Dzifa

Dzifa
Rencana



"Masakan lo mantul"ucap Bima sambil mengelus perutnya,Lutfi yang dapat pujian hanya menggelengkan kepalanya


"Memang bener mantul,sering-sering deh kaya gini?"ujar Ifat menimpali ucapan Bima


"Iya tuh bener?"ucap Ais


"Sebulan gw di manjain makanan kaya gini gendut gw"ucap Sandi sambil bertos ria dengan willy


"klo mau di masakain sama Lutfi,lo lo pada belanja dulu bahan²nya jangan pengen gratisan nya doank"ucap Dzifa sewot


"Ko lo yang sewot sihh noh si Lutfi juga gak keberatan kan? tanya Ais meminta persetujuan dari Lutfi


"keberatan banget"ucapnya dingin.


"Berarti yang barusan gak ikhlas donk?"tanya Siska yang di angguki semua temen²nya


"Ikhlas tapi jangan tiap hari,kan kebutuhan Lutfi banyak ege"sakras Dzifa.


"Yang di tanya siapa yang jawab siapa?Aneh gue!"Ucap sandi


"Kan mereka sepaket!"jawab wina polos dan langsung mendapatkan tatapan dari semuanya meminta penjelasan,wina yang mengakui kalau dirinya salah ucap kaget dan bingung harus jawab apa.


"Pacaran tandanya sepaket donk?"tanya Lutfi yang melihat Wina salah tingkah


"Ia sih cuma kan itu urusan ke uangan lu,bukan Dzifa tpi malah Dzifa yang ngikut kesel"tanya Luna yang keheranan dengan tingkah Dzifa yang sedari tadi seperti kesal atas permintaan temen²nya


"Ya kali gw gak kesel,dia bisa kaya gini sekarang karna kerja kerasnya,emang nya kalian yang masih ngandelin dari orang tua"ucap Dzifa


"Udah lain kali insyaallah klo ada rejeki kita makan diluar "Ucap Lutfi yang tak henti²nya mengelus punggung Dzifa untuk menenangkan nya.Lutfi tau klo permintaan teman²nya itu akan berakhir pada uang yang diberikan olehnya.


"yes"ucap mereka serentak


Sebenarnya Lutfi tak merasa terbebani dengan permintaan teman²nya itu karna mereka tak mungkin minta di masakin tiap hari paling cuma sekali²,dan itu tak akan membuat nya rugi karna sebagian dari hasil kerja keras nya ada hak orang lain,meski memang Lutfi tiap bulan telah mengeluarkannya dan malah sebelum ia memberikan penghasilannya terhadap Dzifa pun ia telah lebih dulu memberikan hak orang lain itu terlebih dahulu.namun mungkin beda pendapat dengan Dzifa.mungkin Dzifa tak mau jika Lutfi merasa terbebani atas ke inginan teman²nya itu.


"Eh beberapa bulan lagikan ujian tengah semester kan?"tanya Danu


"Ngapain lu nanya² soal ujian?"tanya Ais


"Ya enggak!"jawabnya dia menjadi salah tingkah saat di tatap Ais


"Mau belajar bareng?"tanya Dzifa


"Boleh?"tanya Wina


"Kita gak suka belajar"ucap Dzifa


"Serius?"tanya Lutfi sambil menoleh ke arah Dzifa


"Ya serius lah,"jawab Bima


"Klo ada tugas dari sekolah?"tanya Luna


"Ya kerjain di sekolah sebelum pulang,pulang ke rumah langsung tidur siang,nah klo malem baru jalan²"jawab Arya santai


"kalian kan selalu masuk peringkat,nilai kalian juga bagus tapi ko gak pernah belajar dan lagi gw liat kalian jarang pokus klo guru lagi ngajar,dan lo Fa kebanyakan tidur?"ucap willy yang heran dengan jawaban dari temen² Dzifa yang notabennya sering membuat onar.


"Kita juga suka belajar ko mungkin sebulan sekali atau ya klo lagi mau ulangan aja"ucap Sandi


"ko bisa gitu?"tanya siska


"Ya engggggg gimana ya males aja gitu,yang penting dapet nilai aja lah?"jawab Ais


"Sesekali kita belajar bareng gimana?"ajak Danu"kan setelah libur semester kita UAS "ujarnya yang di angguki oleh semuanya


"Ya udah di taman sekolah aja gimna pas pulang sekolah atau di atap kan enak ada angin sepoy²"jawab Ifat.


