
Dzifa dan Lutfi tengah menunggu waktu shalat subuh,Setelah mereka melaksanakan shalat malam mereka berdzikir bersama,mungkin karena mereka sudah membiasakan diri untuk bangun di tengah malam jadi meski mereka tidur menjelang tengah malam tapi mereka selalu bangun lagi di waktu sepertiga malam.
"Dzifa"Panggil Lutfi
"Hemm"jawabnya,Lutfi pun membalikkan badannya jadi mereka saling berhadapan.
"Kamu mau kuliah?"
"Entahlah!"
"Aku mau kuliah di Universitas Indonesia"
"Aku pun"jawabnya sambil tersenyum
"Serius,katanya mau di London?"
"Entahlah"jawabnya sambil menundukann kepalanya.
"Kamu boleh kok sekolah di London bila kamu mau?"
"Kamu?"
"Aku disini aja.Akukan kepala keluarga sekarang kalau aku gak kuliah sambil kerja,gimana aku bisa bertanggung jawab terhadap kebutuhan mu,max-up mu mahal lo?"ucap Lutfi sambil tersenyum.
Dzifa terdiam,memang ia ingin sekali sekolah di London namun sekarang ia sudah menjadi seorang istri,dia tak boleh lagi egois.
"Huuuuuu"suara Nafas Dzifa yang di arahkan ke Lutfi,Dzifa pun tersenyum saat Lutfi menjauh dari wajahnya"Kita lagi nunggu shalat subuh gak usah deket-deket"ucap Dzifa.
"Kenapa ngelamun?"
"Ngelamunin kamu!"Goda Dzifa dan wajah Lutfi pun memerah bak kepiting rebus.
"khem...Ngelamunin apaan?"jawabnya setelah ia bisa menetralkan lagi rasa malunya.
"Entahlah"jawabnya.Lutfi yang menunggu jawaban Dzifa dengan serius langsung mendorong Dzifa dengan sebelah tangannya karena mendengar jawaban yang membuatnya kesal.Dzifa hanya tertawa terbahak-bahak saat pundaknya di dorong Lutfi.
"Baper ya?"Goda Dzifa
"Enggak"
"Malu ya?"
"Siapa yang malu?"
"Ya kamu!"
"Enggak"Jawab Lutfi sambil memalingkan wajahnya.
"kalau enggak ko wajahnya kaya kepiting rebus?,bahkan sampai ke telinga!"Ucap Dzifa sambil terkekeh geli.Lutfi hanya menggosok-gosok wajahnya dengan tangannya secara kasar mencoba menetralkan lagi dirinya.Dzifa yang melihat itu tertawa Terpingkal-pingkal hingga perutnya sakit dan matanya berair.
Di luar telah ada anak-anak mereka mengurungkan niatnya untuk langsung masuk ke mushola karena mendengar pembicaraan Dzifa dan Lutfi.
Ada rasa bangga dan bahagia di mata sahabat-sahabatnya itu setelah melihat Dzifa dan Lutfi yang begitu harmonis,mereka tak menyangka apalagi Bima dan Ifat yang sangat tau tentang Dzifa orang yang pembangkang dan tak berpikir panjang.namun ia bangga ternyata sahabatnya itu bisa berubah bisa kembali bahagia tersenyum,tertawa tanpa beban.
Keharmonisan mereka adalah contoh yang bisa mereka petik,utamanya mereka bisa melihat ada keikhlasan dan kepedulian juga komunikasi yang baik yang Dzifa dan Lutfi contohkan,tak harus dengan perdebatan dengan candaan pun suatu permasalahan akan bisa terselesaikan bila dengan cara yang baik.
"Khem"deheman Bima menghentikan Dzifa yang tengah tertawa.
"Lagi ngapain kalian?,udah waktunya shalat subuh!"Ucap Bima tanpa mempedulikan pertanyaan Dzifa.
"Oh ya udah,Ayo kita shalat!"Ajak Lutfi.
"Gw imam nya bolehkan?"tanya Willy.
"Lutfi aja!"jawab Arya
"Udah Will lu aja!gw lagi males!"ucap Lutfi sambil berdiri di sebelah Sandi.
"ikh lu aja Fi gak usah si Willy,gak percaya gw?"ucap Arya sambil melirik kearah Willy
"Heh Imam itu semua sama!"jawab Willy tak terima dengan ketidak percayaan Arya
"Ya beda lah!"Jawab Danu.
"Apa bedanya?"tanya Willy
"Beda lah Imam itu orang yang memimpin shalat berjamaah nah kalau makmum orang yang mengikuti shalatnya imam."jawab Danu
"Heh ege,kalau itu gw juga tau!"jawab Willy sambil menoyor kepalanya Danu.
"Lu udah tau syarat jadi imam belum?"tanya Wina
"Emang ada syaratnya?"tanyanya balik.
"Ya adalah ege"
"Syarat jadi imam itu harus jelasnya harus laki-laki....
"Ya emangnya gw bencong"potong Willy saat Danu hendak bicara hingga ia tak bisa meneruskan pembicaraan nya.
"Yang aku tau satu harus islam,ke dua berakal,ketiga balig ada yang mengatakan tidak sah berjamaah(di imami) oleh mereka yang belum mimpi basah,meskipun dia sudah bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk.terus harus laki-laki namun tidak apa bila makmumnya perempuan semua,jadi gak usah harus laki-laki,lalu harus bersih dari hadas dan najis dan apa ya?seorang iman harus bisa memperindah bacaannya dan juga imam harus tau bagai mana sujud,rukuk dan duduk dalam shalat yang benar,dan lagi imam tak sedang makmum pada yang selainnya,terakhir benar dan fasih bacaannya sesuai makhraj"jawab luna.
"Ada yang gw tanyaain boleh?"tanya Arya
"Apa?"
"Imam tak sedang makmum pada selainnya,maksudnya?tanya Arya yang terlihat bingung dengan penjelasan Luna.
"Maksudnya,bila di dalam mesjid sedang ada shalat berjamaah yang safnya berantakan maka pastikan kita tidak bermakmum pada makmum yang lain"Jawab lutfi"Dan,imam!"titah Lutfi.
"Kenapa dia?"tanya Arya
"Bawel!"jawab Lutfi yang langsung memutar badan Arya supaya menghadap kiblat.
Merekapun shalat berjamaah dengan imam yang di pilih Lutfi yaitu Danu.Lutfi masih sedikit kesal dengan Dzifa yang menggodanya saat ia bertanya serius padanya.jadi ia memutuskan untuk tidak menjadi imam karena takut ia tak bisa serius atau husu.
Mengapa Lutfi memilih Danu?karena Danu seorang hafis namun ia menyembunyikannya kepada teman-temannya katanya 'aku hapal Al-Qur'an dan Artinya namun aku belum paham semua maknanya' itulah yang ia katakan pada Lutfi.sedangkan Lutfi masih dalam tahap menghafal belum hafal semua sama dengan Wina tapi setiap apa yang di hapal Wina maupun Lutfi mereka selalu mencari maknanya dan contoh dalam kehidupan sehari-hari makanya bila debat dengan mereka mengenai islam mereka bisa menjawab dan membalikkan pertanyaan sehingga sipenanya tak bisa lagi menjawab..
☺☺☺
maaf ya author nya lagi ada urusan jadi baru bisa up🤗