
Disisi lain.
"Ko ko ko...."Ucap Ais tak jelas karena melihat Bima terkulai lemas.
"Bima,sadar bim?"ucap Sandi dan Arya.
"Lo kasih apa nih minuman?"tanya Ifat
"Obat tidur,dua jam lagi dia bakal bangun"Ucap nya tanpa rasa bersalah
"Kenapa lo lakuin ini gimana kalo polisi dateng?"tanya Ais.
"Makanya gw kasih obat tidur biar dia istirahat dan kagak tau kalo dia lagi di kibulin"
"Kibulin?"ucap Siska
"Yaps,gw pake hp gw buat ngelerai mereka,karena kagak ada yang berani ngelerai"Ucap Wina enteng sambil mengacungkan hpnya.
"What?????ucap mereka bersamaan.
Wina hanya mengedikan bahu mengacuhkan ke kagetan dari semua teman-temannya.
"Kenapa?"ucap Willy yang baru saja menghampiri mereka
"Di cekokin obat tidur sama si Wina!"jawab Ifat
"jail lo kumat"Ucap Willy pada Wina yang di jawab dengan cengengesan.
Selang beberapa lama Lutfi dan Dzifa sampai mereka langsung menghampiri Bima yang sudah tak sadarkan diri dari tadi.
"Kenapa?"tanya Dzifa
"Tidur!"jawab Wina.
"Ko bisa?"
"Di kasih obat tidur!"jawabnya.Dzifa dan Lutfi hanya geleng² kepala mendengar jawaban dari sodaranya itu.
"Dimana Arda?"tanya Lutfi.
"Tuh"ucap Willy sambil menunjuk ke arah dimna Arda dan Alexa.
"Will,angkat Bima ke mobil gw!dan bawa dia ke rumah sakit"ucap Lutfi sambil melempar kunci mobilnya.
Dzifa dan Lutfi pun langsung berjalan mendekat ke arah Arda.di ikuti Wina
"kamu gak kenapa-napa Dek?"tanya Lutfi.
"Gak kenapa-napa kak!"
"Adek?"
"Kakak?"
"Iya,ini anaknya om Wijaya"
"What?lo si songong?"ucap Wina sepontan.
"Lo,Wina si kucir kuda"ucap Arda.
"Nyari masalah apa lo hah sama kakak ipar dan sama si Bima?"
"Maaf"lirihnya.
"Udah-udah sekarang kita kerumah sakit aja,lukanya harus di obatin!"Ucap Lutfi
"Dzifa,maafin gw!"ucap Arda sambil menundukkan kepalanya.
Dzifa yang mendengar kata maaf itu tak bergeming,enggan menjawab ucapan itu.ia hanya menatap Arda dengan tatapan yang tak dapat di Artikan.
"Apa yang kamu dapat dari apa yang kamu lakuin dek?"
"Penyesalan"jawabnya
"Lalu?"
"Kak!"
"Aku menyesal melakukan hal jijik pada Dzifa dan menuduh Bima,demi mendapatkan Alexa"jawabnya.
"Apa yang telah kamu lakukan?"tanya Lutfi.pertanyaan itu membuat Dzifa mendongkakkan kepalanya melihat ke arah Lutfi.
"Maaf kak?"
"Aku gak butuh kata maaf!cuma butuh penjelasan!"
"Kak,aku hanya menciumi seluruh t*********,aku gak ngelakuin hal lain"jawab Arda.
Jawaban itu membuat sesak di dada Dzifa dan Lutfi,Dzifa sudah tak bisa menahan tangisnya dan Lutfi langsung memeluknya memberi dukungan pada Dzifa agar Dzifa kuat.
Alexa hanya terdiam mendengar itu,dan Wina langsung melayangkan tamparannya pada Arda.
"Gila lo,lo itu tau agama kan?lo itu punya orang tua yang menjungjung tinggi agama,mereka Dosen yang tersohor dan lo????jijik gw,sumpah jijik banget!sampah lo.."cerocos Wina.
"Maafin gw dzif!"lirihnya.
"Diem lo,gw bakal aduin semuanya ke tante Sari biar dia ngirim lo ke Kairo nyusul Bang Khairul.biar dia didik lo jadi orang bener"ucap Wina
"Win..."
"Win,bawa dia ke rumah sakit"
"Kamu mau kemana kak?"tanya Wina.Wina selalu sopan terhadap Lutfi,dia sangat-sangat menghormati sosok Lutfi bukan karena Lutfi kakak sepupunya namun Lutfi adalah orang yang paling di segani di keluarganya bukan hanya oleh sebaya nya saja namun orang tua mereka pun sangat segan pada Lutfi,karena Lutfi memiliki sifat bijak,baik,suka menolong dan jiwa pemaaf yang luar biasa.
