
Willy terbangun dari tidurnya, ia mengusap wajahnya kasar sambil mengucap istigfar ber ulang-ulang.
"Kenapa?" tanya Gina yang terbangun karena mendengar grasak-grusuk di sebelahnya.
"Mimpi buruk?" tanya nya lagi dan di angguki Willy"Tentang apa?"
"Siska"
Gina tertegun, ia tau tentang Willy dan Siska dari Willy sendiri sebelum proses khitbahnya dulu.
"Kenapa?"
"Dia, datang dan memberi selamat pada rumah tanggaku, ia ucap selamat tinggal yang tak pernah ia ucap" Ucap Willy sambil menatap ke arah kamar mandi.
"Shalat yuk Mas, kita do'akan Siska" Ajak Gina
Gina pun beranjak, baru beberapa langkah, langkahnya terhenti karena tak mendengar suara apapun di belakangnya, ia pun berbalik"Mas"namun tak ada jawaban
Gina tau suami sekarang tengah melamun, entah apa yang di ucap Alm.Siska pada suaminya dalam mimpi itu.ia pun kembali mendekat.
"Mas" Ucapnya sambil menepuk pundak Willy, ia pun duduk di hadapan Willy.
"Dek"
"Mas, Mas rindu ya sama Siska?"Willy diam
" Yuk, do'ain dia.dia gak butuh apa-apa selain do'a dari semua sahabat dan juga kekasihnya.Mas Yuk"Ucap Gina lembut.
"Kamu tak marah?" Gina menggeleng"Tak cemburu?"
"Mas,jelas aku cemburu dia tak halal untukmu, tapi aku tak boleh egois ia masa lalu mu yang membuat hidupmu berwarna.berwarna dalam ketidak baikan, mengapa ku bilang seperti itu?karena kamu dan dia berbahagia bukan atas ridho Alloh.Mas, kabari teman-teman Mas kita ke makamnya bersama-sama"
"Kenapa harus bersama-sama?"
"Aku tau setelah kita menikah kita tak pernah kesana, pikirku mungkin yang lainnya pun tak pernah kesana lagi.ia datang mengunjunginya jadi ia datang pada mu.mungkin ia juga rindu padamu karena kamu tak pernah mengunjunginya." Ucap Gina.hati jelas merasa sakit karena di hati suaminya masih ada cinta masalalunya.
Willy memeluk Gina Erat, ia menangis.
"Jangan seperti ini Mas" Tegur Gina, Gina pun sama ikut menangis.
"Jangan cemburu pada nya, dia masa lalu ku, tak halal untukku, ia telah mendapat Pangeran yang lebih dari ku di sana, hanya kamu ibu dari anak-anak ku dan Bidadari yang halal untukku, sekarang dan selamanya.jangan berpikir yang tidak-tidak.mungkin ia aku sudah melupakannya hingga telah berapa tahun ini aku melupakannya.karena keberadaanmu wanita halal ku." Ucap Willy di sela-sela isakannya.
Gina tersentuh atas Ucapan Willy, ia bahagia.
"Yuk kita shalat,nanti ku kabari teman-temanku agar mereka bisa meluangkan Waktu untuk berjiarah" Ajak Willy, Mereka pun shalat sunah berjama'ah sambil menunggu waktu sahur.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Fi, Willy chat katanya kalau ada waktu kita berjiarah ke makam Siska, sudah lama tak kesana.ia mengajak kita semua." Ucap Dzifa
"Aku juga di chat sama dia dan Arya.Arya meminta ijin kalau kita semua mau ke makam dia pun ingin ikut, sudah lama ya semenjak Willy menikah"
"Hem" Ucap Dzifa sambil menidurkan Baby Aldan"Kita tlah melupakannya,hingga ia datang pada mimpi Willy juga"
"Juga"
"Ya, sebelum aku melahirkan aku bermimpi bertemu dengannya, namun hanya sekilas.ia telah bahagia" Ucap Dzifa
"Mudah-mudahan mimpi mu benar dia telah bahagia di alam selanjutnya."
"Hem" Dzifa bersandar pada Bahu Lutfi "Kita yang masih hidup gak tau bagaimana nanti saat kita menghembuskan nafas terakhir kita, apakah Husnul khotimah dengan ke adaan Shalat atau melakukan hal baik.atau sebaliknya."
"Kita manusia hanya bisa berharap bisa meninggal dalam keadaan mengingat sang khalik.semua rahasia Alloh Dzif,Hanya Alloh yang tau bagaimana sekenario hidup kita kedepannya.kita manusia hanya bisa sadar dalam melakukan perjalanan hidup ini.sadar apa yang kita miliki dan kita jalani akan di pertanggung jawabkan.berbuatlah sebaik mungkin, jangan tinggalkan kewajiban kita sebagai muslim."
"Iya, aku beruntung memiliki imam sebaik mu" Ucap Dzifa.
"Akupun, Aku shalat dulu ya"
"Hem"
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Win" Panggil Danu.
"Hem"
"Untung kita masih di indonesia ya?"
"Aku baru dapet Chat dari Willy, Willy mengajak Jiarah ke makam Siska"
"Hufffh, kenapa aku lupa ya kalo kita punya teman yang telah di panggil sang Khalik lebih dulua" Ucap Wina dengan mata yang telah berkaca-kaca.
