
Ais,Dzifa dan Ifat tengah berada di sebuah taman menunggu yang lainnya datang,mereka tengah janjian untuk belajar bersama di sebuah taman.
Dzifa dan yang lainnya datang lebih awal,karena pulang sekolah mereka hanya pergi untuk membeli makan di restoran saja,jadi selepas dari restoran mereka langsung pergi ke taman tempat mereka berkumpul.
Mereka menyewa beberapa tikar sebagai tempat duduk yang akan di gunakan nanti.
Sedangkan Lutfi di ikuti Arya pergi ke toko karena ada barang yang akan datang di jadi mereka harus mengeceknya terlebih dahulu.
Berangsur Luna,Wina dan Siska datang.di susul Willy,Danu,Dan di dan Bima.
"Kenapa tikarnya cuman dua yang di gelar biasanya 3"ucap Sandi.
"Tinggal gelar aja bisa kan!gak usah ribet deh"ucap Ifat
"Sensi banget si lu,lagi PMS?"
"Gak siapa bilang"Jawab Ifat sambil meraih tasnya.
"Ini gak ada yang bawa makanan?"tanya Danu.
"Heh makanan aja yang lo pikirin!"Toyor Willy
"Iya,kenapa nih masa mau belajar doank gak ada ngemil - ngemil nya!"ucap Ifat
"Sipp emang kita sehati"ucap Danu.
"Sehati pala lo"ucap Ifat.
Semuanya tertawa saat mendengar jawaban ifat"Kasihan "itulah yang terucap dari Dzifa dan Ais bersamaan.
"Udah sana beli?"titah Dzifa
"Nyuruh siapa lo?"tanya Bima.
"Yah elo elo pada lah!"ucap Dzifa
"Lu aja sendiri"ucapa Bima.
"Heh lu,gak malu apa masa cewek yang jajanin laki.kagak ada harga dirinya lu pada jadi laki"ucap Ifat
"Bener tuh!"Ucap Siska sambil melirik ke arah Willy pacarnya.
"Maklum beb kan akhir bulan!"jawab Willy sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Makanya belajar ngatur keuangan donk!"Ucap Lutfi yang baru datang bersama Arya
"Susah!"
"Ya belajarlah,jadi akhir bulan gak kalang kabut nyari tambahan!"ucap Lutfi
"Emang lu bisa!"
"Hehe masih belajar,tapi setidaknya gw akhir bulan gak miskin kaya Willy dan Danu,yang kalo Awal bulan kaya orang kaya akhir bulan kaya orang Melarat"Ucap Lutfi yang membuat gelak tawa mengejek Willy dan Danu.
"Harap maklum sodara-sodara kita belum punya tanggungan!"Bela Willy
"Tanggungan?kaya pedagang makanan aja lu!"ucap Sandi.
"Pedagang?"
"Iya pedagang yang suka jual makanan dipikul masuk ke pemukiman penduduk "Jelas Sandi.
"gak paham gw!"ucap Danu sambil terus mencerna apa yang di ucap Sandi.
"Orang kaya mah gak mungkin tau dan paham!ucap Sandi pada teman-temannya sambil geleng-geleng kepala.
"Is lu"ucap willy sambil mengikut perut Sandi
"Mana mungkin dia paham dia kan anak orang tajir!"ucap Bima.
"Kalo orang tajir gak bakalan pelit,iya kan?iya kan?"ucap Siska pada yang lainnya dan semuanya pada menganggukan kepala.
"BEB udah deh gak usah ngompor!gw lagi boke beneran!"ucap Willy.
"Udah-udah emang mau makan apa?"tanya Lutfi
"Cemilan"
"Jus"
"Mie ayam"
"Nasi padang"
"KRIPIK UBI SAMA KENTANG"teriak Dzifa.
"Udah di depan ada mini market,gw kedepan dulu ya beli cemilan sama minuman biar gak ribet,kalo nanti masih laper baru pulang dari sini nyari tempat makan,dan makan bareng di sana!" ucap nya sambil beranjak dari duduknya.
"Elu yang traktir ya?"ucap Danu.membuat Dzifa membelalakan matanya
"Ogah,uang sendiri-sendiri kecuali cemilan sama Air mineral yang sekarang mau gw beli."Ucap Lutfi
"Gw ikut"ucap Sandi
"Kita mulai duluan ya?"ucap Dzifa.
"Iya"Jawabnya
Mereka pun mulai belajar bersama,saling memberi pengarahan bila ada yang tak paham.
Lutfi dan Dzifa menyatukan mereka semua.yang dulunya tak pernah tegur sapa sekarang menjadi teman.dan mungkin akan ada cinta yang muncul di sana.
"Win,jangan makan pedas"Ucap Lutfi di sela-sela membahas pelajaran
"Kalo gak makan pedas itu kagak nikmat "Jawabnya
"Pokoknya gak boleh"Ucapnya sambil merampas camilan pedas yang di pegang Wina.
