
Hari-hari berganti dan hari ini adalah hari dimana akan di adakan ulangan tengah semester,semua anak sekolah bergelut dengan buku2 tebalnya untuk mengulang semuapelajaran karena akan menghadapi ulangan.
Namun beda dengan Dzifa ia menyibukkan diri dengan membuat design pakaian yang akan di produksi dan akan di jual di toko L'FAb
HION.
"Fa,kenapa gak belajar?"tanya Ais
"Hempt udah kemarin !"ucapnya tanpa memalingkan pandangannya dari layar laptop nya..
"Dzifa,kemarin gw ketemu si Arda lo?"ucap Ais yang dapat pelototan dari Sandi
"Lalu?"tanya Dzifa tanpa mengalihkan pandangannya
"Kamu udah maafin dia?"tanyanya berhati²
Dzifa yang di tanya hanya tersenyum sedangkan Sandi dan Bima yang mendengarnya menatap tak suka kepada Ais.
"Selow bro selow,santai aja gak usah liatinnya kaya yang mau ngebunuh gw,gw cuma ngomongin kalo kemarin ketemu tuh orang dan juga nanya ya basa basi aja lah ahhh,,,,"ucap Ais gelagapan.
Dzifa memandang Lutfi yang melihat ke arahnya.Dzifa tersenyum ke arah Lutfi seakan akan menjelaskan klo tak ada apa-apa.
Namun Lutfi yang melihat senyuman itu merasa senyuman yang Dzifa menyiratkan luka yang teramat pedih.
"Hay kenapa pada tegang?"tanya Siska yang berjalan beriringan dengan Willy dan di ikuti oleh Luna.
"Gak ada apa-apa?"ucap Bima ketus"Dzif ikut gw?"ajak Bima
"kemana?"tanyanya.tanpa mendapat jawaban Bima langsung menggegam tangan Dzifa dan membawanya pergi,sebelum pergi Dzifa berteriat.
"Fi,save design gw"ucapnya lantang
Lutfi pun menoleh dan melihat Dzifa yang di seret oleh Bima,Hati Lutfi sakit dan sesak saat melihat itu namun sesegera mungkin ia meredam emosi nya.
Setelah Dzifa pergi Lutfi beranjak dari bangku nya menghampiri bangku yang di tempati Dzifa,disana ada Ais yang sedang di ceramahi Sandi,Arya dan fatimah.
Lutfi duduk di bangku tempat Dzifa dan segera mengecek hasil Dzifa,iya bersikap acuh seakan tak mau tau,meski telinganya terus mendengarkan apa yang di ucap sahabat²nya itu.
Willy dan Siska mendekat ke arah Arya dan ikut bergabung
"Gw gak mau ya Is,lo ngomongin itu lagi,udah lupain si brengsek itu,dia udah ngancurin citra nya Dzifa dan Bima,tau lu gimana menderitanya Dzifa 3 tahun lalu,dan bagaimana Bima yang harus mendapat surat DO dan mendapat hukuman dari orang tuanya yang buat kita iba sampai nangis bareng²,inget Dzifa dan Bima udah bahagia,Dzifa udah ada Lutfi dan Bima ya lo liat sendiri dia pun bahagia"Ucap Arya.
"Iya Is,jangan buka luka lama mereka lagi,ngeri gw!"ucap Fatimah yang terbayang akan apa yang di lakukan Dzifa semasa itu.
"Ngeri kenapa?"tanya Willy
"hemmm ya gitu"ucap Ifat gelagapan sambil menggaruk tengkuknya
"Udah lo gak perlu tau,dan lagi gw juga gak mau nyeritain hal ngeri itu lgi,biarlah itu jadi pelajaran untuk Dzifa dan Bima..."ucap Sandi
"Maaf ya bro"ucap Arya sambil menepuk pundak Lutfi"Gw liat Lo terlalu cuek terhadap Dzifa,sepertinya urusan Dzifa bukan urusan lo gitu,maaf ni ini cuma pandangan gw aja!"
"Iya,kayanya lo gak ada tertarik²nya sama urusan Dzifa"sambung Willy
"Terserah apa yang kalian pikirkan,yang jelas gw maupun Dzifa punya cara tersendiri yang gak perlu orang lain tau,dan juga kata cinta atau sayang tak perlu di umbar kan?bila di umbar ntar ada yang baper?hahaha"ucap Lutfi santai "Gimana kalo udah baper,ntar harus tanggung jawab buat obatin...gw sih ogah"
"haist ih lo serius lah?"ucap Willy yang merasa pertanyaannya malah di jawab dengan guyonan
"Apa yang harus di seriusin,hubungan gw sama Dzifa udah serius,coba apa lagi?"jawab Lutfi
"Jelasin?"Sambung Arya
"Ya serius lah,gak mungkin kan Lutfi mainin anak orang apa lagi ini cinta pertama buat nya...bener kan bro?"jawab Willy dengan kedipan mata yang mengarah ke Lutfi
"Dan gak mungkin lagi Lutfi nyakitin Dzifa.Lutfi tuh emang kaku tapi penyayang buanget"sambung Wina yang tak tau sejak kapan ia datang dan ikut menyimak pembicaraan mereka.
