
Ais terus memandang Arda yang berjalan mengikuti Lutfi dan Suaminya.dia berharap setelah Arda di bawa ke pengajian hatinya bisa sedikit terenyuh dan menyadari kesalahannya.
"Kenapa teteh tiba-tiba ingin kesini?tanya Humairah
"Ya kangen aja suasananya,"
"Beneran?"tanyanya lagi
"Ya,Eh itu Luna"Ais pun melambaikan tangan pada Luna,dan Luna pun mendekat.
"Subhanallah,sudah lama ya kita gak ketemu?"tanya Luna,Luna sendiri karena ke dua anak nya ikut Arya maklum ke dua anaknya Laki-laki jadi tidak ikut ibunya.
"Iya,Eh kenalin ini istrinya Arda"Ucap Ais memperkenalkan adik iparnya.
"Humairah"Ucap nya sopan sambil mengulurkan tangan
"Luna"Jawabnya"Kalian sengaja kesini?"tanya Luna
"Iya,Aku kangen suasana disini"
"Iya,kan kamu sibuk sekarang ngurus suami"ledeknya.
"Hehe kamu juga kan gitu,maklum kalau udah berbuntut pasti sibuk"ucapku
"Iya bener,eh mana Dzifa?"tanya Luna sambil celengan clikuk ke kiri ke kanan mencari keberadaan Dzifa
"Dia tadi beli dulu air minum,sama putrinya ingin beli cemilan,mungkin mau ngemil dulu sebelum tidur"
"Hemm,aku jadi ngiri deh sama kalian,kalian kalau kesini bisa barengan sama anak-anak kalian sedang aku ke duanya ikut sama papahnya"Jawab Luna sambil cemberut
"Nambah lagi lah"jawab Ais enteng
"Issss Ringan banget kalau ngomong,emangnya hamil itu gak cape gak lelah?"tanyanya
Ais memutar bola matanya jengah"Heh hamil alias memberi keturunan itu bernilai pahala tau"
"Iya iya aku juga tau Ais,Namun aku juga harus liat situasi dan kondisi ku dan suami. kalau kita sama sepertimu atau Dzifa sih mungkin kita juga akan nambah melebihi kalian namun aku dan suami sepakat untuk saat ini kami ingin menunda dulu minimal sampai anak kedua ku masuk Sekolah Dasar,biaya sekolah besar Is,belum biaya hidup!"jelas Luna
"Iya aku juga tau,kamu jangan berpikir aku dan suamiku baik-baik saja dalam hal ekonomi karena semua sama memiliki masalah apalagi soal ekonomi,sungguh rumit kadang masalah ekonomi yang membuat rumah tangga kita goyah."Jawab Ais
"Ekonomi itu bagai bumerang"Celetuk Dzifa yang baru saja mendudukan diri di belakang Ais sedang Anaknya Afifah tengah membagi makanan yang di bawanya pada Naumi.
"maksudnya?"tanya Humairah yang sejak tadi hanya mendengarkan kakak ipar dan temannya berbincang
"Iya,masalah ekonomi yang menyangkut uang itu lebih sensitif dari pada cemburu"
"Emang Lutfi pernah cemburuin kamu?"tanya Ais meledek
"Entahlah...Eh lu ko jadi kesitu"ucap Dzifa sambil memukul paha Ais
"Astaghfirullah sakit Dzifa"keluh Ais sambil menggosok-gosok pahanya yang terasa panas
"Biasanya juga ngupat"Cibir Dzifa
"Dzifa,semua pasti akan mengalami perubahan,Mulai dari sifat,sikap,kebiasaan dan juga tubuh.dengan berjalannya waktu kita akan semakin dewasa,kita akan membenahi diri kita sendiri dengan cara kita karena situasi.tubuh kita juga udah beda. dulu kita tipis kecil kaya Humairah namun setelah kita menikah,hamil,melahirkan.tubuh kita menjadi lebih besar....
"Perasaan gimana kitanya deh,bisa atau enggaknya kita jaga tubuh"Celetuk Luna memotong ucapan Ais hingga membuat Ais mengendus kesal.
"Betul itu"sambung Dzifa"Kamu aja yang gak bisa jaga tubuh,perasaan setelah lahiran yang pertama di sambung yang ke 2 terus yang sekarang ada jangka waktunya deh tapi ko badan kamu rubahnya malah nambah gempal"Ledek Dzifa sambil menjulurkan lidahnya
"Sebahagia kalian sajalah"Jawab Ais menahan kesal
"Gitu aja baper"jawab Dzifa sambil mencolek dagu Ais"ingat buntut Bu!"
