Dzifa

Dzifa
Bangkit



Keadaan rumah tangga Arya dan Luna telah membaik itu membuat Ais bahagia,pasalnya pekerjaan nya tak akan seberat sebelumnya karena denganembaiknya mereka membuat Arya kembali lagi bersemangat.


"Alhamdulillah kalian sudah membaik."Ucap Ais.


"Memang ada apa dengan mereka Is?"tanya Dzifa,Dzifa baru saja sampai namun ia langsung ke toko.


"Biasalah rumah tangga"jawab Arya cengengesan"Eh baru pulang bu bos?"


"Apaan sih lu bahasanya.Iya,langsung kesini tapi barang-barang udah kerumah."


"Barang-barang di bawa siapa ?"tanya Ais.


"Sama bang Ridwan.dia tadi yang jemput ku sama istrinya."Jwab Dzifa


"Kenapa kamu gak kerumah Siska atau Willy?"tanya Ais


"Ngapain?"Tanya Lutfi


"Jangan bilang kalian gak tau kalau Siska kecelakaan dan meninggal di tempat sehari setelah kalian pergi."Ucap Arya,Dzifa dan Lutfi pun saling pandang.


"Jangan becanda Ya?"Ucap Dzifa gelagapan


"Serius."


"Kita berangkat sekarang!"Ucap Lutfi sambil menggenggam tangan Dzifa dan berjalan beriringan.


Dzifa dan Lutfi pergi terlebih dahulu ke rumahnya Siska.dan bertemu dengan orang tua serta kerabatnya.mereka mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga dan maaf karena mereka baru bisa datang.dan keluarganya pun menyambut nya dengan baik.


Setelah dari sana Dzifa dan Lutfi memutuskan untuk pergi ke tempat nya Willy.Dzifa di buat takjup dengan rumah Willy yang begitu besar dan mewah.


"Si Willy kaya banget ya?"tanya Dzifa selepas ia turun dari taxi.


"Ia,orang ayah nya punya perusahaan property dan lagi ibunya juga designer.belum lagi ahhh banyak usaha yang di tekuni mereka.sekarang juga entah kita bakal ketemu mereka atau enggak?"


"Sibuk banget Ya?"


"Iya."Ucap Lutfi sambil menggandeng Dzifa masuk ke rumah Willy.


Yaps di sana tak ada orang tuanya,Ayahnya sedang pergi keluar negri,Ibunya dan Adik bungsu Willy yang bernama Daniel sedang ke Surabaya.di rumah hanya ada tukang kebun,security,2 pembantu perempuan,Axely adik perempuan Willy dan Willy sendiri.


"Assalamualaikum"Ucap Lutfi seraya masuk ke kamar Willy.


"Dimana Willy?"tanya Dzifa.Lutfi hanya mengedipkan bahu tanda tidak tau.


"Will,will,Willy"Panggil Lutfi.Lutfi dan Dzifa pun mencari ke setiap sudut kamar.


"Nah tuh dia?"Ucap Dzifa pada Lutfi.Dzifa melihat Willy tengah melamun sendiri di balkon kamarnya


"Willy"panggil Lutfi sambil menepuk pundaknya


"Fi"Ucapnya sambil bersalamat ala laki-laki


"Emang gw kenapa?"tanya Willy yang berpura-pura tegar.


"Gw tau perasaan lo."


"Gw ikhlas."


"Ya harus"ucap Dzifa."Lo harus ikhlasin dia,lo mulai hidup lo yang baru dengan semangat,perjalanan lo masih panjang."


"Iya Fa.Ini hari ke 4 dimana ia pergi ninggalin kita semua,seandainya ia masih hidup pun dia akan selalu kesakitan gw gak akan tega ngeliatnya,jadi lebih baik gw ikhlasin aja meski...


"Waktu akan menjawab semuanya Will,percaya lah sama Alloh dan kamu harus berusaha."Ucap Lutfi.Dzifa sudah tak bisa menahan air matanya ia menangis sama halnya dengan Willy yang telah meneteskan Air mata untuk ke sekian kalinya.


"Rencana kamu selanjutnya apa?"tanya Lutfi.


"Aku akan membantu kakakku mengelola usahannya!"


"Di Turki?"tanya Lutfi yang di angguki Willy.ia Willy memiliki kakak perempuan,ia telah menikah dan berkeluarga.


"Jauh donk?"ucap Dzifa


"Dzifa,aku gak akan bisa pokus kerja atau kuliah bila disini,karena begitu banyak kenangan disini."


"Ya itu lebih baik.kapan kamu berangkat Will??"tanya Lutfi


"3 hari lagi.setelah tahlilan 7hari Siska."


Semua di dunia ini akn mati,kembali pada Alloh semua telah tertulis di lohul Mahfudz sebelum kita lahir ke dunia.nasib baik atau buruk telah Allah tentukan.kita hanya perlu menjalankan nya dengan baik.


Lutfi,Dzifa dan Willy pun kembali mengobrol,ngalor ngidul agar Willy melupakan sajenak beban masalahnya.


Siapa sih yang ridho dan ikhlas di tinggal meninggal sama orang yang di sayang?ya Author juga sedih kalau terjadi sama Author tapi ya itu kan takdir,ada yang datang ada yang pergi,ada yang lahir ada yang meninggal.kita hanya bisa berusaha jadi pribadi yang lebih baik semoga pas Alloh memanggil kita gak lagi dalam ke adaan yang buruk,inginnya sedang beribadah kepada Alloh (Amin),gak nyusahin dulu orang-orang yang kita sayang dengan (Naudzubillahimindalik) Sakit atau hal yang akan mepotkan mereka.


Sebisa mungkin buat kesan baik atau berakhlak baik supaya banyak yang mendo'akan kita,Author yakin pada kekuatan do'a Orang yang hidup ingin selalu di doakan maka begitupun orang yang meninggal,tak usah banyak menangis meratapi kepergian seseorang karena orang yang meninggal itu membutuhkan do'a bukan Air mata,menangis boleh???yap boleh tapi sebisa mungkin perbanyaklah istighfar untuk menenangkan hati kita dan juga do'a untuk yang meninggalkan kita.


☺☺☺☺


"Kasihan Willy!"Ucap Dzifa saat mereka telah sampai di rumah mereka.


"Semua yang ada didunia ini pasti akan meninggal,kamu lihat pemakaman?berjejeran batu nisan!mereka dulunya sama seperti kita hidup lalu Alloh mencabut nyawa mereka untuk nanti Alloh bangunkan kembali saat hari kiamat datang.kita manusia hanya perlu taat atas perintah Alloh dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik.supaya pas malaikat pencabut nyawa datang kita telah siap."


"Aku belum siap,masih banyak dosa."


"Teruslah bertobat jangan pernah bosan dan perbaiki diri,pertebal iman dan perdekat Alloh"


"Ajarin"Ucap Dzifa seraya memohon.


"Insyaallah kita belajar sama-sama."