
Semua telah berkumpul di makam Siska.Dzifa pun ikut meninggalkan putra-putranya di jaga Sodara-sodaranya dan Orang tuanya.
Terlihat gurat sedih di wajah semua, saat lantunan ayat-ayat tahlil yang di pimpin Danu terucap, di lanjut membaca surat Yasin bersama-sama.
Willy mengeratkan pegangannya pada Gina, Gina tau suaminya butuh kekuatan menghadapi ini.
"Amin"
Semua terdiam setelah mengucap amin setelah pembacaan do'a lalu mengusap wajahnya mereka masing-masing.
Luna telah menangis tersendu-sendu di dekapan Arya.
"Na, jangan gini?puasa nanti batal lo?" tagur Arya.
"Aku rindu, dia sahabat terdekat ku Ar"
"Iya, tapi yang dia butuh Do'a bukan tangisan sayang" Ucap Arya, Yang lainpun sama namun air matanya hanya tergenang di pulupuk nya saja.
"Sis, Bagaimana kabar mu?dua kali kita ketemu di mimpi sebelum ku lahiran.kamu udah bahagia ya di sana.pasti udah ketemu pangeran yang akan jaga kamu.kita hanya bisa ngenang kamu, hanya bisa do'ain kamu yang terbaik untuk mu.Sis kami Rindu, hanya Rindu.semoga suatu saat kita bisa bertemu kembali berkumpul di surganya Alloh.maaf bila kami tak sering mengunjungimu, hanya do'a selepas shalat yang bisa kami kirimkan.Sis kami Rindu" Ucap Dzifa terisak sambil memegang nisan yang tertulis nama sahabatnya itu Siska
Semua telah meneteskan Air mata setelah Dzifa berkat"Kami Rindu, sangat Rindu"
Bruk
Suara yang terdengar nyaring itu berasal dari Willy yang sudah tak bisa menyeimbangkan lagi tubuhnya.
"Maafin aku, aku udah melupakanmu setelah ku menikah, aku mengingkari janjiku Sis, maafkan aku"
"Will" Tegur Lutfi, di sana ada Gina, hatinya pasti sakit saat Willy berkata seperti itu.
"Maafkan aku yang melupakanmu,janjiku takan melupakan mu akan selalu mendo'akanmu.namun aku terlena dengan dia istriku.Sis maaf dulu aku bilang bila aku menikah aku takan lupa mendo'akanmu setiap ku shalat, namun entah berapa lama aku melupakannya, kamu pasti kecewa Sis maafkan aku.Sis, aku do'akan kamu bahagia seperti ku disini.kita sudah terhalang jarak yang cukup jauh.ku do'akan kamu bahagia"Ucapnya
" Selalu bahagia"sambung Gina"Teteh Siska ku do'akan engkau selalu bahagia"Willy pun menatap Gina dalam lalu memeluknya dengan erat.
"Kita manusia tak luput dari kesalahan dan khilaf bukan hanya kamu Willy, mungkin kita pun sama Lupa kalau sahabat kita butuh do'a dari kita." Ucap Dzifa.
"Setelah ini, sebisa mungkin selepas shalat kita do'akan ia meski hanya satu Al-fatihah saja, dia sahabat kita kan?suka duka bersama dulu." Ucap Lutfi.
"Ia bener Fi, aku juga kemarin ke makam Eyang Uti gak jauh dari sini.tapi aku tak berkunjung kesini.Maafin aku Sis?" Ucap Ifat.
"Al-fatihah" Ucap Lutfi semuapun membacakan Surat Al-fatihah kusus untuk Siska bersama-sama.lalu selepas itu mereka memutuskan pulang ke rumah lutfi.
🍀🍀🍀🍀🍀
"Aduh rumah ku kalau udah di datengin kalian sama anak-anak kalian rumah ku bakal kaya kapal pecah" terang Dzifa
"Ye dasar pelit"Ucap Arya
" Bima kemana?"tanya Ifat.
"Aku suruh belanja bahan makanan untuk nanti buka puasa?" Jawab Sandi
"Sendiri?"
"Iya?"
"Emang bisa?"
"Ya bisa lah, dia setelah nikah udah kaya ibu-ibu belanja untuk ngisi kulkas apartemen dan juga mertuanya."
"Terus kerjanya si Alexa?" tanya Arya
"Ongkang-ongkang kaki"
"Gila beruntung banget dia" Ucap Ifat
"Tapi gak dapet pahala" Ucap Dzifa.
"Eh iya jangan ngomongin si Alexa terus, kan udah jadi mantan.aku berharap dia gak kan balik lagi sama si Demit itu" Ucap Ifat.Semuanya pun mengangguk.
