Dzifa

Dzifa
Keadaan saat Dzifa dan Lutfi berlibur



Tiga hari sudah Dzifa dan Lutfi berlibur di Singapura.mereka sangat menikmati suasana liburan mereka disana.


"Kapan-kapan kita ke Singapur lagi ya?"Ucap Dzifa


"Iya,nanti mudah-mudahan ada rejekinya.!"jawab singkat Lutfi.


Dzifa dan Lutfi tak tau kabar di Indonesia bahwa sahabatnya tengah berduka.karena selama mereka pergi mereka mematikan handphone nya.Siska 2 hari lalu telah meninggal dunia di karenakan kecelakaan saat ia akan pergi membeli hantaran pernikahan.ia mengendarai motor matic nya sendiri sedangkan Willy menunggunya di salah satu mall.kenapa willy tak menjemput nya?kenapa Willy membiarkan Siska sendiri? karena Willy harus menyelesaikan dulu pekerjaan yang di berikan oleh ayahnya.Willy sangat terpukul tinggal 2minggu lagi ia akan menikahi wanita yang ia sayang sejak duduk di bangku IX SMA,hampir 2 tahun memadu kasih namun Alloh berkehendak lain,mungkin itulah takdir.


"Sabar Will!"Ucap Danu pada sahabatnya yang sudah sangat terlihat frustasi.


"Kenapa harus sekarang?"tanya Willy


"Will,lo harus sabar dan ikhlas emang gak mudah namun ini yang terbaik untuk Siska Will."ucap Danu.


"Nak,ikhlasin anak Tante ya sayang,kasihan dia!"Lirih ibu Siska.


"Apa tante ikhlas?"tanya Willy sambil menangis sesegrukan,dia tak malu di lihat oleh banyak orang karena memang siapa yang tak menangis bila di hadapkan dengan kenyataan pahit seperti itu.


Ibunya Siska pun menggeleng"Siapa yang sanggup kehilangan anak nak,namun dengan adanya Siska dalam keadaannya hiks hiks..nak ibu ikhlas,Alloh lebih sayang dia nak!"jawabnya.


"Sabar bro,mungkin dia bukan jodoh lo,jangan sampai lo ngalangin perjalanannya,biarkan dia tenang"Ucap Bima.


"Sabar,ya Willy kita do'akan aja yang terbaik untuk Siska"Ucap Yusril.


"Semua yang ada di dunia ini pasti akan kembali pada sang khalik Will,kamu tau kan itu??.ikhlas itu sulit.namun apa salahnya mencoba!dan ingat setiap kau ingat padanya kirim lah ia do'a karena hanya itu yang di butuhkan oleh nya saat ini."Ucap Alfi.


"Sabar bang,abang pasti bisa lewatin ini semua"Ucap Davi yang diangguki Devi.Willy pun bangkit dari duduknya lalu memeluk si kembar. setiap kali ia melihat atau mendengar si kembar berucap entah itu celotehan,support atau apapun ia merasa tenang bukan hanya Willy namun Danu,Lutfi,Alfi,Yusril dan Saga bahkan Khairul pun sama.Ucapan dan kadang candaan dari mereka berdua banyak menyiratkan kesedihan,tapi mereka selalu terlihat tegar.kesedihan berjauhan dari orang tua dan keluarga yang harus mereka rasakan,mereka yang harus menempuh sekolah diluar negri atas permintaan ayah mereka di usia mereka yang sungguh masih sangat butuh kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tua,namun mereka sabar,ikhlas dan tawakal dalam menghadapi semuanya.mereka tak pernah mengeluh meski kadang mereka merasa iri pada sesama nya namun mereka selalu menanamkan dalam hatinya 'Apa yang di pilih kan orang tuanya adalah suatu jalan terbaik untuk masa depan nya kelak',dan mereka meyakini itu.


Lain hal nya dengan Luna dan Arya yang sekarang tengah pisah ranjang yang membuat Ais kesal.karena ia harus menghendel kerjaan Arya di toko,karena ia tak mau mendengar omelan dari Dzifa saat nanti Dzifa pulang.bukan hanya itu Arya yang tak pulang dari toko membuatnya jengkel karena dengan seenaknya Arya tinggal dan tidur di toko.bangun siang,kerjaan tak ada yang beres di tambah uring-uringan nya yang bikin kepala pusing dan kuping pengang.