"Sana pergi!"titah Lutfi.
Wina tak bisa menentang apa yang di titahkan oleh Lutfi,ia pun membiarkan Lutfi pergi bersama Dzifa.setelah melihat Lutfi dan Dzifa jauh.Wina memberhentikan taksi membawa Arda ke rumah sakit dan menyuruh Alexa pulang,Alexa bersikeras ingin ikut namun ketegasan Wina membuat Arda memerintahkan Alexa pulang.
☺☺☺
"Aku kotor!"ucap Dzifa yang masih terisak,mereka sekarang ada di apartemen,setelah kejadian tadi Dzifa tak berhenti menangis jadi Lutfi langsung saja membawanya pulang.
"Maafin adik ku!"lirih Lutfi.
"Aku kotor,aku gak pantes dengan orang seperti kamu.kamu orang baik,kamu....."ucap Dzifa dengan tangisan yang tak bisa berhenti.
"Dzifa,kamu istriku,kamu milikku,kamu tanggung jawabku.dengar!"ucap Lutfi sambil memegang pundak Dzifa"Apapun yang terjadi di masa lalu mu aku Muhammad Lutfi akan menerima Nadzifa Putri sampai kapanpun,aku menerima mu apa adanya dirimu sejak aku mengucapkan janji pernikahan di hadapan orang tuamu "tegas Lutfi
"Pernikahan kita tanpa cinta fi!"
"Dengar,ijab kobul pernikahan bukan hanya pemainan kata,namun itu adalah janji aku sebagai seorang laki-laki yang siap untuk mengemban Amanah mengikuti sunah rosul,menghalalkan hal-hal yang haram bagi laki-laki dan perempuan seperti berpegangan tangan, berciuman,bercumbu dan melakukan hubungan suami istri.ingat tadi aku menyuruh Willy berpuasa?"Ucap lutfi pada Dzifa dan Dzifa pun mengangguk mengingat kejadian itu.
"Rasulullah SWT bersabda:Wahai para pemuda!barang siapa di antara kalian berkemampuan menikah ,maka menikahlah karena menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji(********)dan barang siapa yang tidak mampu,maka hendaklah ia shaum(puasa),karena puasa bisa membentengi dirinya....Dzifa awalnya aku belum siap di usiaku sekarang ini namun orang tuaku menilai ku sudah sanggup membemban amanah,maka mereka menjodohkan ku...
Rasullullah SWT bersabda:Seorang wanita di nikahi karena empat hal,karena hartanya,keturunannya,kecantikannya dan juga agamanya.maka hendaklah kamu pilih wanita yang taat agamanya,niscaya kamu akan beruntung.aku gak tau Umi dan Abi memilih mu karena apa.tapi aku yakin kamu yang terbaik."Ridholloh fi ridhol walidain wa sukhtulloh fi sukhtil walidain" Ridho Alloh terletak pada ridho kedua orang tuamu dan kemurkaan Alloh terletak pada kemarahannya,bergitupun restu.
Aku percaya restu orang tua kita adalah cikal bakal kebahagiaan kita,maka jangan pernah menganggap pernikahan ini hanya perjodohan semata,tapi jalanilah pernikahan ini sebagai cara untuk mendapatkan ridhoNya,Pernikahan menyempurnakan sebagian dari agama kita,dan di dalam pernikahan banyak sekali pahala yang akan kita dapat malah berkali-kali lipat"jelas Lutfi
"Dan kamu menerimaku??,apa adanya!meskipun aku bekas adik sepupumu??"tanya Dzifa
"Aku menerima mu dari setelah kau SAH menjadi Istriku!"ucap Lutfi.
"Terimakasih"ucap Dzifa sambil menatap Lutfi.Mereka saling berhadapan bahkan hidung mereka saling bersentuhan dan bibir merekapun bertemu.dan entah berapa lama mereka berciuman.
"Kita shalat dulu,sudah waktunya shalat isya"ucap Dzifa setelah melepaskan ciuman mereka.
"Terus?"tanya Lutfi menggoda,karena melihat Dzifa dengan wajah yang sudah mirip kepiting rebus.
"Shalat lagi"jawab Dzifa.
"Terus"
"Jangan macem-macem"ucap Dzifa sabil beranjak namun tangannya tertahan oleh Lutfi hingga siempunya terduduk di pangkuan Lutfi.
"Satu macem!"bisik Lutfi
"Apa?"
"Hakku"ucapnya,Dzifa pun mengangguk dan pergi terbirit-birit ke kamar untuk membersihkan diri sebelum shalat isya dan istirahat.....
❤❤❤❤❤🤗❤❤❤❤😘