
"Dzifa"ucap Arya
"Hemm"
"Lo udah mulai suka sama si Lutfi?"
"Mungkin"
"Segitu cintanya hingga lo kaya gitu kemaren!"
"Entahlah kesambet apa gw kemaren,berasa alay gitu gw sampe lupa urat malu gw di taro di mana?"jelas Dzifa sambil mendudukan diri di tumpukan karung.
"Dulu lo gak gitu deh?"
"Kalo di ingat ke belakang gw itu sebel banget sama laki gw ntuh,sombong,gak banyak omong sekalinya ngomong sengak pedes. tapi selama setahun ini gw ngerasa ada yang beda,malah kalau di bilang beda banget iya. gw yang dulunya lupa waktu,shalat juga seingetnya,kalau butuh doank baru deh gw sholat.tapi sekarang semenjak sama dia shalat gw alhamdulillah gak ada yang kelewat malah kalau malem-malem si Lutfi suka bangunin gw...."
"Minta jatah?"potong Arya.
"Minta jatah pala lu!"ucap Dzifa sambil menoyor kepala Arya dengan keras hingga siempunya mengaduh.
"Terus?"
"Dia ngajakin gw shalat malem,kalau hari libur dia suka ngajakin gw shalat Duha,hidup gw jauh beda banget."jelas Dzifa
"Dia pernah ngalamin susah?"tanya Arya.
"Dari ceritanya pernah,malah lebih dari yang lo hadapin?"
"Serius?"
"Dia orangnya gak terbuka,gak suka cerita sama orang-orang.itu juga gw tau dari Umi dan setelah gw deket perlahan dia cerita gimana susahnya jauh dari orang tua saat di pesantren,kerja paruh waktu,sampai mnitih karir hingga kaya sekarang,namun dia selalu optimis dan selalu serahin semuanya pada Alloh hingga dia bisa memetik buah kesabaran yang ia tanam sedari dulu"
"Hidup dia...."ucap Arya tergantung
"Hidup dia gak seperti kita-kita yang bisanya hanya merengek minta di beliin ini itu sesuka hati.motor yang lo pake motor itu adalah motor ke 4 karena setiap ia beli motor itu adalah ajang investasi nya,ia gak pernah beli motor baru ia selalu beli motor bekas,meski ia gak terlalu tau tentang motor tapi ia usahakan motor yang ia beli bisa menguntungkan nya di kemudian hari."
"Jadi dia jual beli motor gitu?"
"Bisa jadi,namun dia pake tiap hari,bersihin rawat hingga ada yang nawar dan harganya pas ia lepas!"
"Nah kenapa yang ini di jogrogin!"
"Itu karena Abi udah ngasih kita mobil,dan juga karena kesibukan jadi gak ke urus!"
"Oh gitu"jawab Arya manggut-manggut
"Motor yang lo pake jadiin inventaris aja,gak usah di beli dulu.lo urus aja urusan hati lo!"ucap Dzifa.
"Gw gak yakin!Kayanya gw mau ikhlasin dia aja!"
"Oh itu terserah lo gw sih mau saranin aja,perjuangin boleh tapi soal masalah sarat tentang shalat itu bukan tantangan tapi itu perintah bukan semata-mata dari bapaknya si Luna tapi dari Alloh lewat bapaknya si Luna.
Shalat itu hukumnya wajib,ngapalin surat pendek juga menurut gw wajib karena di setiap rakaat shalat ada bacaan surat-surat pendek.tanamin di hati lo ikhlas insyaallah gw yakin lo pasti bisa lewatin semuanya dengan baik dan bisa hapalin surat-surat pendek dalam Al-Qur'an dengan mudah"jelas Dzifa.
"Iya bener,Adanya tujuan dari menghapal boleh karena itu suatu motivasi atau penyemangat tapi niatkan dalam hati ikhlas,karena di setiap ke ikhlasan dan kesabaran yang kita tanam akan ada hasil yang jauh dari yang kita harapkan!"Ucap Lutfi.
"makasih"Lirih Arya.
"Apa pun yang terjadi ikhlas oke?"ucap Lutfi kembali.
"Iya"
"Besok anak-anak ngajakin ngumpul!"Ucap Dzifa setelah melihat pesan yang masuk ke handphone nya.
"Dimana?"tanya Lutfi
"Di rumah!"
"Ajakin ke bandung gimana?"tanya Lutfi
"Mau ngapain ke bandung?"tanya balik Dzifa
"Mau ketemu sama kak Khairul sekalian liat kondisi Arya!Besok kan hari sabtu pas tuh buat jalan-jalan di kota kembang itung-itung refresing!"jelas Lutfi.
"Aku malu ketemu sama kak Khairul!"lirih Dzifa
"Gak papa,itu udah berlalu!bukan kamu ko yang salah itu salahnya Arda sendiri"
Waktu itu Khairul datang bersama tante Sari datang menemui Dzifa dan Bima di rumahnya Bima,Bima memaki-maki tante Sari dan Khairul karena ke tidak becusannya mendidik Arda,kata-kata kotor yang di ucapkan Bima yang mungkin akan melukai sangat melukai hatinya Khairul dan tante Sari kala itu,meski akhirnya Dzifa dan Bima memaafkan kesalahan Arda,namun tetap saja apa yang di lakukan Bima kala itu membuat nya malu bertemu dengan Khairul dan tante Sari.
