
Lutfi dan Dzifa tengah berada di rumah orang tuanya Dzifa,ibunya tadi menjemput nya dari bandara dan langsung membawa pulang Dzifa dan Lutfi ke rumahnya.meski awalnya Dzifa menolak karena ia baru saja sampai di tanah air dan ingin sekali istirahat di rumahnya namun karena ibunya terus memaksa apa mau di kata.
Lutfi pun sama seperti Dzifa yang ingin beristirahat langsung kerumah barunya,sekarang ia hanya bisa pasrah dengan titah dari ibu mertuanya itu.
"Kalian langsung kesini?"tanya kakak Dzifa yang bernama Zahra yang baru saja turun dari lantai dua.
"Hem"ucapnya sambil mengalami kakaknya di ikuti oleh Lutfi.
"Kenapa murung?"
"Cuma capek!"
"Ya istirahat dek.dan lagi kenapa langsung kesini?"
"Ibu yang maksa!"Zahra hanya tersenyum melihat adiknya mengadukan kalau ibunya itu memaksanya langsung kesini.
"Masuk kamar gih,bersih-bersih terus istirahat dulu.ntar kakak bangunin kalau udah waktunya makan malem."Titah Zahra
"Kak,mau ada acara apa sih?"tanya Dzifa
"Udahlah yang mending istirahat yuk!"ajak Lutfi tanpa mempedulikan apa yang di tanyakan Dzifa pada kakaknya.sedangkan Zahra hanya tersenyum.
"Kenapa?"tanya Lutfi
"Sebel aja !"
"Udah yuk mending istirahat!"ajak Lutfi.dan Dzifa pun mengangguk.merekapun pergi kelantai dua untuk istirahat.
🙂🙂🙂
"Ck,Dzifa sama Lutfi kapan balik sih?"tanya Ais,ia setiap hari berkutat dengan laporan-laporan keuangan dan juga laporan keluar masuknya barang.sudah 10 hari ia sudah merasa kesal di tambah 2 hari lagi acara perpisahan dan 2 hari setelah perpisahan adalah acara Resepsi sang Bos.
"Jangan ngegerutu mulu,udah kerjain!"
"Bantuin!"Rengek Ais
"Tuh sama Luna aja!"
"kan lu yang paham bukan Luna?
"Heh Ege,Astagfirullah lo itu Amnesia atau apa sih,atau lo gak pernah di ajarin ngaji!"Kesal Arya
"Ko ngarah ke situ sih?Gak jelas banget!ngomong aja gak mau,apa susahnya?
"Heh Ege,kita itu bukan mahron,lo masuk ke ruangan ini juga seharuanya kagak boleh karena di sini cuma ada gue.otomatis kalau ada yang mergokin kita meski kita sekarang lagi jauhan tetap aja itu akan menimbulkan fitnah,you understand?"
"Mesum otak lo?gesrek ya?"tanya Ais.Arya berjalan ke dekat pintu ia tak mau berdebat dengan Ais karena ujungnya akan berakhir tidak baik,Ais yang kadang lemot,gak nyambung dan sukanya mau menang sendiri membuat Arya lebih memilih menjauhinya.
"Mau kemana lo?"tanya Ais
"Mau nyari bini gue,biar dia bantuin lo!"jawab Arya
"Telpon aja ngapa?gak usah lo cari-cari emangnya ini toko kecil,yang ada ngubek ni toko kaki bisa bengkak!"
Arya merogoh kantong sakunya benar yang di katakan Ais bila ia mencari istrinya di toko itu sepertinya akan membutuhkan waktu yang lama,jadi ia lebih baik menelpon istrinya.
Setelah menyuruh istrinya ke gudang barang Arya kembali lagi berkutat dengan pekerjaannya mengacuhkan Ais yang terus ngomel karena kerjaan yang begitu bejibun
"Assalamualaikum"Ucap Luna dari arah pintu masuk.
"WA'ALAIKUM SALAM"
"Ada apa?"tanya Luna kepada Arya
"Bisa bantuin Ais?"tanya Arya
"Bantuin apa?"tanya Luna yang sekarang tengah berjalan mendekati Ais.
"Gw pusing"keluh Ais
"Mana?"
"Nih"Ucapnya sambil menyerahkan laptop nya kepada Luna,Luna pun mengeceknya dan mereka larut dalam pembahasan laporan keuangan yang akan di berikan saat Dzifa dan Lutfi pulang!
🙂🙂🙂
tok tok tok
"Dek"panggil Zahra
ceklek
"Ada apa kak?"Tanya Lutfi
"Makanan udah siap,yuk kita makan bersama!"Ajak Zahra.
