
Kelas 12 IPA 2
"Woy bisa pada diem gak sih"ucap Nadia yang pusing dengan tingkah kekonyolan Ais dan siska yang sedari tadi lari²an kesana kemari
"Ngapa sih sewot aja,lagi PMS lu"tanya Bima yang ada di belakangan bangku Nadia
"Diem lu"jawabnya
tak berapa lama Dzifa pun datang
"Waduh telat lagi Fa"tanya Bima
"Ya nih semalem gak bisa tidur"jawab nya.
"Ko bisa??"
"kepo lu"jawab nya sambil melemparkan buku yang baru di keluarkan dalam tas.
"Ah lu mah gak asik"
"kepo lu mah ada maunya"ucap Sandi sabil menepuk pundak Bima
"Salah kalo gw perhatiin Dzifa,toh dia juga gak punya pacar"bisiknya ke telinga Sandi
"ikh ngapa lu pada bisik bisik,awas lu ngomongin gw"ucapnya sambil beranjak mendekati bangku Nadia karna tak mau menanggapi ke 2 teman nya itu
"Kenapa lo Nad?"tanyanya"sakit!"
"Gak tau lemes gw"jawabnya sambil merebahkan kepalanya di atas meja
"Ke UKS gih biar istirahat"
"Males entar di kira gw bolos sama guru BP,atau anggota kedisiplinan sekolah"
"Ya terserah lu aja lah,gw juga gak mau berhubungan dengan ** si tukang perintah"jawabnya " tapi lu udah sarapan kan?"
"Udah tadi,tenang aja gw gak papa ko"
tak berapa lama Guru pun masuk dan pelajaran pun di mulai...namun Dzifa terua saja memperhatikan Nadia yang sudah terlihat pucat,tanpa Dzifa sadari ia pun sedang di perhatikan oleh seseorang siapa lagi klo bukan Lutfi" kenapa anak liat ke arah jendela mulu,gak pokus lagi mikirin apa ya anak apa mikirin perjodohan kita,its bikin mood gw ancur klo udah inget itu"batin Lutfi
"Bu saya permisi ke toilet ya"ucap Nadia
"lo kuat sendiri Nad?"tanya Dzifa yang hanya di jawab dengan kedipan mata
Bel istirahat pun berbunyi,Dzifa terburu keluar kelas tanpa membereskan buku-bukunya dengan wajah yang panik..
sontak Lutfi pun yang memperhatikan nya sedari tadi langsung mengikuti *nya"kenapa * anak"
Sesampainya di depan toilet Dzifa langsung mencari keberadaan Nadia dan ia melihat Nadia di kamar kecil dan sudah tak sadarkan diri otomatis dia pun berteriak
"NAAAADIIIIAAA,,,TOLONG"
Lutfi pun yang mendengar teriakan Dzifa tanpa berpikir panjang langsung masuk kedalam toilet wanita
"Kenapa teriak"tanya Lutfi pada Nadia
"Nadia,tolong Nadia"jawabnya panik
"kenapa dia?"ucap Lutfi yang melihat Nadia yang telah pingsan di pangkuang Dzifa
"Cepat bawa ke UKS kasian"
tanpa banyak bicara lagi lutfi pun langsung mengendok Nadia ke UKS di ikuti oleh Dzifa
Sesampainya di depan UKS Dzifa mencoba membuka ruangan itu tapi tak bisa karna di kunci
"kenapa?"tanya Lutfi karna Dzifa tak kunjung membuka ruangan tersebut
"kaya nya di kunci"
"Ke ruangan osis gih di sana ada kunci duplikatnya,di gantung ada tulisannya ko"ucapnya sambil terus menggendong Nadia"Cepetan berat nih"
------
di ruang osis
"Dimana sih,ini pertama kalinya gw masuk ruangan ini"gumam Dzifa
"HEH NGAPAIN LU MASUK RUANGAN OSIS,MAU NYURI LU"tanya wanita yang baru masuk ke ruangan itu bersama dengan teman2nya
"hah kunci UKS buat apa?"tanya amel
"Temen kami ada yang sakit,tadi Lutfi nyuruh gw bawa.."