"Assalamu'alaikum" Ucap seseorang di balik pintu.
"Biar Nura saja" Ucap Nura beranjak
"Wa'alaikum salam" Jawabnya sambil membukakan pintu.
Bima mematung.ia bertanya tanya siapa yang bercadar di rumah Dzifa.wanita yang hanya nemapakan mata dan alis mata nya saja, wanita yang berbalut gamis biru langit di padukan dengan krudung biru tua dan cadar yang senada, dan tangan yang hanya terlihat jari-jari lentiknya.Apa dia tak gerah dengan pakaiannya?
"Mas, silahkan masuk!" Ucap Nura.
"Aku gak budek Bima"
"Hehe, Eh boleh tanya siapa dia?"tunjuknya pada Nura yang langsung duduk di samping Dzifa.
"Jangan bilang naksir" Cibir Ifat, Bima mengendus.
"Sirik aja lu?"
"Dia Nura dan itu kembarannya Nisa" Ucap Dzifa"Adik Wina"
"Gila Win, kamu punya adek cantik bener?"
"Punya lah 3 malah, yang satu cowo.Ya Nisa memang cantik"
"Nura Juga"
"Lu bisa nerawang?" tanya Sandi.
"Enggak, Cuma keliatan adem aja liatnya, pasti teduh pula wajahnya."
"Gombal lu"
"Dek, tuh ada yang lirik emang gak tertarik?" tanya Nisa.
"Gak"
"Duh kasihan langsung di tolak"ejek Arya
"Aduh punya adek gini banget sih?" Ucap Nisa
"kalau mau, khitbah aja tapi setelah beres urusan mu" Jelas Wina.semua mata melotot pada Wina segampang itu ia berkata"Kalau berani"nyali Bima serasa tertantang.
"Siapa takut, dengan ijin Alloh kalau berjodoh aku takan lama-lama menundanya."
"Uhhhhhhh keren bro" Ucap Sandi bangga
"Percepat Urusan mu, aku dukung 100% tapi kalau kamu menyakitinya aku yang akan lebih dulu gebugin kamu" Ucap Danu
"Kamu pernah liat mukanya?"
"terakhir 2 tahun yang lalu, Cantik insyaalloh seperti kembaranya kalau gak salah, tapi lebih cantik bidadari halalku."jelas Danu
"Bucin"
"Dek, gimana?" goda Nisa."Kalau iya sekalian acara nikahnya barengan"
"Gak, saya masih kuliah dan saya juga tidak berniat menikah dengan mewah seperti kakak" Ucap Nura.
"Kuliah dimana?" tanya Bima
"Di Kuala lumpur"
"Malaysia?jauh banget!"
"Ya, adik ku kuliah disana."
"Tampa Mahram"
"hem"
"Boleh aku jadi mahram mu?" Tanya Bima.
Nura diam sedangkam teman-temannya hanya menggeleng kepala tak habis pikir.
"Hehe mana mungkin bidadari secantik Nura mau sama aku yang status nya juga belum jelas, aku calon duda.hemmm ketinggian ya kalau aku berharap kamu jodoh ku" Keluh Bima.
Nura mendongkak menatap Bima beberapa detik lalu memalingkan wajahnya"Astagfirulloh"
"Kenapa dek?" tanya Wina.
"Tidak Apa kak" Nura menghembuskan nafas panjang"Selesaikan dulu urusan Mas, Jangan berpikir jauh, serahkan saja semua pada Alloh."
"Aku malu Dek, aku pernah berumah tangga dan berujung kegagalan.sangat mengecewakan."Bima diam sejenak"Kamu orang baik Dek, insyaalloh sempurna akhlak dan pribadimu, sedang aku bad boy, Duda, Alloh.....sungguh sempurna status ku"
"Aku tak sesempurna yang di ucap Mas, untuk semuanya jangan melihat tampilanku yang berbeda, aku bukan sudah taat tapi masih dalam belajar taat,jangan menganggap aku tinggi, akhlakku tak ada seujung kukupun baiknya.aku masih belajar dan masih buka tutup belum sepenuhnya istiqomah.banyak kurang dan khilaf yang tak terlihat mungkin karena tampilanku."semua diam
"Manusia tak bisa di ukur dari pakaiannya.akhalk dan hati hanya ia sendiri yang harus mendalami dan memahami.aku masih jauh dari kata sempurna.Aku hanya belajar taat saja, belum taat sepenuhnya.jangan memujiku aku takut khilaf, karena segala puji hanya milik Alloh semata."