Dzifa

Dzifa
Mengingat Malam setelah ijab



Bima terbangun dari tidurnya karena mendengar lantunan ayat suci yang sungguh sangat merdu.


Bima tersenyum saat melihat Istrinya tengah mengaji.


"Mas, Mas ke ganggu ya oleh suara Adek" Ucap Nura setelah ia membereskan mengajinya.


"Tidak dek, Jam berapa sekarang?" tanya Bima


"Jam 3 Mas"


"Kamu sudah shalat Tahajud?" tanya Bima


"Sudah Mas" Jawab Nura sambil membereskan Mukena yang ia pakai.


"Kenapa tak ajak Mas?"


"Maaf, Adek tak tega membangunkan Mas"


"Membangunkan untuk mengajak ibadah itu gak boleh gak tega, kan untuk kebaikan"


"Hehe, maaf.Ya udah sana Mas Mandi dulu lalu shalat" Titah Nura.


"Dingin" Rajuk Bima


"Kan ada Air panas Mas, Mau adek siapain Airnya ?"


Bima tersenyum seraya mengangguk, Hatinya terasa berbunga saat di perlakukan layaknya suami oleh Nura.


Nura begitu mengistimewakannya ia sangat ingat apa yang di Ucap Nura saat ia masuk kamar di tengah malam.Setelah Ijab kabul.


"Mas, Boleh Nura minta sesuatu, sebelum Mas membuka Cadar yang tengah Nura pakai?"


"Apa itu?"


"Nura tak tau apapun tentang Mas, Tentang keseharian Mas, tentang kebiasaan Mas, Tentang makanan kesukaan Mas, Tentang hal yang..


" Dek"


Nura mendongkak, ia menatap Bima beberapa detik lalu mengalihkan tatapannya"Bisakah jangan di potong"


"Ya sudah Mas akan dengarkan" Ucap Bima.


"Aku tak tau apapun tentang mas, Meski aku kenal dengan Mas sudah cukup lama.Kenal pun hanya ketemu saat kumpul di rumah Teh Ais dan di rumah Teh Dzifa itupun bisa di hitung jari" Jelasnya


"Iya, Begitupun Mas de, Namun kita kan baru Mulai dek jadi kita jalani saja dulu" Jawab Bima


"Mas, Adek ingin tau semua tentang mas, Apa yang di suka dan tak di suka Mas, Apa yang di harap dan tak di harapkan oleh Mas"


Bima menyernyit"Kenapa Begitu?"


Nura menghela nafas Gusar"Mas adek tak mau melakukan kesalahan dalam melayani Mas,Adek ingin nikah sekali seumur Hidup, Berdua Hingga ke janah.Adek ingin belajar melayani mas dengan benar, adek tak mau mengecewakan Mas."


"Dek, Mas menikahi adek Untuk menjadi teman dalam suka maupun duka.Bukan untuk membebani adek"


Nura menghela nafas Panjang, Ia bingung harua menjelaskan Apa"Mas Boleh Nura memaksa"Ucap Nura tegas.


"Dek, Adek membentak Mas"


"Tidak tidak Mas, Nura tak membentak Mas, Maafkan Nura" Ucap Nura dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Boleh mas Lihat wajah mu Dulu?"


"Boleh aku menolak" Jawab Nura


"Gak baik loh dek, Menolak ke inginan suami"Ucap Bima


" Mas, tolong"Ucap Nura memelas


"Tapi jangan di potong kaya tadi"


"Iya, tapi Ulangi apa yang tadi adek Ucapkan jangan sampe salah"Ucap Bima


" Mas, Nura bicara tanpa Naskah, Mana bisa Nura mengulang semuanya"Jawab Nura lirih


Bima Tersenyum, Istri kecilnya ini sungguh sangat Lucu"Khem, Ya sudah lanjutkan apa yang adek Mau"


"Sebelum kita melakukan Ibadah Suami Istri,Nura Ingin tau apa yang di suka mas dan Apa yang tidak di suka Mas"jawab Nura dengan sekali tarikan Nafas.


Bima menelan Salivanya dengan susah payah, " Apa adek Sudah siap?"


"Siap Apa?" tanya Nura Bingung


"Sudah tak usah di bahas" Jawab Bima sambil menatap ke arah lain, selain lucu Nura juga masih sangat polos pikir nya


"Mas"


"Apa?" tanya Bima sedikit meninggikan Suara


Nura pun langsung menitikan Air matanya"Maaf"


"Ehhhh kenapa Nangis?" tanya Bima panik.


"Bisakah Mas tak meninggikan suara Mas pada Nura, Bila Nura salah Mas boelh tegur Nura namun jangan tinggikan suara mas, Nura takut Alloh Melaknat Nura Huaaaaaaaa" Ucap Nura sambil menangis.


Bima panik, Baru beberapa jam ia nikah namun sudah membuat Istri kecilnya menangis.


tok tok tok


"Main cantik Bim, Jangan kenceng-kenceng.Yang lain sudah pada tidur" Tegur Wina di balik pintu.


"Duh salah paham Nih" Ucap Bima sambil menepuk Jidatnya, Lalu ia menatap Nura yang masih sesegrukan.


"Dek, Sudah ya nangisnya malu kedengeran keluar" Ucap Bima"Maafin Mas yang meningikan suara pada mu, Mas gak bermaksud menyakitimu"Sesal Bima.


"Dek, Besok setelah kita pindah ke rumah kita Mas akan ceritakan semuanya pada adek apa yang di mau Mas, Apa yang tidak di mau mas, Apa yang boleh dan tidak boleh .juga apa yang ingin adek tau dari Mas.Mas akan jawab semuanya Jujur sejujur-jujurnya.begitupun adek, adek harus kasih tau apa yang adek mau dan Adek suka.Kita akan tukar cerita dan membuat Misi untuk membuat Rumah tangga yang istimewa" Jelas Bima


"beneran?"


"Iya Sayang." Jawab Bima sayang


"Ya sudah, makasih"


Setelah malam itu Bima merasakan apa arti Nikmat dari Pernikahan.


"Mas" Panggil Nura, Bima pun menatap Nura dengan senyum mengembang, Yap selama ia melamunkan apa yang telah terjadi 2Minggu lalu Senyumnya tak luntur dari Bibirnya


"Kenapa senyum?"


"Aku Beruntung mendapatkanmu" jawab Bima.


Blush


Wajah Nura pun bersemu.


"Mas jangan mengoda ku,cepat Mandi" Titahnya


"Ya sudah, Mas mandi yah" Ucap Bima sambil berjalan ke arah kamar mandi, Sedang Nura ia langsung menyiapkan pakaian untuk Bima pakai.


Allah telah mengirimkan manusia dengan berpasang pasangan.dengan akhlak dan kebiasaan yang berdeda namun dengan tuhuan yang sama.Yaitu Berama ahingga Surga.


Maka nikmat tuhanmu yang mana kah yang kamu dustakan?