
Ais diam mematung saat melihat teman-temannya telah berada taman belakang pekarangan rumahnya bersama anak-anak mereka.
"Surprise" Teriak mereka bersamaan.
Ais diam tak menanggapi Ucapan teman-temannya yang datang tanpa memberinya kabar.Ia baru saja pulang dari Cimahi menjenguk Ibu mertuanya yang tengah di rawat di RS Cibabat.
tak berapa lama Ia berjalan ke arah Dzifa dan Lutfi pasti mereka yang mengajak yang lain datang mengunjunginya, Ada rasa bahagia karena sudah 2 tahun setelah ia melahirkan Arisa Anak bungsunya ia tak pergi berkunjung ke jakarta untuk mengunjungi Dzifa dan sahabat-sahabatnya yang lain.Ibu dan Adik Ais ikut dengan Ais pindah ke kampung ini dan Adiknya pun telah menikah dengan Warga kampung ini membina rumah tangga membawa serta ibunya.namun sesekali ia berkunjung ke rumah Ais karena rumah ya yang tak begitu jauh.
"Ini ide mu kan?" tuduh Ais pada Dzifa
Dzifa diam dia menatap yang lain lalu menatap Ais lagi, dia tak percaya Ais berbicara padanya dengan nada Dingin.
"Kamu gak seneng kita kesini?" tanya Ifat yang berdiri di sebelah Dzifa sambil menggendong bayi cantik berusia 15 bulan.Anak pertamanya bersama Sandi.
"Kata siapa?" tanya Ais menahan senyum"Seneng banget aku"Ucapnya sambil memeluk sahabatnya itu.
"Alhamdulillah"Ucap semua.
" Kamu Is, Ngagetin aja.kirain rumah mu gak bakal nampung kita, Aku udah ketar ketir kalau gak di tampung kamu terpaksa deh aku harus ngeluarin uang receh aku buat sewa hotel"Ucap Arya sambil mengelus dadanya"Lain kali Jangan bikin orang kere kaya aku jantungan"
"Apa sih Ya, Aku kan cuma iseng" Ucap Ais sambil cengir"Maaf Duren(Duda keren)"Arya mengendus kesal dia paling tak suka di sebut Duren oleh orang lain, memang penampilannya selalu keren dan sangat kekinian.jelas ia kerja di toko L'D fashion toko pakaian yang menyediakan pakaian yang beda dari yang lain.
"Ya, Bim kalian berdua betah banget ngeduda, Gak ada rencana nikah lagi?" pertanyaan yang membuat Bima dan Arya menatap tajam pada sipenanya
"Selow bro, Iseng aku" Ucap Willy sambil meringis karena Mendapat Cubitan dari sang istri dan dua jitakan dari Danu dan Sandi.
"Gak papa woles aja" Ucap Arya yang tak disangka oleh semuanya.
"Bim" Panggil Willy setelah ia jauh dari Danu sandi dan Istrinya
"Apa?"
"Kapan?" sambil memainkan dagunya memberi isyarat.
"Entar setelah Arya" Jawab Bima, Arya menoleh.
"Setelah Cintaku Hilang pada Luna." Ucap Arya lalu beranjak mendekati ke dua anaknya yang tengah bermain bersama Alfi dan yang lainnya
"Mustahil" Ucap Bima
"Kapan dong lu seriusin anak orang, masa mau ngejomblo aja.kesana kemari sendiri aja.Arya sih masih mending punya dua jagoan yang jadi penyemangat hidupnya" Ucap Sandi.
"Setelah semuanya beres" Jawab Bima.
"Nunggu Apa lagi?" tanya Dzifa yang tengh duduk bersama Nura dan Farida Sodara Lutfi.Nura wanita bercadar yang kuliah di Malaysia yang sekarang mengajar di pesantren bersama Farida dan Khairul.
"Nunggu kerjaan yang di Singapore rampung, lalu aku mau mengundurkan diri dari kantor, pengen nyoba Usaha.Aku gak mau banyak ninggalin istri kasihan nanti istriku kedinginan karena kerjaan aku yang tau sendirilah." Ucap Bima
"Bim, kerjaan kamu tuh udah keren tau.semua orang yang di kantor berlomba-lomba pengen dapet jabatan yang kamu miliki" Ucap Sandi.
"Kamu tak hawatir susah mencari uang untuk kebutuhanmu?" tanya Arya.
"Alloh akan memudahakan asal kita percaya pada-Nya" Jawab Bima.
"Aku gak nyangka jalan hidup Mas Bima seperti itu"Ucap Farida
"Penyesalan akan datang di akhir" Ucap Dzifa
"Kalau di Awal itu namanya Pendaptaran Teh!"timpal Nura
" Hehe, bener kata Kamu Nur.Eh iya kapan kamu Nikah?"tanya Dzifa"Katanya Udah ada yang Khitbah"
Nura diam sedikit melirik pada Bima ia dulu pernah berharap Bima datang sesuai dengan ucapannya saat pertama kali bertemu namun itu hanya hayalannya saja.meski setiap kali berdoa ia selalu menyebut namanya"Aku menolaknya Teh"Ucapan yang membuat Bima menatap Nura tak percaya.
"Kenapa?"
"Mungkin kami tak berjodoh"
"Kalau Farida?"tabya Bima
"Hemmm" Farida menatap Bima sebentar"Belum ada Mas"
"Bim?" Panggil Dzifa di ikuti dengan isarat Dagu yang mengarahkan pada Nura, lalu Bima mengangguk
"Nur,Apabila ada yang datang padamu namun dia adalah laki-laki yang gila kerja dan laki-laki itu pernah menelantarkan keluarganya apa kamu akan menerimanya?"Pertanyaan yang terlontar dari Ais yang tengah paham akan kode yang di buat Dzifa dan Bima.ia tau Bima menaruh hati pada Nura sejak pertemuannya di rumah Dzifa waktu itu
"Ko teteh nanya kaya gitu.Bekerja itu adalah suatu keharusan agar bisa membeli segala kebutuhan hidup, dan bekerja itu butuh tubuh dan tubuh butuh istirahat.Orang yang gila kerja berarti ia sudah siap menghadap sang khalik lebih dulu karena ia memprioritaskan kerja bukan tubuh.kerja penting tapi kesahatan di atas segalanya."
"kalau..
"Teh Ais bertanya seperti itu mewakili Mas Bima ya?"tanya Nura sambil melihat Ais yang kikuk
Wina menoleh pada sang Adik, dan Nura mengangguk" Dua tahun lalu ada yang niat mau ngelamar dengan penuh keyakinan tapi...
"Gak kunjung datang" Sambung Danu sambil mengangkat anak yang tengah di gendong Wina.mereka berdua masuk kedalam rumah setelah Danu menyenggol tangan Bima
"Maaf, menunggu" Ucap Bima.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Lama banget ya updatenya๐
maaf menunggu lama Authornya kebetulan setelah ngurusin nikahan Adik Ipar Author sakit dan kali ini baru bisa Up
mudah2an menghibur, dan bisa mendapat sedikit manfaat dari tulisannya.mohon maaf bila ada kesalahan dalam kata dan nama juga tokoh-tokoh yang mungkin membuat pembaca bingung.banyak banget sih tokohnya?Maaf ya kalau bikin pusing pembaca.