☺☺☺
ditempat lain.
"Lo mau bawa gw kemana sih?"tanya Dzifa
Bima berhenti melangkah dan melihat ke arah Dzifa,dia melihat raut wajah Dzifa lamat².
"Apa?"tanya Dzifa
"Lo gak kenapa-napa?"tanyanya
"Emang gw kenapa?"
"Lo gak sakit hati?"
"Untuk apa?"
"Fa...?"
"I'm oke!"
"Serius?"
"Ya...Apalah kau nih!"
"Lo udah maafin Arda?"
"Nyimpen dendam itu gak baik bro,ikhlasin aja apa yang pernah ia perbuat...di dunia tuh kita nyari amal bukan nyari dosa,gw mungkin bakalan lupain masalah yang pernah terjadi sama gw,tapi untuk gw harus dendam sama dia gw gak bisa karena dendam itu perbuatan setan."Jelas Dzifa
Bima mencoba mencerna apa yang di ucapkan Dzifa,apa benar Dzifa sudah memaafkan Arda dan kekasihnya?.
"Ikhlas adalah hal yang sulit tapi klo kita bisa ikhlasin apa yang pernah terjadi sama kita,ganjaran yang akan kita dapat akan lebih bermanfaat untuk hidup kita kedepannya dan untuk dia yang berbuat keji terhadap kita cukup dengan kita do'akan yang terbaik untuknya,supaya dia sadar akan dosa yang ia perbuat.toh kita juga gak sampai melakukan hal yang di haramkan dalam agama?hanya saja jujur gw malu,***** gw jadi bahan tontonan semua orang,jujur gw sakit hati.Ada yah orang selaknat dia?sekeji dia?tapi biarlah biar dia tanggung dosanya sendiri.dan untuk kita yang teraniyaya jadikan itu pelajaran dan penghapus dosa kita,mungkin dosa kita sudah bejibun hingga Alloh memberi teguran dengan mendatangkan nya dan membuat hal yang keji pada kita untuk kita mengingatNya kembali,ya gw udah ikhlasin semua,karena setiap penyakit atau musibah yang datang ke kita itu akan menghapus sebagian dosa kita." Jelas Dzifa
"Ko lo bisa sebijak ini?"tanya Bima
"Makanya bergaul tuh jangan sama orang-orang absrut mulu,kali² sama orang yang bener biar kita ngikut bener?"ucap Dzifa dan berlalu pergi meninggalkan Bima
Bima terdiam mencerna apa yang di ucap Dzifa"Maksud lo Lutfi"teriak Bima dan mendapatkan acungan jempol dari Dzifa
"Lutfi merubah Dzifa sampai sejauh itu?sungguh gak masuk akal!"Lirihnya.
Sebenarnya Dzifa tak pernah menceritakan apa yang terjadi padanya di masa lalu terhadap Lutfi,namun Lutfi sering sekali mengajaknya berargumentasi tentang agama?bukan hanya itu Lutfi sering memberikan buku-buku islam untuk di baca Dzifa dan bila ada yang tak paham Dzifa sering menanyakannya pada Lutfi dan Lutfi dengan senang hati menjelaskannya,dari sanalah Dzifa menyadari kalo Lutfi itu peduli padanya dengan cara yang berbeda.
Lutfi tak pernah memaksa Dzifa untuk bercerita tentang masalalu nya,namun Lutfi peka akan apa yang dirasakan oleh Dzifa.iya selalu menghiburnya dengan
mengajaknya bercerita tentang islam,dan akhirnya Dzifa melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang mewakili kegundahan hatinya dan itu yang membuat Lutfi sedikit paham atas apa yang di rasakan Dzifa kala itu.
"Gw belum ikhlas Bim,cuma gw mencoba untuk ikhlas,toh gak ada ruginya buat gw di masa depan,karena dunia hanya sementara sedangkan akhirat selamanya.gw gak mau lo nyimpen dendam dan berakhir pertengkaran,gw mau kita semua bisa sama2 satu jalan,jalan menuju kemenangan dunia dan akhirat.gw bukan orang baik,tapi gw mau belajar jadi orang baik!"ucap Dzifa sebelum masuk ke kelas.