sakit dan taruhannya nyawa.aku kasihan sama Wina waktu hamil Denis juga ia harus bulak balik ke rumah sakit."jelas Danu


"Berarti kaya Nura donk.dulu juga Nura harus bulak balik ke rumah sakit."


"Beda kasus Bim."


"Emang beda kasus.Aku juga waktu anak pertama ku lahir udah gak ngarepin nambah lagi karena aku takut terjadi sesuatu pada Nura.namun Alloh berkehendak lain"


"Semua anak itu berbeda-beda ada yang bawaannya lemes terus, ada yang biasa aja, ada yang jadi doyan makan dan banyak lagi.dari Hamil yang petama hingga Athar si bungsu aku juga ngerasain nya beda-beda."Ucap Dzifa


"Tapi tenang semua itu bernilai pahala" Sambung Lutfi"Dalam keterangan yang pernah aku baca Wanita hamil itu memperoleh pahala puasa di siang hari dan pahala ibadah di malam hari.karena ia kemana-mana membawa amanah dari Alloh berupa janin.bukan hanya itu Shalat wanita hamil juga lebih utama di bandingkan wanita yabg tidak hamil kenapa ada dalam suatu keterangan 2 rakaat shalat wanita hamil jauh lebih baik dengan 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil."Jelas Lutfi


"katika Wanita muslimah hamil juga Para malaikat beristigfar untuknya.Alloh juga mentaatkan baginya setiap hari 1000 kebaikan dan menghapuskan 1000 kejahatan darinya." timpal Nura.


"Dan bila Wanita hamil sudah merasakan sakit sebelum janin itu lahir itu sama pahalanya dengan ia berjihad di jalan Alloh.Serta bila ia meninggal karena ia melahirkan sama dengan ia mati Syahid.Rosululloh SAW bersabda: Mati Syahid itu ada tujuh selain mati terbunuh dalam perang fii Sabilillah, Yaitu:mati karena penyakit Tha'un, mati karena tenggelam, mati karena penyakit lambung, mati karena sakit perut, mati karena terbakar, mati karena tertimpa reruntuhan, serta perempuan yang mati kerena hamil dan melahirkan(HR.Ahmad, Abu Daud, Nasa'i dan Malik)maka beruntung lah bagi mereka wanita-wanita yang hamil, karena setiap harinya mengalir pahala padanya"Jelas Khairul


"Beruntungnya kamu Dzif punya anak Banyak" Seru Ais


"Wahhh program lagi deh kalau kaya gitu" Ucap Ais Antusias


"Gak boleh Mi" Ucap Aji cepat.


"Kenapa?"


"Umi udah masuk masa gak boleh hamil, bahaya"


"Ngomong aja Tua A" Sindir Sandi, Gelak tawa pun terdengar.


"Udah, Tiga juga udah cukup Umi" Ucap khairul.


"Ingat Is, Biaya hidup tahun ketahun meningkat."


"Tapikan Anak itu bawa rejekinya sendiri-sendiri Bima" Kukuh Ais.


"Udah-udah mending sekarang kita makan.perdebatan ini gak akan ada Akhir kalau gak ada yang ngalah" Ucap Dzifa melerai"Dan lagi Pahala enggak harus kita dapat dengan cara hamil dan melahirkan.Tantangan dan dan rintangan saat hamil itu berat.udah lah sekarang di usia kita yang udah menjelang puber ke 2 ini mending kita habiskan waktu dengan ibadah bersama pasangan, menjaga dan mendidik anak-anak sepaya mereka tidak kehilangan Arah."jelas Dzifa.


"Ya betul kata Dzifa, lagi pula kita juga harus tau kondisi dan situasi Keuangan.jangan hanya yang di perhatiin itu pahala aja." Ucap Lutfi menimpali.


"Iya aku setuju sama Lutfi." Ucap Khairul


"Udah yuk kita makan." Ajak Dzifa


Mereka pun mengantri untuk mengambil makanan yang Dzifa dan Lutfi sediakan.Memasak saat banyak tamu seperti ini bukan lah hal yang gampang.jadi Dzifa maupun Lutfi lebih memilih untuk memesan ketring yang berada di ujung jalan komlek perumahannya.kecuali bila mereka ingin membuat nasi liwet dengan lauk ikan bakar atau ayam bakar Lutfi dan Dzifa tak memesan ketring.


Bajet yang Dzifa dan Lutfi keluarkan memang tidak lah sedikit setiap berkumpul seperti saat ini.namun mereka selalu menganggapnya Sedekah.


Dan dari seiring berjalannya waktu Usahan dan lain sebagainya menjadi lebih lancar san mudah.mungkin karena segalanya menjadi berkah jadi Alloh pun memudahkan nya.


Meskipun Lutfi dan Dzifa telah memiliki banyak hal yang bernilai namun mereka tetap lah mereka yang Sederhana.


Bahagia itu sederhana.Bahagia itu Cukup dengan Bersyukur dengan Apa yang dimiliki saat ini.


🌼🌼🌼🌼🌼


Alhamdulillah bisa Up, Jangan lupa like, komen and vote ya.


Sama Satu lagi.Alhamdulillah ada yang baru nih judulnya After Merried masih nyambung sana cerita Dzifa ini.jangan lupa baca dan tinggalkan jejak.


mudah-mudahan pada Suka❤