"Bawa apa hah,bawa kunci UKS"jawab Rere dengan tatapan sinis
" Ngimpi lu,mana ada Lutfi nyuruh lu bawa kunci UKS"ucap Sinta "gak mungkin Lutfi nyuruh lu bawa ni kunci,bohong kan lu"
"Anak-anak urakan kaya lu palingan juga mau tidur di UKS"jawab sakras Rere
"Gw datang kesini baik2 ya,gw cuma minta kuncinya itupun di suruh sama ketos" jawab Dzifa tegas karna tak senang dengan ucapan2 ke tiga wanita itu"MAU KASIHIN GAK???"teriaknya
" Enggak... terus lo mau apa" jawab Rere sambil mendekat kan diri nya pada Dzifa
Dzifa yang sudah tak bisa menahan amarah nya ia pun langsung menarik kerudung Rere "MAU KASIHIN GAK LU,APA MAU GUE BOTAKIN NI PALA HAH"sambil menarik kerudung nya tanpa ampun
"Lu hah berani ya sama ketua keamanan kita"ucap Sinta sambil menarik kerudung Dzifa,dan Amel sendiri mencoba melepaskan tangan Dzifa yang menarik kerudung Rere dengan kasar perkelahian(perjambakan) mereka pun tak ter kendali
di sisi lain
"kemana sih ** anak lama bener"ucap lutfi yang sudah pegel menggendong Nadia.ia pun memutuskan untuk ke ruangan kelas sebelah uks dan menitipkan nya kepada anak-anak kelas tersebut"
---
Ruang Osis
"ahhhhhh"
"awwwwwwww sakit"
teriakan teriakan itu pun terdengar jelas di dengar oleh Bima,Arya dan Sandi yang langsung menerobos ruangan itu dan mencoba melerai..
" LAGI NGAPAIN KALIAN"teriak lutfi yang membuat semuanya diam
"Lutfi ini nih si Dzifa narik2 kerudungku" ucap Rere sambil menangis
"Diem lu,gw cuma minta kunci UKS temen gw pingsan dan lu gak kasih ** kunci malah nantangin gw"jawab Dzifa
" mana kuncinya" ucap Lutfi dan kuncinya langsung di berikan Sinta ke lutfi tapi tak sampai karna kuncinya di rebut oleh Dzifa
"URUS TUH CURUT-CURUT LO"ucap Dzifa dengan nada kesalnya sambil berlalu meninggalkan ruang Osis di ikuti Bima,Arya dan Sandi.
setelah Dzifa pergi Lutfi hanya melihat ketiga anggota Osis nya yang sudah berpakaian berantakan
"Saya gak tau apa yang kalian lakukan,dan kenapa ruang UKS di kunci di jam sekolah?apa karna ada yang sering bolos?untuk apa ada petugas PMR yang bertugas memeriksa orang yang sakit,saya gak mau kejadian ini ke ulang lagi"ucap Lutfi sambil membalikkan badannya melangkah menuju pintu"Dan satu lagi jangan pernah kalian lakukan hal konyol ini lagi,kalo sampe ke ulang kalian tau akibatnya"
---
Ruang UKS
Dokter jaga sekolah telah datang karna anak2 kelas yang di titipkan Nadia melaporkan ke salah satu Guru dan Guru itu pun langsung menelpon Dokter karna melihat Nadia yang tak kunjung siuman
"Ngapain lo kesini"tanya Dzifa sinis
"Gimana keadaan nya Nadia"tanyanya sambil duduk di sebelah Dzifa
"Asam lambung nya kambuh"
"Udah telpon keluarganya?"
"Udah"jawab nya"Maaf tapi gw kebablasan"
"Gak papa gw ngerti ko,itu karna lo panik kan"
"Bukan hanya itu"jawabnya yang langsung dapat tatapan dari Lutfi " Ucapan nya yang paling kami tak suka,anggota Osis sering memerintah dan berlaku seperti mereka orang yang paling benar"
"maaf" hanya itu yang di ucap Lutfi,karna Lutfi tau anak2 anggota Osis sebagian berlaku seperti apa yang di ucap Dzifa.
"Percepatlah SARTIJAB(serah terima jabatan) Osis sekarang di benci banyak orang,memang bukan lu yang di benci melainkan mereka yang sok berkuasa,maaf gw gak suka kepemimpinan lu"
"Ya insyaallah setelah habis ujian semester"
"kasih tau sama mereka 'diatas langit masih ada langit'maka dari itu gak usah pada sok,klo masih ngandelin orang tua"ucap nya sambil beranjak meninggalkan Lutfi
"menarik, ternyata ada sisi baik yang gak pernah gw tau" ucapnya dalam hati dan ia pun tersenyum melihat kepergian Dzifa