Dzifa

Dzifa
Luka lama



Pertandingan telah di mulai 10 menit yang lalu,suara sorak dan yelyel terus bergemuruh,Dzifa yang tidak ikut balapan hanya diam duduk di samping Lutfi sambil menyenderkan kepalanya pada bahu Lutfi.


Dzifa telah di tawari motor oleh Jo dan Lintang tapi dia tetap menolak dengan alasan capek tidak mau ikut balapan.sebenarnya ia ingin sekali balapan namun lawannya adalah Seen yang waktu beberapa bulan lalu mengalahkannya dan membuatnya cidera.namun alhamdulillah Dzifa bisa kembali lagi membawa motor untuk bertanding di acara 4 bulan lalu meski hasilnya hanya mendapat juara 2 dan itu mungkin kali terakhir ia balapan karena setelah itu ia menikah dan hidup bareng dengan Lutfi dan melupakan kebiasaannya yang dulu.


Setelah ia menikah dengan Lutfi ia merasa ada hal yang berbeda terutama kesehariannya yang biasa pulang sekolah di isi dengan tidur siang,dan sore menjelang malam di isi dengan jalan²,nongkrong bersama sahabat²nya,terutama di hari libur biasanya ia selalu menghabiskan waktu dengan bermanja-manja dan berleha² namun sekarang dia lebih menyibukan diri dengan beberes rumah dan mengunjungi toko Lutfi untuk sekedar membantu.sekarang ia lebih banyak membaca buku islam mencari wawasan terutamanya belajar menjadi istri yang baik untuk Lutfi.


Dzifa belajar untuk mengimbangi Lutfi dalam hal apapun seperti belajar masak,ngaji dan beberes rumah yang tak pernah ia lakukan di rumahnya malah waktu shalat pun ia dulu sering tinggalkan namun setelah bersama Lutfi,Lutfi selalu mengajak nya untuk ibadah shalat fardhu ataupun sunnah.meskipun sering banyak Dzifa menolak namun dengan kesabaran Lutfi akhirnya ia pun terbiasa melakukannya.


"Fa lo kenapa nolak tawaran Jo dan Lintang?"tanya Lutfi


"Gak papa?,emang gak boleh gw kaya gini"ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya


"Ya boleh,Malah alhamdulillah lo gak buat gw khawatir!"ucapnya tenang sambil melihat ke arah Depan.Dzifa hanya tersenyum mendengar apa yang Lutfi ucapkan tadi


"Ternyata nyaman juga"gumam Dzifa


"Apanya?"tanya Lutfi


"Pundak lo"ucapnya polos.Lutfi hanya terkekeh mendengar jawaban spontan dari Dzifa


"Lo Dzifa kan?"tanya seorang wanita dengan penampilan yang urakan dengan celana sobek2 kaos oblong jaket jeans yang sama dengan celana rambut berwarna terang kombinasai yang di ikat asal.


"Hem,Siapa ya?"tanya Dzifa


"Lo lupa sama gw?"tanyanya terlihat keangkuhan dan kesombongan dari tatapannya.


Dzifa terdiam sejenak mengingat - ngingat siapa wanita yang ada di hadapannya."Lexa"ucapnya nyaris tak terdengar


"Hahaaaaa ternyata lo masih inget gw?"ucapnya sambil tertawa keras.


"Hem mau apa lo kemari?"tanyanya sinis


"Hahahaaa gw cuma mau liat lo kalah lagi,tapi ternyata lo malah duduk di bangku penonton,mana nyali lo hah?tanyanya sakras.