"Ia kak,terimakasih nanti saya dan Dzifa turun kebawah."Ucap Lutfi yang di angguki Zahra.Lutfi pun masuk kembali ke kamar dan membangunkan Dzifa mengajaknya untuk makan bersama.
"Kakak!"panggil Dzifa
"Apa dek?jawab Zahra sambil menyuapi jagoannya.
"Kak,Ibu dan Ayah mana?"tanya Dzifa
"Ibu dan Ayah tadi keluar dek,ngurusin buat acara Resepsi kamu!"
"Oh"Dzifa dan Lutfi pun makan bersama kakak,kakak ipar dan juga keponakannya.
"Dek,gimana kabar Ifat?"tanya Zahra
"Baik mungkin,kan adek baru pulang kak."
"Iya,ya.Soal keluarganya kamu tau?"
"Apa?"
"Itu loh yang katanya ngejual rumah nya!"
"Gak tuh kak!"jawab Dzifa.Dzifa sebenarnya tau kalau rumah yang di tinggali Ifat telah di jual karena ayahnya yang sakit-sakitan tapi Dzifa tak mau menceritakan kepada orang lain meskipun itu kakak atau suaminya sendiri karena itu adalah masalah pribadi sahabat nya.
"Oh,kirain kamu tau,Ayah nya sakit-sakitan sekarang hanya ibu dan ibu tirinya yang ngurusin usahanya!"jelas Zahra
"Biarlah kak itu urusan mereka,kita tak perlu ikut campur...
"Cukup tau aja itu lebih baik"Ucap Lutfi memotong pembicaraan Dzifa.
"Aneh aja kakak,ngapain juga Ayahnya Ifat itu nikah lagi,sama yang masih muda lagi.gak tau apa dia itu udah tua.di umurnya sekarang dia masih punya anak kecil kan repot"
"Di dalam islam kan gak di larang berpoligami yang penting bisa adil."
"Entah lah kalau soal adil. yang jelas katanya kenapa ayahnya Ifat itu nikah lagi itu karena ingin memiliki anak laki-laki.dan memang benar ia menikah lagi dan dapat anak laki-laki."jawab Zahra.Erdin,Dzifa dan Lutfi pun terdiam.
"Mana ada sih wanita yang mau di madu Dzif,apalagi untuk mendapat keturunan yang di inginkan suaminya."lanjut Zahra
"Sebelum melangsungkan pernikahan pasti ada musyawarah dulu kan kak,aku tau kok kalau Pak Zaki itu orang yang tau agama.lagian IFat dan kakaknya juga sangat sayang pada Adik laki-lakinya.dan juga adik laki-laki nya itu kan sekarang udah besar kak udah masuk SD,ekonomi mereka juga kayanya bagus,malah Ibu tirinya juga sangat-sangat baik dan juga akur dengan Ibunya."jawab Dzifa
"Kakak gak suka aja sama yang berani berpoligami.Apalagi di usianya yang udah tua."
"Fi,menurut kamu gimana?"tanya Dzifa pada Lutfi
"Kita yang diluaran hanya bisa berasumsi karena kebencian kita pada poligami namun kita gak tau gimana situasi yang menjalankannya.menurut aku itu urusan mereka,mereka yang menjalankan kita sebagai tetangga hanya bisa mendoakan supaya keluarga mereka ada dalam lindungan Alloh."jelas Lutfi
"Stop gibahin orang!"Celetuk Dafa yang baru saja masuk dari halaman belakang bersama istrinya Salimah dan anak kembarnya Aluna dan Alina
"Kakak!"panggil Dzifa,Dzifa pun menghampirinya dan menyaliminya di susul oleh Lutfi.
"Gimana kabar kamu sayang?"tanya Dafa sambil mencium kening Dzifa.
"Alhamdulillah kak,Kapan kakak sampai?"tanya Dzifa
"Kemarin malam dek,cuma tadi pas kamu dateng kesini kakak lagi ke rumah mertua kakak dulu."Jawab Dafa
"Gemes deh!"ucap Dzifa sambil mengambil alih Aluna yang sedang di gendong Dafa
"Cepetan punya sendiri dek,sekalian dua kaya kakak!"Ucap Sali kakak iparnya.Lutfi tersenyum menatap Dzifa tapi Dzifa tak bergeming terus saja menggoda keponakan nya itu
"Kamu program gak dek?"tanya Dafa.Dzifa tetap mengacuhkan pertanyaan itu.
"Kayanya adek belum siap hamil ya?"tanya Dafa
"Bukan....