Dzifa

Dzifa
Bukan mengganti tapi memperbaiki



Para tamu undangan sudah berdatangan sejak sore hari,Sahabat-sahabat Dzifa dan Lutfi pun sudah hadir.


Pengajian di mulai setelah selesai shalat isya banyak ustadz yang ikut berpartisipasi dan memberikan do'a pada sang pengantin.


"A,aku tak melihat Arda?"tanya Lutfi.


"Dia sedang mengobrol dengan Yusril di dapur tadi."Jawab Khairul


"Oh.Kapan nyusul?"tanya Lutfi sambil tersenyum mengejek.


"Tunggu tanggal mainnya hahahahaa"jawab Khairul


"GJ banget sih A?"Ucap Dzifa.


"Aku belum lihat Ais?"tanya Khairul


"Tuh yang berhijab peach !"tunjuk Dzifa dengan dagunya


"Dia berhijab?"


"Hemm,"jawab Lutfi.Dzifa dan Lutfi pun tersenyum


"Cantik kan?"goda Dzifa


"Perfect"jawabnya hingga membuat Dzifa dan Lutfi tak bisa lagi menahan tawanya.


"Sana temui dia!"titah Lutfi.


"Ngusir?"


"Bukan.gak liat di belakang Aa sudah banyak yang mau ngalamin kita"Jawab Lutfi.Khairul pun menengok kebelakang dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Maaf"Dzifa dan Lutfi hanya menanggapi nya dengan senyuman.


🙂🙂🙂


Hari sudah menunjukan lewat tengah malam acara pun telah selesai.Dzifa dan Lutfi masuk ke kamar nya lalu membersihkan diri.sebelum mereka tidur karena capek.


"Dzifa"panggil Lutfi


"Apa,aku ngantuk Fi"jawab Dzifa


"Kita besok pergi ke Singapura"


"What?"Ucap Dzifa dan langsung terduduk menatap lekat Lutfi.


"Ya,besok kita ke Singapura,"


"Mau ngapain?"


"Honeymoon"


"Astagfirullah kamu baru udahan kejedot ya?


"Enggak,Tadi Ayahnya Willy memberikan ini!"jawab Lutfi sambil menunjukan 2 tiket dan vocer kamar hotel"Dia memberikan kita hadiah ini!"


"Wahhh alhamdulillah."jawab Dzifa berbinar-binar saking senangnya.


"Eh iya Fi,tadi aku ngombrol dengan Luna,ia katanya tadi di bentak Arya.kamu jangan bentak-bentak aku yah?"pinta Dzifa


"Emang nya ada masalah apa mereka?"tanya Lutfi.


"Katanya Bunda Luna minta Arya meneruskan Kuliah,dan akan membantu perekonomian mereka."


"Ko????.Gini ya Fi.Bunda Luna itu baik ia ingin mantu dan Anaknya itu hidup dengan sejahtera dan pendidikannya pun terpenuhi dengan layak."


"Sayang dengar memang Bunda Luna itu sayang terhadap anak dan mantunya namun siapa yang tak tersinggung dengan pengutaraannya akan suatu ke inginannya.aku tau dari Arya tadi ia merasa tersinggung tanpa sepengetahuan nya Bunda Luna memberi Luna uang yang nominalnya cukup besar memang berujung di terima karena permintaan Pak Ahmad.ingat waktu toko kita omsetnya lagi turun Umi dan Ibu mau memberi kita pinjaman namun aku menolak."Dzifa pun mengangguk.


"Dzifa,rumah tangga itu penuh dengan ujian begitupun rumah tangga Arya dan Luna.kita gak perlu ikut campur,cukup kita mendoakan mereka supaya rumah tangganya selalu ada dalam lindungan Alloh."Jelas Lutfi.


"Fi kenapa aku lihat banyak yang memilih mengakhiri pernikahan dari pada mempertahankan.?"tanya Dzifa di sela lamunanannya.


"Kenapa bertanya seperti itu?"tanya Lutfi.


"Aku tadi ketemu Mbak Gina dia bercerita pada Ibu kalau dia telah berpisah dengan mas Abdi.Dan mas Abdi telah menikah lagi dengan wanita yang jauh lebih muda dari Mbak gina,kenapa sih laki-laki lebih memilih mengganti yang ada,apa karena mereka sudah tak sesegar dulu."Ucapnya kesal.


"Dzifa.rumah tangga itu penuh dengan luka liku perjalanan,ada yang merasa perjalanannya begitu indah ada juga yang merasa perjalanannya begitu pahit.kita hanya perlu bersyukur atas apa yang ada,atas semua nikmat yang Alloh beri.kita gak boleh iri atas kebahagiaan orang lain karena dengan kita iri,Rejeki dan kebahagiaan akan menjauh dari kita.kalau soal mbak Gina itu adalah urusannya bukan urusan kita.bukan kita tak peduli tapi kita tak bisa berbuat apa-apa."


"Kenapa coba Mas Abdi memilih menggantikan posisi Ibu buat Kevin??"


"Gak ada yang bisa menggantikan posisi seorang ibu Dzif,hanya menambah mungkin."Ucap Lutfi sambil memegang gelas berisi air lalu meminumnya.


"Tapikan..


"Sebenarnya dalam rumah tangga itu harusnya bukan mengganti istri atau suami namun memperbaiki akhlak masing-masing atau lebih tepatnya introspeksi diri.bercermin pada diri sendiri apa salah dan dosa di masa lalu mengapa sekarang di hadapkan dengan pasangan yang seperti ini.karena semua manusia tak luput dari dosa dan kesalahan maka merangkul kesalahan dan memperbaiki nya itu lebih baik karena mengganti bukan berarti tidak akan terulang lagi."jawab Lutfi,Dzifa pun mengangguk kan kepalanya berusaha mencerna apa yang di ucap suami kesayangannya itu"Menciptakan Sakinah adalah saling menguntungkan satu sama lain maka introspeksi lah dan jangan egois!"


"Saling menguntungkan?"


"Hemm"


"Jadi kita harus saling menguntungkan satu sama lain seperti penjual dan pembeli."


"Yes"Jawab Lutfi sambil mengacungkan dua jempol tangannya.


"Gimana caranya?"


"Dengan saling menghargai,memberi support,dan tidak banyak menuntut!"


"Menuntut hak kan wajib."


"Iya menang itu wajib,namun bukan hanya itu seorang pasangan tal boleh menuntut pasangannya dalam hal yang pasangannya itu tidak mampu.contohnya seorang butuh kecil lalu istrinya meminta di belikan emas 2kg"


"2kilo???mau diapain banyak banget!"


"hahahaa semisalkan!"jawab Lutfi cengengesan.


"Semisalnya jangan ketinggian kali kan itu jauh banget dari kata benar!"Ucap Dzifa kesal karena ia tadi sangat serius memperhatikan Lutfi bercerita.


"Ya udah tidur,nanti kesiangan subuh."ajak Lutfi


"Ini udah setengah 3 mau tidur sekarang?tanya Dzifa yang di angguki Lutfi"Ya kali nanti kita bisa bangun waktu subuh.?"tanya Dzifa


"Iya yah"


"Ya udah mending lanjutin cerita tadi"Ucap Dzifa dan Lutfi pun bercerita banyak begitupun Dzifa mereka bercerita ngalor ngidul di selingi dengan candaan membuat mereka tambah dekat dan romantis.


_________


Maaf ya kalau ceritanya agak GJ.


jangan lupa komen like end vote ya


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