
"Hahaha kalian mau kemana?"ucap Ibu Laras sambil terus tertawa
Dzifa dan Lutfi saling pandang,mengapa Ibu Laras tertawa,apa yang sedang ia tertawakan.bukan hanya Dzifa dan Lutfi saja yang merasa aneh namun Abi Rudi dan Ayah Budi pun saling pandang bingung akan apa yang terjadi,sedangkan Umi Santi yang baru saja mengingat apa yang di ucapkan Ibu Santi tadi baru mengerti dan mulai cengengesan.
"Mi...."Ucap Abi Rudi sambil menatap Umi Santi meminta penjelasan.
"Siapa yang menabur dia yang akan menuai kan,hahaha..."ucap Ibu Laras
"Bener tuh Jeng!"ucap Umi Santi sambil tertawa dan memegangi perutnya yang mulai sakit.
"Ibu balas dendam!"ucap Dzifa yang baru mengerti apa yang di ucap sang ibu yang membuat ibu dan Umi tertawa kegirangan.
"Hahahaaa makanya jangan jail sama orang tua,dikira orang tua gak bisa bales!"Ucap Ibu Laras.
Lutfi yang sedari tadi tak tau arah jalan pembicaraan sedikit demi sedikit mulai paham dan melepaskan pegangan tangannya lalu berjalan ke arah tempat yang ia duduki tadi.
"Makanya jangan jail sama orang tua jadi kan kena Frank.!"ucap Lutfi sambil geleng-geleng kepala.
"Hahahaha"Semua yang ada di sana tertawa karena paham akan apa yang terjadi barusan,kecuali Dzifa dia mengerucutkan bibirnya kesal.
"ibu bisa aja aktingnya!"Ucap Ayah Budi.
"Udah bagus gak yah jadi Aktor?"
"Husss,ga usah aneh-aneh.cukup jadi ibu rumah tangga ngelayanin suami gak usah neko-neko!"ucap Ayah Budi tegas.
"Hahaha puas!"Ucap Dzifa sambil menjulurkan lidahnya.
"Kamu juga!"lanjut Ayah Budi.
"Ko aku,aku kan masih muda yah,aku mau kuliah!"ucap Dzifa.
"Terus kapan ngasih cucu nya?"ucap Abi Rudi.
"Bi segitu ngebetnya kah?"tanya Lutfi.
"Biar Umi stay ngurus cucu gak jalan-jalan terus"Ucap Abi Rudi.
"Betul itu!"Timpal Ayah Budi.
"Terus...."Ucap Dzifa tak selesai karena melihat Lutfi yang menatapnya.
"Yah,Bi insyaallah kami usahakan."ucap Lutfi"Namun setelah kami lulus!"sambungnya sambil memainkan alisnya ke arah Abinya.
Abi nya yang tau anaknya sedang mengecohnya langsung melemparkan bantal sofa ke arah Lutfi"Yang jelas kalo ngomong!"ucap Abi Rudi.
"Kan barusan Lutfi udah begitu jelas Rud?"tanya Ayah Budi.
"Kanu tak tau aja maksud dia apa!"jelasnya
"Apa?"
Lutfi melirik Dzifa,Dzifa paham arah pembicaraan Lutfi pun mengangguk.
"LULUS KULIAH"ucap Lutfi dan Dzifa berbarengan.
"Menyebalkan!"ucap Abi Rudi sambil mengendus.
"Lama bener!"
"Abi yang kesepian bukan Ayah mu!"jawab Abi Rudi dengan wajah yang masih kesal.
"Biar itu jadi rahasia Alloh aja Abi,kami akan berusaha sebaik mungkin"tapi tetap bukan sekarang!"ucap Lutfi menenangkan
"Apa kalian sudah mencoba"Ucapnya,sebuah pertanyaan yang membuat Dzifa bingung
"Itu urusan kami berdua!"jawab Lutfi
"haist......kalian ini!"ucap Abi Rudi
"Jangan Kepo!"ucap Lutfi.
"khemmmm, kembali ke topik"ucap Umi Santi.
"oke oke"jawabnya sambil melihat ke arah Ayah Budi
"Jadi kedatangan kita kesini itu mau memberikan ini pada kalian!"ucap Ayah Budi sambil memberikan Amplop besar ke arah Dzifa dan Lutfi.
"Apa?"ucap Lutfi yang sudah membuka dan membaca isi dari map tersebut.
"Ini yang Ayah Janjikan!"ucap Dzifa.
"Yes!"jawabnya
"thank ayah!"ucap Dzifa
"Yah,maaf harus nya aku yang membelikan rumah untuk istriku!"jelas Lutfi
"itu hadiah pernikahan sekaligus ulangtahun untuk putri ayah,maaf kado nya ke cepetan,dan kamu Lutfi iya memang kamu yang harus memberikan rumah,namun kamu kan sudah memberikan apartemen untuknya itu sama dengan rumah bukan?"ucap Ayah Budi
"ya saya hanya bisa bilang terimakasih"ucap Lutfi.
"Nak kamu kan sudah menolak modal dari Ibu dan Umi,lebih baik uang yang kamu punya gunakan untuk mempercepat pembukaan toko sebelah"ucap Ibu Laras
"Benar itu fi"timpal umi Santi.
"Mi..."keluh Lutfi
"Gak usah berkecil hati,kamu gak gagal nak,malah di usia mu ini kamu sudah bisa membangun dan mempertahankan rumah tangga mu dengan baik,sekolah,mencari nafkah,mendidik Dzifa.Ayah bangga kedewasaan kamu yang mungkin belum waktunya tapi kamu bisa berlaku sebagaimana kepala keluarga yang baik"ucap Ayah Budi
"Kita gak salah pilih menantu,kami bangga nak"ucap Ibu Laras.
"Makasih Bu,Yah semuanya.Lutfi masih belajar,Lutfi masih butuh nasihat dari kalian!"ucap Lutfi sambil menundukkan kepalanya.
Dzifa yang mendengar dan melihat juga merasakan begitu bertanggung jawabnya Lutfi terhadap dirinya merasa malu kenapa ia selalu saja bersifat kekanak-kanakan.Dzifa pun memeluk Lutfi dengan erat.
Lutfi yang di peluk Dzifa secara tiba-tiba kaget bingung menagapa Dzifa melakukan itu di hadapan orang tua mereka.
Berbeda dengan orang tuanya mereka tersenyum bahagia melihat itu semua.
"Terimakasih segalanya,dan maafin aku selama ini yang tak peka akan apa yang kamu pikul"bisik Dzifa yang sudah terisak.
"Udah jangan nangis,aku gak papa ko,itukan udah kewajiban ku!"ucap Lutfi sambil membelai rambut Dzifa.
Dzifa terus saja menangis dan memeluk Lutfi dengan erat tanpa mempedulikan sekelilingnya....
"Aku tak salah menikahkan kamu nak,Lutfi adalah suami terbaik untukmu nak,mudah-mudahan pernikahanmu menjadi pernikahan yang sakinah mawadah warohmah dan menuntun mu ke Jannah...amin"Ucap Ayah Budi dalam hati.