"Ya,bisa gak sih lo gak usah uring-uringan,pusing gw dengernya!"Ucap Ais kesal.


"Lo gak ngerasain apa yang gw rasain Is"Jawab Arya


"Dan dengan cara lo ngebacot panjang lebar kaya gini dan bukan di hadapan orang yang lo tuju,itu bakal nyelesain masalah hah?"tanya Ais dengan nada yang mulai meninggi.


"Gw harus gimana donk Is,Gw bingung Lutfi dan Dzifa gak ada.gw butuh nasehat yang bener-bener bisa mecahin masalah gw!"Ucap Arya frustasi.ia sudah tak tau bagaimana cara menghadapi Luna yang sedikit-sedikit merajuk.


"Inilah resikonya menikah muda Ya..Menikah itu gak gampang harus udah siap dalam menjalankan suatu komitmen.gak mudah emang malah yang lebih tua dari lu juga banyak yang rumah tangganya kacau.dan itu kadang gara-gara hal sepele!"


"Heh,Curut,kata siapa mereka selalu adem ayem?"tanya Ais.


"Ya lo liat aja mereka selalu akur."


"Gw pernah denger Dzifa bilang gini ke gw 'Gak setiap apa yang terlihat di permukaan indah di dalamnya pun indah,begitu juga pernikahan' gw bisa simpulkan dari situ kalau rumah tangga mereka memang terlihat begitu harmonis tapi kita gak tau apa yang pernah mereka hadapi hingga mereka bisa seperti sekarang ini."jawab Ais.


"Iya benar,memang rumah tangga itu ada pasang surutnya nak Arya begitupun Dzifa dan Lutfi malah Umi,Abi,Ibu Laras dan suaminyapun punya masalahnya masing-masing."Ucap Umi Santi yang sedari tadi mendengarkan perdebatan antara Ais dan Arya bersama Ibu Laras dan Khairul yang kebetulan sedang berkunjung ketoko L'D tersebut.


"Semua masalah akan teratasi dengan baik apa bila salah seorang diantaranya mengalah dan berani meminta maaf terlebih dahulu."sambung Ibu Laras


"Aku sudah berulang kali meminta maaf bu,namun ia tetap saja merajuk!"


"Carilah pihak ketiga untuk menjadi penengah!"Jawab Khairul.


"Itu baik memang nak,namun itu akan menyinggung sebelah pihak,karena sebesar apapun masalah yang di hadapi suatu pasangan lebih baik cukup mereka berdua yang tau!"Jawab Umi Santi.


"Lalu,bagaimana Bi?"tanya Khairul pada Umi Santi.


"Sebisa mungkin selesaikanlah oleh kalian berdua,turunkan ego mu nak,dan jangan tersulut emosi.bersikap dewasalah dan berucap bijaklah dalam mengambil keputusan!"jawab Umi Santi.Umi Santi bukan tidak mau bila nanti salah satu tetua di antara yabg ada di sana di mintai tolong untuk jadi pihak ke 3 namun ia ingin sedikit mendidik Arya supaya ia bisa lebih dewasa dalam mengambil keputusan.karena itulah luka liku dalam pernikahan.


"Aku...


"Tenangkanlah dirimu nak,jangan terburu-buru."Potong Ibu Laras.ibu Laras jelas merasakan apa yang di hadapi Arya karena sewaktu dia menikah dengan ayahnya Dzifa merekapun masih dalam proses membangun karir,namun dengan saling mendukung satu sama lain akhirnya mereka bisa melewati semua itu hingga seperti sekarang,tak mudah memang namun atas ijin Alloh semua yang tak mungkin akan menjadi mungkin bukan?.


"Aku percaya pada mu Ya!"Ucap Khairul


"Udah gak usah uring-uringan lagi lo,cape gw dengernya!"


"Gak usah di dengerin lah ****"Ucap Arya sambil menoyor kepala Ais.


"Gw gak budek Arya,Gw bisa denger lo ngoceh,gw yang dengernya aja cape emangnya elu gak cape apa?"tanya nya.Arya pun hanya mengendus kesal entah harus bagaimana menghadapi Ais yang tak bisa sedikit saja mengalah.


Semua yang ada di sana hanya tersenyum dan menggelengkan kepala tak habis pikir dengn kedua orang di hadapan mereka.


☺☺☺☺