
"LUTFI"
"Gak usah teriak-teriak,Astagfirullah!"Ucap Lutfi yang masih menutup telinganya.
"No need to sleep in the room!"Teriak Dzifa pas telinga Lutfi.
"No"Teriak Lutfi"Listen first to finish oke?"
"No"Ucap Dzifa sambil berdiri.Lutfi pun langsung memegang tangan Dzifa
"Duduk"Bentak Lutfi sambil menatap Dzifa tajam.
"Khem kita masih disini loh?"Ucap Alfi.Dzifa pun kembali duduk.diam dengan wajah yang di tekuk.
"Allohu Akbar,maaf!"lirih Lutfi
"Fi,sulit bener ya ngadepin cewe kalau ke singgung!"Bisik Saga.
"Hemm"
"Bisik-bisik apa?"tanya Dzifa sinis.
"Maafin aku udah nyinggung sama bentak kamu!"
"Lebih baik di omelin dari pada di bentak,sakit tau.orang tua aku aja gak pernah bentak-bentak nah ini kamu malah bentak-benatak aku"Ucapnya yang sudah tidak bisa menahan lagi air matanya" Dan apa-apaan lagi buka aib istri kalau istri mu ini barbar,denger Muhammad Lutfi Buka Aib Pasangan itu gak Baik kan? masih inget hah sama yang kamu ucapkan waktu itu 'Barang siapa yang menutupi Aib seorang muslim maka Alloh akan menutupi aibnya di dunia dan Akhirat'.Nah apa yang kamu lakukan barusan?Denger kalau kamu tak suka dengan ke bar baran ku dan ke urakan aku ngomong langsung di kamar bareng aku gak usah di buka di publik. Aku malu Fi,udah aku ini gak tau agama? kelakuan Absrut ?jauh dari layaknya wanita-wanita Alim!.Fi Astagfirullah haladzim"Ucap Dzifa sambil menggeprak meja degan emosi,semua yang ada disana terkejut atas apa yang di lakukan Dzifa.Lutfi hanya merunduk mencerna apa yang ucap Dzifa,rasa bersalah amat menusuk hatinya.
"Denger Emang aku bar bar.suka balapan,Suka berantem,Ucapan ku gak pernah pake Filter. dan juga hidupku bebas malah jauh dari agama.tapi kamu tau dan kamu lihat aku ISTRI kamu ini berubah karna Aku tau kodrat seorang istri dan kewajiban nya kaya gimana?juga satu hal aku tau batasan aku Fi,aku gak pernah ngumbar aibmu.kamu yang dulu gak se fashionable ini,kamu Cupu.tapi aku merubah mu seperti sekarang,karena aku sayang sama kamu."Jelas Dzifa berucap dengan suara lantang dan keras.
"Maaf"Ucap Lutfi sambil memeluk Dzifa"Sayang maaf,makasih udah ngingetin aku supaya bisa menjaga lisanku,dan maaf karena aku berlaku seperti itu,maafkan aku yang tak bisa mengontrol emosi ku,menjaga lidahku.maafkan aku,maaf sayang,maafkan aku!"Ucap Lutfi di sela-sela isakan nya.
"Dek,ingatkah kamu pada Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 187 yang artinya 'Mereka istri-istrimu merupakan pakaian bagimu dan kamu merupakan pakaian baginya'.Jadi sudah sepatutnya kalian saling menjaga dan menutupi hal-hal pribadi yang tidak perlu di ketahui oleh orang lain,Kamu tau kan hal itu?memang kamu berkata kebenaran akan perilaku istrimu tapi kamu pun harus menjaga hatinya.hati wanita lebih rapuh,sangat-sangat sensitif jadi kamu harus pertebal kesabaranmu dalam menghadapinya.utamanya kamu harus lebih menjaga lisanmu karena setiap ucapan yang terucap bila ucapan itu menyakitkan rumah tangga mu akan ada dalam kehancuran."Ucap Khairul.
"Sayang,maaf"lirih Lutfi sambil mencium kening Dzifa berkali-kali sambil mengucap maaf,
"Satu hari 2 kali kalian menangis,apa memang setiap hari kalian menangis?"tanya Davi yang baru saja datang di ekori adik kembaran nya Devi.
"Diem"Ucap Saga sambil memelototi Davi dan Devi
"Yuk kita makan keburu dingin!"ajak Khairul.
"A,Aku kekamar ya!"ucap Lutfi,Lutfi pun membingbing Dzifa menuju kamar.Setelah mereka masuk kekamar Saga memulai angkat bicara.
"Ternyata Rumah tangga Lutfi tak semulus yang aku kira?"
"Semua tak akan semulus jalan tol"Jawab Alfi.
"Apa kalian tau? Lutfi selalu membanggakan Dzifa,Dzifa pun begitu,jika mereka di ajak berbicara mengenai pasangan mereka selalu bersemangat tak pernah menceritakan hal jelek,meski sering di selingi saling mengejek seperti barusan.namun aku tak menyangka ada saatnya ejekan menjadi bencana bagi kerukunan mereka,Jujur aku belajar banyak dari mereka!"Ucap Khairul bangga,Alfi,Saga,Yusril,Davi,dan Devi mencerna dan mengingat apa yang terjadi tadi.
"Rumah tangga itu bila kita bisa saling mengerti dan memahami akan berakhir bahagia,namun di setiap kebahagiaan pasti ada kerikil-kerikil kecil yang akan menjadi hambatan menemukan suatu kebahagiaan dan itulah namanya ujian dalam rumah tangga."jelas Khairul
"A,apa nanti rumah tanggaku bisa bahagia?"tanya Saga
"Ga,setiap orang punya jalan ceritanya masing-masing.Suka duka pasti ada,salah paham pun pasti akan ada namun bagaimana kita menyikapinya."Jawab Khairul.
"Mempertahankan lebih sulit dari memulai ya A?"tanya Devi.
"Hemm"
"Mengenai Ais,Ais itu siapa A?"tanya Alfi
"Sahabatnya Dzifa!"
"Cantik?"Tanya Saga
"Cantik itu relatif"
"Apa....
"Jauh dari yang aku harapkan"Ucap Khairul memotong pertanyaan Saga.
"Dia ?"
"Sama dengan Dzifa!"
"Apa Umi akan setuju?"
"Setuju?"tanya Khairul.
"iya!Apakah Uminya Aa akan menyetujui nya?"
"Kejauhan!"
"ko?"
"Aku ketemu dia 2x pas aku kesana dan ia berteriak pada Danu ingin di belikan karedok dan terakhir saat dia akan pulang ke jakarta."
"Udah gitu doank?"tanya Saga dan di angguki khairul.
❤maaf ya kalau ada salah-salah kata❤