"Gak usah di pikirkan,sekalian aku mau ke kebun pengen liat apa masih ada pisang atau singkong yang bisa di ambil di sana,soalnya udah setahun ini belum ke sana lagi!"jelas Lutfi.
"Emang kamu punya kebun?"
"Bukan yang aku tapi punyanya alm Abah (kakek)kebunnya ada di belakang rumahnya Abah,rumah yang akan di tinggali kita kalau kita kesana,nanti aku telpon bi Ningsih tetangga yang suka jaga di sana biar sekalian beresin dulu rumahnya."jelasnya.
"Oh gitu,ya udah aku kabarin dulu yang lain ya?"ucap Dzifa.
"Iya"
"Bisa pake mobil aku dan nanti bisa tanya Willy juga dia juga punya mobil"jelas Lutfi
"Bima juga punya gak usah pusing deh!"timpal Dzifa.
"Ya takut aja gitu,eh gak papa gw ijin?"tanya Arya.
"Boleh lah,kaya sama siapa aja!"jawab Lutfi
"Takut aja"
"Kalau takut gak usah ikut!"ucap Dzifa
"Yahh tega lo!"
"Hahahaa becanda lagi,baperan banget sih lu"Ucap Dzifa
"Eh ini kan hari jum'at kenapa pada disini?"tanya Arya
Dzifa dan Lutfi pun saling pandang"Maksudnya?"tanya Dzifa
"Gak kelonan gitu"Ucap Arya,membuat wajah Dzifa dan Lutfi memerah seketika.
Buggh buggh
Suara lemparan pakaian yang masih di kemas pun terdengar begitu keras saat pakaian itu mengenai kepala Arya.
"Kenapa?apa salah gw nanya gitu?"protes Arya
"Ya salah lah ege,nyebelin banget sih lu"jawab Dzifa ketus.
"Apa jangan-jangan lu pada belum....
Buggh buggh
Suara lemparan pakaian pun terdengar lagi
"Dzifa,Gak papa lagi lo kan sama si Lutfi udah sah,udah setahun lagi!"jelas Arya pada Dzifa yang sedari tadi melemparinya dengan pakaian-pakaian yang masih terbungkus.
"Gak usah bahas itu bisa gak sih?"tanya Dzifa kesal
"Dzifa,itu kewajiban lo ngasih hak buat Lutfi,dosa lo kalau lo sampai saat ini gak ngasih hak nya!"
"Dzifa,dia udah ngasih apa yang lo butuhin,perlindungan,Harta,ketenangan hati.dan lo bukan hanya masakin dan patuh aja lo juga harus ngasih haknya!"Sambung Arya.Lutfi hanya diam bingung bagaimana caranya membela Dzifa
"Atau jangan - jangan lo belum siap hamil?"tanya Arya yang di Angguki Dzifa
"Oalah Dzifa,pake cara cantik donk pake alat pengaman kan bisa!Ah lo lagi Fi,salut gw lo bisa tahan sampai sekarang"
"Bukan gw gak mau ngasih,gw malu"Ucap Dzifa sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya karena dia yakin wajahnya tengah memerah.
"Hahahaa Fi tuh udah ada lampu ijo"Jawab Arya.
"Iya nanti lagi aja ya,gak usah sekarang takutnya Arya ngintip"Goda Lutfi sambil tersenyum mengelus pucuk kepala Dzifa yang masih menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Nah gitu donk,tapi jangan main kasar ya bro kasihan Dzifa nya."
"Gw paham ko gak usah di ajarin"
"Curiga gw lo pernah liat...
"Astagfirullah,gw cowok normal Ya,gak usah nonton gituan,lagian nonton gituan itukan termasuk Zina mata,mau lo mata lo di congkel"Jelas Lutfi
"Amit-amit,serem banget sih lo fi"
"Iya serem lah,setau gw zina itu ada 2 golongan satu zina majazi dan zinah hakiki.zina majazi itu bisa di sebut zina kecil,namun kita tak boleh meremehkan nya karena zina majazi itu bisa mengantarkan kita pada zina Hakiki!"ucap Lutfi
"Zina Majazi itu seperti apa?"tanya Arya.
" Zina mata,zina tangan,zina kaki, dan zina mulut.makanya kita harus gunakan mata,tangan,mulut dan kaki kita pada hal yang baik jangan kita gunakan pada hal yang buruk,misalnya memandang wanita sexy itu termasuk zina,ada peribahasa yang mengatakan 'Dari mata turun ke hati' Saat kita melihat wanita sexy apa yang kita rasakan?ingin terus memandangi nya,ingin memilikinya bahkan ingin mencobanya.bener gak?"tanya Lutfi dan di angguki oleh Arya.
"Nah makanya kita harus menjaga pandangan kita,tangan kita pun gak boleh memegang yang tak seharusnya,begitu juga mulut gak boleh Asbun,karena itu termasuk kedalam zina yang mengarahkan pada zina hakiki atau bisa di sebut zina kelamin"jelas Lutfi.
"Kalau zina kaki?"tanya Dzifa
"Contohnya aja ya?"ucap Lutfi sambil merangkul pundak Dzifa"Contohnya melangkahkan kaki ke club malam,ke tempat-tempat maksiat"
"Oh gitu"
"Makasih ya Fi,semenjak bareng-bareng sam lo gw nemu banyak ilmu"ucap Arya
"Iya sama-sama,udah seharusnya kita sebagai teman sesama muslim saling mengingatkan"jawab Lutfi.