"Jangan ribut-ribut bisa gak sih"Lerai Dzifa
"Pacar lo tuh,ngantur"ucap Wina sambil cemberut.
"Lutfi"ucap Dzifa sambil melirik tajam pada Lutfi.
"Inget gak waktu Umi ngabarin kita harus jenguk 2minggu lalu"bisik Lutfi pada Dzifa kalo 2 minggu lalu Uminya menyuruhnya ke rumah sakit untuk menjenguk sepupunya yang masuk RS.
"Inget"
"Ya makanya aku larang"ucap Lutfi.
"Oh berarti yang di RS itu lo...sorry gw sama Lutfi gak jenguk lagi bejibun kerjaan"Ucap Dzifa pada Wina.
"Sakit apa?"tanya Bima
"Lambung"Jawab Lutfi enteng yang membuat Wina tambah mengerucutkan bibirnya.
"Udah ini aja,kripik Ubi sama kentang gak pedes"Ucap Dzifa seraya memberikan sebungkus kripik kentang ke arah Wina.
"Gak suka"
"Kalo lo sakit lagi gw gak mau ngangkat lo ke parkiran,bisa encok gw"Ucap Lutfi sambil memakan makanan yang ada di lengan Dzifa yang akan Dzifa makan,hingga membuat siempunya menatap Lutfi tajam.
"Romantis romantisannya tau tempat donk woy!"ucap Danu
"Siapa yang romantis-romantisan?"tanya Willy
"Siapa lagi kalo bukan tuh"Ucapnya sambil mengarahkan dagu ke arah Dzifa dan Lutfi
"Apaan sih lo,Udah lanjut"Ucap Dzifa.
"Kapan ya gw punya pacar yang peka?"Sindir Willy pada Siska yang duduk di sebelahnya.
"Peka apa nih,peka pengen di tabok?"jawab Siska
"Pengen di kecup yang bukannya di tabok!"ucap Willy dengan wajah memelas.
"Emangnya si Dzifa dan si Lutfi barusan saling kecup?"tanya Bima
"Kagak"Ucap Dzifa dan Lutfi berbarengan.
"Terus?"
"Puasa lu!"ucap Lutfi
"Ko jadi Puasa?"tanya Bima
"Dalam islam tidak membolehkan yang namanya pacaran,karena pacaran seperti kebanyakan sekarang ini selalu melewati batas,seperti saling bersentuhan fisik.itukan di larang,ada pepatah mengatakan lebih baik ditanjapkan paku di kepala dari pada berpegangan dengan lawan jenis yang bukan mahram.mungkin memang di jaman sekarang kan sudah bebas tapi dalam islam ada larangan itu.Dan mengapa gw suruh puasa?itu karena bila kamu belum siap mengemban amanah dan tanggung jawab maka berpuasalah karena dengan berpuasa kau akan bisa menahan nafsu mu.karena berkontak fisik seperti berjabat tangan laki-laki dan perempuan itu di larang apa lagi saling kecup sebelum ada nya akad pernikahan."Jelas Lutfi
"Terus lu sama Dzifa?"tanya Sandi.
"Gak usah di bahas?"jawab Dzifa
"Tunggu aja undangannya!"celetuk Arya.
"Hah?"ucap mereka bersamaan.
"Kalian mau nikah?"tanya Siska
"Iya"Jawab Dzifa
"Serius?"tanya Ais
"Ya"
"Cita-cita lo?.sama nantikan kalo lo nikah sama Lutfi biaya hidup lo di tanggung Lutfi donk!"
"Cita-cita bisa di gapai bareng-bareng,kalo soal biaya hidup insyaallah"jawab Lutfi tenang.
"Cita-cita Dzifa itu bejibun?"celetuk Ifat yang sedari tadi diam hanya menyimak.
"Gw yakin sama Dzifa pasti dia akan memilih yang terbaik untuk dirinya dan keluarga"ucap Lutfi.
"Next udah gak usah di bahas,udah sore mending kita pada balik"Ucap Dzifa yang udah gak mau membahas tentang pernikahan.
Entah kenapa ia tidak mau menyinggung soal pernikahan,andai orang tuanya membolehkan dulu dia kenal dengan Lutfi sebelum menikahkannya mungkin ia bisa tersenyum bahagia saat pernikahan itu,itu yang ada di benak Dzifa.
Mereka pun beberes untuk pulang,membuang sampah,membereskan cemilan yang tersisa dan mengembalikan serta membayar tikar yang mereka sewa.
Mereka bergegas menuju tempat terparkirnya motor dan mobil yang mereka pakai tadi.
"Alexa..."Ucap Arya
yang membuat Bima,Sandi,Ais dan Ifat mengarahkan pandangannya ke arah dimana Arya menatap Alexa dan Arda
"ARDA........