Dzifa

Dzifa
Cinta



Dzifa dan Lutfi tengah bersiap pergi ke bandara ini adalah hari ke 3 dimana mereka berlibur di Kairo awalnya Dzifa ingin pulang saat setelah perdebatan yang membuatnya kesal namun karena keesokan harinya datang Humairah,Salawiah,Aisyah dan Davina yang mengajaknya jalan-jalan ia pun mengurungkan niatnya.


Meskipun ia agak sedikit risih dengan kelakuan Aisyah yang selalu saja mencari perhatian terhadap Lutfi.


"kamu ingin liburan nya ditambah?"tanya Lutfi saat melihat Dzifa yang sedari tadi cemberut di ujung tempat tidur


"Gak,eh iya Fi,kamu kenal Aisyah sudah lama?"


"Kenapa bertanya seperti itu?"


"Entahlah,aku merasa ia suka padamu?"


"Meskipun banyak yang menyukai ku,aku hanya menyukai kamu.kamu satu-satunya"ucap Lutfi sambil berjalan dan jongkok di depan Dzifa


"Gak usah gombal.laki-laki mah gitu depan istri bilangnya kamu satu-satunya,nah besok apa kabar?"Ucap Dzifa lalu memalingkan wajahnya


"ko gitu?"


"Iya,sekarang aja bilangnya cuma kamu,nanti kalau liat yang bening ngerengek minta nambah."jawab Dzifa.


"Nambah-nambah kaya makan aja,makan sih enak bikin perut kenyang nah nambah istri wassalam."keluh Lutfi.


"Ko gitu?"


"Emangnya kamu siap di madu?"Goda Lutfi


"Emangnya kamu mau?"


"Dalam islam sih gak melarang yang namanya poligami."Ucap Lutfi yang membuat Dzifa menoleh dan membelalakan matanya"Namun kalau satu aja udah membuat aku bahagia untuk apa aku nambah,nambah itu berat,satu juga aku masih ketar ketir takut belum bisa jadi suami yang baik yang bisa membahagiakannya.Dzifa,menanggung tanggung jawab menjadi imam itu gak semudah yang kamu kira,tanggung jawabnya Dunia dan akhirat.dan kalau aku salah langkah neraka ganjarannya."


"Aku tau itu,namun mengapa banyak yang bahagia saat seorang istri mengijinkannya untuk menikah lagi."


"Mungkin karena mereka siap lahir dan batin."


"Siap?"Dzifa teringat awal pertama ia di jodohkan dengan Lutfi betapa ia tak mau dengan laki-laki yang bawel dan keras.saat itu perasaan Dzifa jauh sekali dari kata siap tapi setelah di jalani dengan ikhlas Lutfi yang dianggapnya seperti itu ternyata jauh lebih baik dan dewasa dan bisa meluluhkan hatinya.


"iya,Siap. karena menikahi wanita lebih dari satu itu di tuntut Adil dan juga memiliki harta yang cukup untuk di bagi.adil dalam pembagian harta,waktu,dan lainnya."lutfi pun menjeda ucapannya dan mengelus lembut kepala Dzifa"Memang nya kamu siap untuk di bagi?"


"Enggak!"


"Ya udah,percaya sama aku kalau aku gak akan pernah berpaling dari mu."


"Setia sampai nanti."Ucap Lutfi


Mengapa Lutfi mengatakan 'Setia sampai nanti' itu bermakna setia bukan hanya ingin di dunia saja namun juga di akhirat.


"Ya,aku gak siap dimadu!"lirihnya sambil merunduk.


"Siapa yang mau memadu mu sih?"Ucapnya sambil mencuil hidungnya"Jujur bila kamu mengijinkanpun aku sepertinya akan menolak!"


"Kenapa?Aku pernah dengar berapapun laki-laki itu menikah bila ia soleh ia pasti akan bertemu lagi dengan istrinya!"


"Menang benar sayang,namun bila wanita atau janda yang di tinggal suaminya meninggal dan ia menikah lagi maka putus lah ia dengan suaminya terdahulu.karena tanggung jawab terhadapnya telah berpindah kepada suaminya yang baru.itu juga yang pernah aku dengar dari ustadz-ustadz di mesjid.namun soal mereka bertemu lagi dengan suami pertama nya suatu saat nanti itu aku tak tau.Hanya Alloh lah yang tau."


"lalu?"Lutfi pun bingung atas apa yang di ucapkan Dzifa,sejenak ia berdiam.


"Kamu tau kan,betapa susahnya mempertahankan pernikahan kita ini?pernikahan kita ini bukan hanya kita saja yang ada di dalamnya ada keluarga dan nama baik mereka.Mempertahankan lebih susah dari pada memulai Dzifa.aku menitih kebahagiaan bersamamu merasakan susah dan sulitnya bersamamu makanya aku akan mempertahankan mu sampai kapanpun,hingga maut yang memisahkan kita."


"Makasih telah menerima ku!"


"Dzifa apa kamu tau makna dari do'a yang sering di ucap kan oleh mereka-mereka yang menyalami kita setelah kita sah menikah??"


"Apa?"


"Sakinah,mawadah dan warohmah!"


"Damai atau tentram,harapan dan kasih sayang!"Ucap Dzifa


"Ia,itu selalu mereka ucapkan,do'a penghantar perjalanan hidup kita.kedamaian rumah tangga kita itu di buat oleh kita sendiri dengan cara saling percaya,saling terbuka,saling mengingatkan,menguatkan dan saling melengkapi.karena dengan saling dalam segala hal rumah tangga kita akan ketap kondusif takakan ada yang namanya pertengkaran.pertengkaran atau salah paham pasti akan ada mau itu berasal dari kita berdua,keluarga,sahabat atau orang lain,namun bila di hati kita sudah di tanamkan saling percaya lillahi ta'ala insyaallah rumah tangga ini akan selalu dalam lindungan Alloh."


"Fi,bila aku meninggal di usia ku yang masih muda.menikahlah lagi aku yakin kita akan tetap bertemu di surga."lirihnya


"Huss apa sih kamu itu,gak boleh gitu kita akan hidup bersama,menua bersama,membesar kan anak-anak kita membuatnya menjadi penghapal Al-Qur'an."


"Aku sayang kamu!"


"Akupun!".


❤Maaf ya atas keterlambatannya❤