"Yang ada lu ngorok ege" jawab Dzifa sambil menoyor kepala Ifat


"hahaha bisa jadi"jawab Ifat cengengesan


"Serius lah?"tanya willy


"Gimana klo disini aja?"tanya Wina yang langsung dapet pelototan dari Lutfi


"Udah pulang sekolah aja"jawab Dzifa


"hari Sabtu aja gimana?kan sabtu setengah hari" Siska yang langsung di setujui oleh semua teman nya.


"Eh iya lu kan kerja di L'Fashion terus gimana?"tanya Arya


"Cie ilah gaya lu kerja di L'Fashion?"ucap Sandi yang tak percaya.


"ya gak gimana²,gw bisa atur waktu ko"ucap Lutfi dengan sifat dingin nya


"Hahaha seriusan lo kerja di sana,emang bisa bolos sembarangan"tanya sandi


"Gimana yang kerja aja napa gak usah tanya²"sakras Dzifa


"*ternyata lo dapet cowok mandiri,bisa masak,ngasilin duit sendiri,gw bahagia fa lu sama si Lutfi awalnya emang gw gak ikhlas tp kayanya lo nyaman dan bahagia banget meski lo dengan sifat cuek lu dan Lutfi dengan sifat dinginnya tapi lo dan dia bisa saling paham saling mengerti,gw do'ain lo bisa bahagia,langgeng sampai nikah dan punya keturunan."ucap Bima dalam hati


"Lo perfect Fi,dan lo beruntung Fa gw iri sama kebahagiaan kalian,gw berharap fa lo bahagia selamanya"ucap Ifat dalam hati*


"Jadi setiap sabtu sore nih?"tanya Dzifa yang di angguki semua temen²nya


"Dan minggu nya kita ke sentul gimana?"ajak Ais


"Mau ngapain?"tanya Danu


"ya balapan lah,memacu adrenalin biar gak tegang"jawab Ais sambil cengengesan.


"Eh Fa motor lo kemana?"tanya Bima


"Gak kemana²,ada ko di rumah?"jawab Dzifa


"kirain di jual"tanya Bima


"kaya nya?"jawab Dzifa dengan wajah sedih


"Maksudnya?"tanya lutfi


"gak papa !"jawabnya dengan menampilkan senyum terpaksa.


"Eh udah mau malem gw pamit duluan ya Fi takut nyokap marah"ucap Wina"kalian gak pada pulang


"iya ini juga mau pada pulang ko"jawab Bima


"ya udah yuk"ucap Willy


"Yah gw nyuci piring sendiri donk klo kalian pada balik"ucap Lutfi


"tenang kan ada Dzifa"ucap Wina sambil tertawa dan di ikuti sama semua nya


"Bantuin ya?"bujuk Lutfi


"Ogah"


"Gw beliin game yang baru gimana?"tawar Lutfi


"Gak butuh"


"Salah lo nawarin game"ujar Ifat


"Terus apa?"tanya Lutfi


"Beliin dia motor sport terbaru"ucap Ifat.Lutfi yang mendengar itu langsung mendengus kesal pasalnya harga motor sport yang di maksud sangatlah mahal hampir sama dengan harga satu mobil Avansa baru.


"Gila bangkrut gw"ucapnya yang membuat semua yang ada di sana tertawa bahkan Bima dan Willy hingga meneteskan air mata.


"Bahagia bener lo pada"ucap Lutfi yang kesal


"Sabar broo"ucap Sandi sambil menepuk pundak Lutfi namun tetap dengan wajah yang menahan tawa karna melihat wajah Lutfi


"Lucu ya kalo liat wajah Es batu lagi kesel"ucap Bima sebelum melanjutkan tawanya


"Udah² pada balik lo semua"Usir Lutfi


Mereka semua pun pulang setelah menertawakan Lutfi....kecuali Dzifa karna memang dia tinggal bareng dengan Lutfi dan juga harus membantu suaminya itu membereskan kekacauan yang di buat oleh teman²nya.


❤❤❤❤❤❤❤