"Bukan urusan lo"ucapnya dan menyenderkan lagi kepalanya ke bahu Lutfi tanpa mempedulikan tatapan Lexa


"Apa jangan-jangan gara² cowo di sebelah lo,lo jadi lembek gak kaya biasanya?"tanyanya sambil menunjuk ke arah Lutfi


"Sayang kita pindah yuk"Ucap Dzifa manja sambil beranjak berdiri dari tempat duduknya


"Yuk,kita mau duduk dimana?"tanya Lutfi


"Heh lo gw lagi ngomong ya sama lo"Ucap Lexa yang kesal karena ucapannya yang tak di tanggapi oleh Dzifa


"Ngapain lo di mari?"tanya Arya yang berdiri di belakang Lexa


"Hay Arya?"ucapnya sambil senyum simik"gw kemari pengen ketemu sama sahabat - sahabat terbaik gw waktu SMP.gimana kabar lo Arya ?lama tak jumpa?hahahaa dan kenapa lo gak ikut balapan kaya yang lain?Apa sama kaya Dzifa yang kalah dengan kemauan cowoknya?"ucapnya sambil menunjuk² pada dada bidangnya Arya


"Lo ngusir gw?apa hak lo?gw pengunjung sama kaya yang lain?"tanyanya


"PERGI"bentak nya"Pergi dari hadapan gw atau gue rusak wajah munafik lo"ancamnya


"Fine fine gw pergi sekarang"ucapnya berbalik badan dan berlalu pergi.


"Dzifa lo gak papa kan?"tanya Arya dengan suara lembut


"Yes I'm oke!"ucapnya


"serius"ucapnya sambil menatap Dzifa mencari kebohongan dari matanya dan ya dia tak baik² saja.


"Fi,bawa Dzifa pulang"titah Arya,Lutfi mengerutkan dahinya menatap Arya meminta penjelasan


"Lain waktu gw jelasin"ucapnya sambil menepuk pundak Lutfi


"Ayo"ajak Lutfi pada Dzifa.Dzifa menuruti apa yang di titahkan Lutfi tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Di perjalanan menuju apartemen Dzifa terus saja melamun,Lutfi yang ada di samping nya pun bingung atas perubahan Dzifa.


☺☺☺


Lutfi dan Dzifa ada di ruang tv menonton acara kartun yang sering Dzifa dan Lutfi tonton


"Apa gw gak berhak bahagia Fi?"tanyanya memecah keheningan


"Lo berhak bahagia Dzif,ikhlaskan apa yang pernah terjadi di masa lalu buat lah lembaran baru yang indah,gw akan selalu dampingin lo suka maupun duka"ucap Lutfi sambil mempererat pelukannya pada pinggang Dzifa


"Gw gak bisa lupain itu hiks hiks...


"Luka yang pernah hadir di hidup kita itu memang sulit untuk kita lupakan kalo kita tak ikhlas Dzifa.suatu kejadian itu membawa kenangan nya masing² Fa,curhat kan lah pada Nya sang maha pembolak balik hati,sang maha penyembuh luka,seberapa besar luka yang kita dapat bila Alloh berkehendak untuk menghapusnya dan menggantinya dengan kebahagiaan Alloh akan memudahkan apa apa yang manusia anggap sulit.Dzifa gw gak tau apa yang pernah terjadi dulu tapi gw yakin lo bisa hadapi itu seperti sebelumnya.dan sekarang lo ketemu dengannya yang membuat luka di hati lo,itu adalah ujian bagi lo,seberapa mampu nya lo ngadapin itu semua.karena di setiap ujian yang Alloh berikan itu artinya Alloh menguji lo untuk naik tingkat dari lemah menjadi kuat.dan Alloh telah menjanjikannya bukan,masih ingatkan apa yang lo baca kemarin?"Jelas Lutfi


"Hemm,Lutfi apa lo bakal ninggalin gw?"


"Takan pernah wahai bidadari surga ku"Goda Lutfi dengan mencawil dagu Dzifa


"Apa sih Fi,gw lagi sedih nah lo malah godain gw?"ucapnya sambil beranjak menjauh dari samping Lutfi namun tertahan oleh tangan Lutfi yang memegang pinggang Dzifa


"Hahaaaa udah makanya jangan melow²an,lo kan bukan cewek melow,gak pantes"Ucapnya sambil ketawa geli melihat tingkah Dzifa


"Nyebelin"jawabnya sambil mengalihkan pandangannya


"Hahaaa udah ahhh,mending shalat isya dulu yuk udah gitu istirahat.besok kita main ke toko,banyak yang harus gw urus!"Ajak Lutfi


"Siap pak ustad hahaaaaa"