"Iya Bu,sesukamu lah"jawab Ais
"Istighfar teh"ucap Humairah sambil menahan tawa
"Ketawa aja Neng Rara,gak usah di tahan gitu"ucap Ais sambil membelalakkan matanya menatap Humairah.Humairah hanya cengir
"Puas ya kalian ngabuli aku"Sambung Ais sambil memanyunkan bibirnya lalu meraih snack yang ada di sebelah Dzifa
"Ehhh itu punya Afifah"tegur Dzifa
"Uwa minta ya Fifah,boleh kan?"tanyanya pada Fifah
"Boleh Wa,tapi besok beliin lagi ya 2 bungkus"jawab Afifah polos
"Ibu anak sama aja, sama-sama tukang morotin"cibir Ais kesal
"Huss"tegur Dzifa sambil melotot pada Ais
"Huss hass huss huss apaan,emangnya aku kucing apa"Jawab Ais kesal
"Ibu hamil emang gitu ya?tanya Humairah polos
"Iya,ibu hamil itu sensitif banget gak mau di bantah suka semaunya."jawab Luna
"Gak semua Lun,sebagaian oke"jawab Dzifa."Karena perubahan hormon itu gak semua berarah pada perilaku"
"Maksudnya?"Humairah bingung
"Iya,gak semua yang hamil sensitif pada ucapan yang di lontarkan orang lain terhadapnya.ada juga yang gak ngegubris cibiran orang atau ledekan orang."jelas Dzifa
"Dan itu hanya sedikit,lebih banyak sih pada sensitif"jawab Luna
"Aku,Ais dan Luna, mungkin kita termasuk kedalam kategori bumil yang sensitif karena kalau ada yang ngatain kita,bawaannya kita suka kesal,marah gak jelas ya gitulah kaya PMS"jelas Dzifa
"Kalau aku iya sama sensitif nya kaya Ais,tapi aku gak kesel,marah cuma aku langsung nangis gitu aja,gak kenal tempat"jawab Luna
"Hahaha,aku ingat waktu kita Doble date kamu lagi hamil anak pertama barengan sama aku,jujur saat itu Aku kaya orang **** pertama kalinya aku liat Arya kalang kabut gara-gara Luna yang tiba-tiba nangis"ucap Dzifa tertawa lepas
"Udah jangan tertawa terus nanti perutnya kram lagi"jawab Luna
"Soal nya lucu aja gitu liatnya"
"Emang gimana ceritanya?"tanya Ais penasaran
"Udah Ah itu aib"jawab Dzifa sambil melirik ke arah Luna yang wajahnya sudah sangat merah.
"Ahhhh gak seru!"Ucap Ais sambil memanyunkan bibirnya.
"Naumi,kenapa Umi mu cemberut?"tanya Afifah pada Naumi yang tengah memakan makanannya,Naumi pun menoleh.
"Umi..
"Gak papa sayang,makan lagi"jawab Ais sambil mengusap kepala Naumi dengan lembut
"Perubahan yang signifikan setelah jadi emak-emak!"Sindir seseorang yang duduk di dekat Humairah
Dzifa, Humairah,Luna dan Ais pun menatap ke arah yang berbicara
"Subhanallah,sejak kapan Nyonya Sandi,Nyonya Bima dan Nyonya Willy ada disini?"tanya Dzifa terkejut karena setau Dzifa Gina istri dari Willy tinggal ikut dengan Willy di Amerika,sedangkan Alexa dia ikut dengan Bima tinggal di Bali,sedang sahabatnya Ifat ia jarang sekali mau ikut ke pengajian.
"Ehhh mbak Dzifa,dari tadi mbak!"jawab Gina sopan.
"Kalian saling kenal?"tanya Dzifa pada Ifat,Gina dan Alexa
"Semua suami kita bergerak di bisnis property jadi ya kami kenal lah!"jawab Ifat
"is is issss Sombong banget sih"jawab Ais
"Kapan-kapan kumpul bareng yuk?"ajak Luna"Seneng deh kalau bisa ngumpul terus bawa anak-anak"
"Kita belum punya anak,Mohon di catat"Ucap Alexa
"Ya ya ya semerdeka mu lah Alexa"jawab Dzifa menatap Alexa sebal,ya Alexa selalu saja membuat Dzifa geram karena kesombongan dan ke angkutannya.
"Kapan nih akan di mulainya ya?"tanya Ifat
"15 menitan lagi kayanya!"jawab Luna.
"Eh iya,ini siapa?"tanya Alexa
"Saya Humairah kak!"jawab Humairah sopan
"Istri Arda?"tanya Alexa lagi dengan tetapan sinis dan mengejek
"Iya"
"Dulu Dzifa,sekarang kamu!"jawab Alexa"Ya ampun seleranya"sambungnya membuat semua geram
"Mata si Bima ketiban kotoran apa sih nyampe punya bini mulutnya kaya cabe,pedes bener!"cibir Ais
"Ketiban kotoran selokan kali!"sambung Ifat sambil memutar bola matanya jegeh
"Jangan di ambil ya Humairah,maklum mulutnya gak pake filter!"Ucap Dzifa sambil mengelus-elus punggung Humairah, Humairah hanya tersenyum menanggapi ucapan Dzifa
"Kamu....
"Jangan buat suasana tegang bisa gak sih,aku laporin kamu ke Bima!"Ucap Ifat tegas
"Ya ya,maaf"jawab Alexa sambil menundukkan kepalanya menahan kesal.
tak selang lama Acara pun di mulai