
Dua hari berlalu saat Lutfi sakit dan kini hari minggu,dimana biasanya Lutfi dan Dzifa bersama - sama gotong royong untuk membersihkan apartemennya.
"Fi kita gak main ke toko,udah lama lo gak ke toko karena kesibukan kita di sekolah"ucap Dzifa sambil membereskan baju² yang sudah selesai di setrika.
"Enggak,besok atau lusa aja"jawab Lutfi yang tengah mengotak ngatik laptop"Fa masak gih bentar lagi makan siang!"titah Lutfi
"Males Fi,gw capek"ujar Dzifa dengan wajah memelas
"Terus lo mau makan apa kalo gak masak?"tanya Lutfi tanpa mengalihkan pandangan nya dari laptop
"Apa aja yang penting jangan suruh gw masak.klo makanannya mubazir kaya sebelum²nya gimana?"ucap Dzifa yang mengingat di hari² sebelumnya setiap kali ia mencoba masak pasti hasilnya tak sesuai harapan.kadang asin,kadang pula gak karya rasanya.
"Makanya belajar."
"Iya kan lo udah tau hasil nya gimana oon.
absrut bangetkan,sayang tau hasil tiap minggu belanja yang kemakan cuma telor ceplok,goreng ayam,goreng ikan kalo gak gosong sama kalo rasanya gak ke asinan,sama nasi goreng itu juga lo yang bikin,semua sayuran pada nyemplung ke tong sampah gara² rasa nya nauzubillah himindalik"gerutu Dzifa yang mengingat hari² nya
"Terus lo mau nyerah?"tanya Lutfi sambil beranjak dari sofa yang ada di kamarnya menuju meja belajar sebelah Dzifa duduk.
"Bukan gitu Fi,tapi ya kan aaahhhhhhhh pusing gw jelasinnya"jawab Dzifa frustasi sambil mengacak rambutnya dan menghentak²an kakinya.
"Terus lo mau gimana?lo mau nyerah?klo lo gak masak dan terus ngandelin beli di luar ! satu gak sehat, karena kita gak tau apa bahan dan juga kebersihannya terjamin,kedua kita gak bakalan berdua terus dan juga kita gak bakalan gini terus kita harus mikir buat kedepannya kaya gimana Fa,toko gak selamanya bakal maju dan bakal nyukupin kebutuhan kita apa lagi setelah lulus kita punya cita² masing - masing Fa,gw pengen kuliah,nah lo ? lo juga gak mungkin kan gak nerusin,nah biaya nya dari mana kalo bukan dari toko gak mungkinkan dari orang tua kita.....gw bukan mau ceramah atau ngatur hidup lo tapi kalo gak dari sekarang kapan lagi Fa,seenggaknya lo mau berusaha,gue siap jadi bahan percobaan lo tiap waktu. kita baru mulai Fa tantangan hidup di depan akan lebih sulit dari permintaan gw ke lo hari ini,bukan berarti gw bakal banyak nuntut lo tapi setidaknya lo paham kondisi kita.gw siap bantuin lo.atau lo mau sekolah masak setiap pulang sekolah?"tawar Lutfi.yang tengah duduk di kursi meja belajar menghadap Dzifa yang duduk di tepian ranjang
"oke,gw belajar masak dari lo aja"jawabnya
"Oke kalo gitu,eh iya maaf ya gw banyak bebanin lo soal laporan² Osis yang bikin Palo lu pusing"ujar Lutfi yang merasa bersalah yang seharusnya kerjaan² itu dia yang kerjakan tapi malah di kerjakan Dzifa seorang diri.
"Tau lo,lo kan Ketos nya ko gw yang ribetnya sih?heran gue"jawabnya ketus
"Hahahaaaa maaf bukan maksud gue gitu kan lo tau sendiri kerjaan gw bejibun gara² ngurusin idea lo yang luar binasa"jawab Lutfi cengengesan
"Luar biasa kali bukan luar binasa"jawab Dzifa kesal
"Maaf lidahnya keserimpet"
"Itu sih keserempet Fa,,,haduhhh "ucap Lutfi sambil menepuk jidatnya karena setiap jawabannya selalu di permainkan Dzifa.
"udah yuk ah ke dapur udah jam 11"ucapnya beranjak mengajak Lutfi ke dapur"
Sesampainya di dapur Lutfi membuka kulkas yang hanya berisi beberapa sayur sisa,satu telur dan air kemasan sedang kan Dzifa membuka laci lemari dan melihat susu,teh yang tinggal sedikit lagi
"Fa lo gak isi kulkas?"ucap Lutfi seraya menutup pintu kulkas.
"Terakhir kita belanja ke supermarket kalo gak salah 2 minggu lalu deh Fi,namun hari senin kemarin mamah bawa beberapa isi kulkas yah itu sisanya"jawab Dzifa sambil membuat teh untuknya dan Lutfi.
Lutfi menghela napas kasar sebelum bicara"terus kalo beras?"
"kemarin kan waktu lo sakit Abi sama Umi kesini bawain beras sekarung sama bronis yang terakhir kemarin malem kita makan,tuh berasnya di pojokan,san lagi yang sebelum nya juga masih ada kan kita 2 minggu ini sibuk di sekolah seringnya makan di luar"terang Dzifa
"Ya udah kita ke supermarket aja ntar habis shalat dzuhur sekalian makan di luar,nanti pas mau makan malem baru deh kita masak gimana?"tawar Lutfi
"Sip"
Mereka pun menunggu Adzan Dzuhur yang di perkirakan gak agak setengah jam lagi pun berkumandang.di sela sela menunggu Adzan berkumandang Dzifa dan Lutfi pun sesekali bercanda dan ketawa bersama.Dan setelah melaksanakan ibadah pun mereka bergegas pergi keluar berbelanja sambil makan siang di luar.
Di sisi lain Fatimah yang menaruh hati pada Lutfi enggak pergi kemana² meski Ais terus mengajaknya pergi ke Mall karena katanya dia ada yang perlu di beli namun Fatimah gak menggubrisnya iya terus berleha²
"Andai gw bisa pacaran dan menikah dengan lo,gw pasti akan merasa sangat - sangat bahagia Lutfi.mengapa pilihan hati lo malah pada Dzifa yang jelas - jelas dia selalu nolak lo ,cuek terhadap lo.namun mungkin itu yang lo lihat dan itu yang membuat lo tertarik pada nya.beruntung lo Fa,semoga lo bahagia dan gw bisa bahagia seperti lo mendapatkan dia!"guman Ifat
"Cinta gak harus memiliki kan?gw harus relain dia buat sahabat gw!"
"kenapa Bima bisa dan gw enggak,ya gw juga harus bisa lah ngerelain orang yang di sayang bahagia".
"Fick dari sekarang kubur perasaan lo dalem -dalem Fat,relain dia buat sahabat terbaik lo oke!"ucap nya "SEMANGAT"
❤❤❤❤❤❤❤❤❤