Dzifa

Dzifa
Amanah itu berat



Ais tengah sibuk dengan beberapa kertas yang sungguh membuatnya kewalahan di tambah lagi dengan Arya yang tak bisa membantunya karena ia tengah mengurus barang-barang yang baru saja datang.


Ais sangat kesal hanya seminggu ia di dampingi Dzifa dan Lutfi mengenai pekerjaannya mengurus keuangan di toko yang akan ditinggalkan mereka selama 10 hari,sungguh ini adalah pengalaman pertamanya bukan hanya itu ia harus mengurus semuanya sendiri meski memang 2 hari kebelakang ia di dampingi Arya.namun tetap saja ia harus mengecek semua secara menyeluruh karena ini adalah sebuah Amanah.


"Amanah itu berat ya?"tanya Luna kepada Ais


"Emangnya di gendong?"tanya Ais.


"Ya enggak!"jawab Luna yang sudah cemberut.


"Kenapa Bidadari ku ko cemberut?"Goda Arya yang baru saja masuk ke ruangan kosong yang hanya berisi rak dan sofa.


"Enggak kenapa-kenapa ko,cuma aku tadi bilang...


"katanya amanah itu berat."potong Ais


"Amanah apaan?"tanya Arya


"Ya ini?"Ucap Luna"Ini semua yang di titip Dzifa dan Lutfi"


"Oh,mereka percaya sama kita jadi nyerahin ini semua sama kita!"


"Iya itu namanya amanah!kita harus menjaga amanah itu dengan baik sayang"Ucap Luna pada Arya"Nabi Muhammad pernah bersabda yang di riwayat kan oleh Ahmad 'Tidak ada iman yang sempurna bagi orang yang tidak memiliki sifat Amanah dan tidak ada agama yang sempurna bagi orang yang tidak menepati janji'Kamu dan Ais di percaya disini untuk menjaga toko ini dengan baik,suatu kepercayaan yang di berikan Dzifa dan Lutfi tanpa sedikitpun keraguan dan kalian harus menjaganya serta mempertanggungjawabkan nya." Jelas Luna.


"Mmmmm"Ucap Arya menggantung karena ia belum bisa mencerna apa yang di Ucapkan Istrinya itu.Dan Luna paham kalau suaminya itu belum paham atas penjelasannya.


"Gini loh Yang,kamu sebagai Imam bertanggung jawab terhadap ku,terhadap segalanya iya kan?"tanya Luna dan di angguki oleh Arya"Nah sama hal nya dengan toko ini yang di titipkan oleh Dzifa dan Lutfi kepada mu dan Ais. kamu dan Ais bertanggung jawab penuh terhadap keamanan toko ini,seandainya kamu kecolongan satu baju saja kamu wajib bertanggung jawab atas itu."jelas Luna.


"Berat juga ya?"Ucap Ais.


"Iya,apalagi kamu yang sekarang bertugas mengelola keuangan!"jawab Luna


"Bener kata lo Lun!".jawab Ais sambil menopang dagu nya dengan kedua tangannya.


"Is,lo masih inget sama kejadian waktu di Bandung?"tanya Arya.


"Hemm"


"Lo iget apa yang diminta sama Dzifa dan Khairul?"Ais terdiam mengingat - ngingat apa saat kejadian waktu itu.


"Apa?"tanya Ais yang belum menemukan jawaban dari pertanyaan Arya.


"Jadilah wanita yang lebih baik,itu bukan yank?"tanya Luna pada Arya.


"Iya itu permintaan Khairul.dan Dzifa minta lo bahagia.Sorry gw liat lo kemarin sama si Bima,lo jadian sama dia."tanya Arya.


"Enggak,dia cuma curhat aja kalau dia sekarang suka sama si Wina tapi Wina biasa-biasa aja sama dia"


"Lo ngerasa terbebani dengan curhatan-curhatannya si Bima?"tanya arya lagi dan di angguki Ais.


"Is,Lo harus bahagia itu yang di ingin Dzifa dan bukan hanya Dzifa tapi kita juga berharap lo bahagia,rubah diri lo jadi yang di inginkan Khairul.bukan berarti kita berharap lo merubah diri, memantaskan diri biar bisa berdampingan dengan Khairul.tapi gw berharap lo jadi pribadi yang lebih baik."jelas Arya.


"Iya Is,Jodoh itu udah ada yang ngatur.kamu mau kan dapet laki-laki yang bisa menuntunmu ke surga?"Yang di angguki oleh Ais"Nah sebelum itu apa kamu sudah berkaca pada dirimu sendiri?karena jodoh mu itu adalah cerminan dari dirimu sendiri!"Jelas Luna yang membuat Arya menatapnya penuh tanya.


Apa benar Jodoh adalah cerminannya sendiri,sedang ia mendapat kan Luna wanita solehah dan baik kalau ia harus berkaca ia tak ada 1% pun yang dapat di samakan dengan Luna.


"Serius?"tanya Ais tak percaya.ia melihat kearah Luna dan sekali ke arah Arya.


"Aku gak se sempurna yang kalian liat,dan Arya pun gak seburuk yang kita liat.maka dari itu Alloh menakdirkan kita bersama untuk saling melengkapi dan saling mengingatkan."jawab luna sambil menggenggam tangan Arya,Arya pun tersenyum.


"Ngiung Ngiung Ngiung"Ucap Ais menirukan suara nyamuk.


"Apaan sih is?"


"Berasa nyamuk gw!"jawab Ais sambil mengerucutkan bibirnya.


"Bukan lo mah lalat!"


"Kenapa Lalat yang?"


"iyalah kan Ais tuh gak kurus kaya nyamuk tapi gendut kaya lalat"ucap Arya sambil tertawa dan mendapat gemlakan keras dari Ais di pahanya.


"Sakit Is Astaga"


"Lo sakit di paha gw sakit di hati puas lo."Cerocos Ais dengan sedikit meninggikan suaranya.Ais memang tak sekurus Dzifa dan Ifat,ia memiliki tubuh yang agak sedikit berisi.


"Hahaa sorry,baperan banget sih lo."


"Makanya kalau mau mesra-mesraan tuh tau tempat,berasa Dunia milik berdua yang lain pada ngontrak!"jawab Ais kesal berdiri dan berlalu meninggalkan Arya dan Luna.


"Lun makasih!"Ucap Arya.


"Untuk Apa?"


"Semuanya!"Luna pun tersenyum.


"Perjalanan kita masih panjang,jangan pernah berubah jadi brutal lagi,jadilah imam yang akan menuntunku ke surga!"Ucap Luna


"Iya"jawab Arya sambil memeluk luna dengan erat.lalu mengecup keningnya.