Dzifa

Dzifa
Welcome to Baby Arlan and Aldan



Berkumpul bersama adalah hal yang membahagiakan bagi mereka yang kesehariannya hanya di sibukan dengan pekerjaan.


"Ais kapan lahiran?" tanya Bima.mereka sekarang tengah berkumpul di rumahnya Dzifa karena mengetahui kalau Dzifa telah melahirkan dan telah pulang ke rumah.


"2 bulannan lagi Bim, kapan lo punya jagoan?" tanya Ais


"Ntar kalau udah ada jodohnya"


"Jodoh apa,mau di kemanain bini lo?"


"Ke Jonggol" Jawabnya keras


Semua teman-temannya menatap heran kenapa Bima berkata seperti itu?


"Udahlah jangan melihat ku seperti ingin memakanku saja?" Ucap Bima salah tingkah karena di tatap oleh semua orang.


"Kamu ada niatan poligami"


"Satu aja gak bisa diajak bener apa lagi dua?" Bima geleng-geleng"Tubuh dan hati ku satu gak maruk kok!"


"Apa sih?aku gagal pokus!"Ucap Dzifa


" Dia Udah jadi Singgle Bun"


"Serius?"tanya Dzifa pada Lutfi.Bima memanyunkan bibirnya.


" Heh jomlo lo gak pantes sok imut, yang ada amit-amit"Ucap Dzifa sambil melempar bantal kecil.


Bima mengendus"Jomlo Jomlo.belum di sah in negara tau!"


"Hehe, mudah-mudahan itu keputusan terbaik ya Bim" Ucap Lutfi.


"Sorry, Sorry sekarang aku yang gagal pokus!"Ucap Ais


"Si Bima udah jadi Duda" Ucap Sandi, Ifat tersenyum karena ia sudah tau.


"Duren tepatnya 'Duda keren', keceh kan" Ucap Bima membanggakan diri.


"Heh Kecoa,ikh gitu aja bangga.salah kalau kamu membanggakan status kamu yang udah gagal membangun mahligai rumah tangga" Ucap Ais.


"Is" tagur Ifat.


"Apa?aku gak suka ya sama orang yang membanggakan status seperti Bima.Udah tau gagal ko malah Bangga"


"Dek" tegur Khairul, ia sudah merasakan suasana tak enak di sekitarnya


"Maaf" Ucap Bima.


"Gak perlu Bim, Aku dan Suami ku juga Lutfi dan Willy tau ko bagaimana kusutnya rumah tangga kamu, ini pilihan yang sulit, membunuh dan menghilangkan Cinta pada pasangan yang telah di bina 4 tahun itu sulit.tapi untuk mempertahankan rumah tangga yang udah gak sehat jauh lebih sulit.Dari pada rumah tangga kamu jadi penyakit,Aku dukung keputusan mu ini, yang lainnya juga mendukungmu" Ucap Ifat


"Memang Alloh tidak melarang Seseorang Bercerai tapi apa tak bisa mencari jalan keluar?" tanya Khairul.


Bima tesenyum kecut"Ada"


"Kenapa tak kamu lakukan?"


"Tanyakan itu pada adik Mu" Jawab Bima Sinis, Khairul dan Ais Kaget.


"Apa..?" tanya Ais


"Ya,Dia menjadi duri dalam rumah tangga ku setiap ia kembali ia selalu menemui istriku dan kamu tau Alm Alma adalah darah daring Arda, aku menikahinya karena iba, Arda menikah di Khairo dengan Humairah sedangkan yang di indonesia di campakan, kurang baik apa aku, tapi dia?Aku gak mau membukanya lagi" Ucap Bima.


"Maaf" ucap Ais dan Khairul bersamaan.


"Aku gak tau Bim, maafkan aku" Ucap Ais terisak.


"Kamu gak salah, aku gak papa ko, udah biasa!"


"Ah sebel Gw kalau udah ngedrama" Ucap Sandi.


"Ikh kamu mah nyebelin" Ucap Ifat samb mencubit paha Suaminya


"Udah lah, kita kesini itu mau bersilaturahmi dan menengok dua jagoannya Lutfi, Subur juga ya kamu Fa, bisa nyetak kembar!" Ucap Sandi.


"Gimana caranya Fa?" tanya Bima


"Cih, kue berarti di bikinnya dari tepung, telur, mentaga dan gula donk?" Ucap Bima


"Iya di aduk hingga kalis" Jawab Dzifa sambil memeletkan lidahnya.


"Bun?" Tegur Lutfi.


"Jiwa jomlo gue udah meronta-ronta nih" Ucap Bima dengan wajah Frustasi.


"Heh Bim, kamu tuh ya surat cerai aja belum turun" tegur Ifat.


"Awas loh Bim, kalau ujung-ujungna pergi ke Bar" Ucap Sandi.


"Naudzubillahimindalik, aku masih Waras San?" Ucap Bima


"Ya kali aja"jawabnya mengedikkan bahu


"Islam itu Indah San,Puasa lebih baik dari pada mengumbar syahwat dan pergi ke tempat laknat.Puasa itu selain kita mendpat pahala itu juga bisa mengendalikan diri kita." Jawab Bima


"Hehe, Belajar dari Ustad mana kamu Bim?"


"Noh" Ucap Bima menunjuk Lutfi


"Emang Lutfi itu guru sejati, meski bukan Ustad dan juga bukan guru tapi...


" Menabur kebaikan itu gak harus berstatus Guru atau Ustad, semua orang bisa ko"potong Dzifa.


"Bener dan kamu yang beruntung Fa"Ucap Ifat


" Kamu gak merasa beruntung memiliki aku"


"Aku maunya nikah sama Suga keren ganteng, ya kamu buluk gini, aduh zok aku" Sandi mengendus mendengar jawaban Ifat.


"Untung sayang" ucap Sandi.


"Baperan ikh" Ifat mengendus sebelum Sandi menjawab Ifat kembali berkata"Rezeki aku dan takdir aku ya kamu, mampunya aku ya kamu, udah lah gak udah di perpanjang."Dzifa ingin sekali tertawa ngakak namun Lutfi lebih dulu mengelus punggungnya.


โ€Jelasin?"Ucap Sandi masih menatap bingung


"Yeee dasar telmi"


"Boleh aku ketawa?" Ucap Dzifa.Mungkin hanya Dzifa dan lutfi yang konek.


"Gak ada yang lucu"Jawab Sandi


"Mukamu yang Lucu" Ucap Ifat.


"Dari lahir" Jawab Sandi penuh percaya diri.


"Narsis"


"San, Ifat tadi nyatain Cinta" Ucap Dzifa.


"masa?" Dzifa pun tertawa lepas.


"Iya, Ifat tuh tadi nyatain cinta, masa lulusan S1 gitu aja gak konek" Ucap Lutfi.


"Bener itu yank, ko gak ada kata I love you nyah?" tanya Sandi.Ifat pun mengendus.


"serah kalian dah...." Ucap Bima yang sedari tadi hanya diam memainkan pipi gembul si kembar.


"Siapa nama Baby nya.


" Muhammad Alran dan muhammad Aldan.Baguskan?"


"Bagus?"


"welcome to Baby Alran and Aldan"


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Jangan lupa like komen dan vote ya๐Ÿ˜‰