"Willy pasti Rindu, hingga ia mengajak dan mengigatkan kita pada Alm.Siska"
"Kita do'akan Yang terbaik aja"Ucap Danu" Kamu panggil Nisa dan Nura takutnya ia masih tidur"
Winapun berjalan ke kamar adiknya. Pemandangan yang begitu indah yang ia liat pertama kali setelah ia membuka pintu kamar itu adalah ketika melihat Nura yang tengah menjalankan Shalat sunah sepertiga malam sedangkan Nisa masih tertidur lelap.ia pun berdiri di di ambang pintu menunggu Nura selesai Shalat.
"Ada apa Kak?" tanya Nura selepas Shalat.
"Dek, Sahur" Ucap Wina"Nisa belum di bangunkan?"
"Sudah Kak dari tadi, namun tak bangun-bangun"
Wina pun berjalan dan menbangunkan Nisa"Dek bangun Sahur"
"Hemm"
"Cepet ke Wc!" Ucap Wina, Setengah sadar Nisa beranjak kekamar mandi
"Dek,ini di rumah tak perlu adek bercadar!"
"Di rumah ini ada kak Danu kak, ia bukan mahram ku"
"Duh, kakak jadi malu, memiliki adek yang begitu shalehah sepertimu, sedangkan kakak belum ada seujung kukunya kamu"
"Kak,jangan lihat cadar ku.Ilmu dan Akhlak ku belum sebaik kakak, Cadar ku bukan karena aku lebih baik dari kakak dan Uma tapi dalam Al-Qur'an menegaskan 'Hendaklah ia menjulurkan hijabnya keseluruh tubuhnya, agar ia mudah di kenali sehingga mereka tidak di ganggu'.Kak statusku masih lajang, aku berpergian jauh dari Uma, Abah, kakak, Adek dan keluarga lainnya sendiri.tinggal di negara lain sendiri tanpa di temani.aku harus bisa jaga diri kak meski di Malaysia aku ada Tante tapi tak mungkin kan aku merepotkannya dan mengekor padanya.lalu bagaimna kuliah ku bila aku terus meminta perlindungan pada nya."
"Kamu sering ketemu tante"
"Tidak, ia selalu sibuk.makanya aku sekarang bercadar.bukan karena itu sih aku bercadar.mungkin karena aku bergaul dengan mereka yang berakhlak baik dan ilmu agama nya juga sangat baik.aku mengenal banyak teman tapi ada 3 orang yang selalu berhijab lebar dan aku pernah mencela mereka karena mereka berhijab beda dengan yang lain tapi seiring berjalannya waktu aku kenal dengan mereka.mereka membawa banyak pengaruh baik padaku, mereka mengajakku mengenal islam lebih dalam.aku di ajaknya pengajian di berbagai masjid juga di ajaknya membaca, tau sendiri aku paling gak suka baca kecuali buku-buku pelajaran.tapi saat mereka mengajak aku agak sedikit tertarik apa sih yang selalu mereka baca? dan buku apa yang selalu mereka cari? ternyata buku-buku islam, tentang wanita, hijrah dan lainnya.aku perlahan membaca dan itu sangat membosankan tapi lama kelamaan tertarik karena benar 'Buku adalah jendela Dunia'.Islam memperlakukan wanita dengan baik, maka kita tak boleh menyia-nyiakannya."
"Adek, kakak jadi ingin belajar"
"Semua bertahap Kak, Kakak juga pasti bisa" Ucap Nura sambil tersenyum di balik Cadarnya.
"Ayo, Stop dulu ceritanya.nanti waktu Sahur nya keburu habis" Ucap Danu yang berdiri di ambang pintu.
"Sejak kapan berdiri di sana?"
"Sejak Nura bercerita tentang temannya.Ya udah yuk!"
Mereka semua pun Sahur bersama.
"Dek, nanti tolong jagain Anak-anak Kakak ya."
"Emang kakak mau kemana?" tanya Gani pada Wina.
"Kakak mau ke makam sahabat kakak,Nisa Nura kaliam belum tengok Kak Dzifa kan?" tanya Wina.
"Belum"
"Ya udah, nanti kalian Jagain anak-anak kakaknya di rumah nya Kak Lutfi sekalian nengok Baby kembar."
"Boleh" Ucap Nisa sedangkan Nura hanya mengangguk.
"Kak, nanti ke babyshop dulu ya, masa kita gak bawa apa-apa!" Ucap Nura.
"Iya"
💮💮💮💮💮
Alhamdulillah bisa nulis hari ini,happy reading Readers mudah - mudahan suka ya sama ceritanya.dan mudah-mudahan ada ilmu yang bisa di petik.
Jangan lupa Like and komen ya.
Aku masih bingung alur untuk nerusin cerita ini kaya gimana, ini juga aku dapet selenting ide karena baca Buku buku karya orang lain dan juga buku tentang kematian.
Banyak yang jadi korban atas Virus yang tengah marak, apalagi pesanan katong jenazah setiap bulannya ada.berasa gimana gitu.
Kematian itu kaya Nadi dekat sangat dekat tapi tak bisa di raih dan di lihat, mudah-mudahan kita selalu ada dalam lindungan Alloh SWT amin.
Udah ah cuap-cuap nya jaga kesehatan ya🤗