
Dzifa dan Lutfi tengah berada di mall,ia meninggalkan pekerjaannya pada Arya.mereka ingin istirahat bekerja karena setelah mereka memindahkan ruangan gudang ke tempat yang lebih besar mereka terus saja bekerja menimbun stok untuk nanti menjelang ramadhan.
Mereka bukan tak percaya pada karyawan yang sudah lama disana untuk memercayakan barang-barang itu,namun dari dulu Lutfi sendiri yang selalu ingin mengecek nya sendiri dia ingin memberi kepuasan pada pelanggan pelanggannya.meski barang-barang yang harus ia cek beribu-ribu namun ia selalu menyempatkan diri untuk mengeceknya secara menyeluruh.
Karena menurut nya kepuasan pelanggan adalah modal suatu ke suksesan.
"Dzifa mau kemana dulu?"tanya Lutfi
"Mau main game aja lah gak usah nonton kaya nya gak ada film action yang seru"ucap Dzifa
"kan ada film romantis"
"Tak ada menarik-menariknya!"Jawab Dzifa sambil melenggang masuk ke area tempat bermain
Mereka bermain apapun yang menurut Dzifa seru,tak jarang mereka tertawa bersama dan saling mengejek.
"Dzifa udahan yuk?capek gw!"ucap Lutfi karena mereka sudah menghabiskan 2 jam lebih bermain.
"Bentaran lah!"rengek Dzifa
"Udah yuk,bentar lagi adzan magrib"Ucap Lutfi
"Satu permainan lagi oke!"
Dengan terpaksa Lutfi pun mengiyakan apa yang di inginkan Dzifa,dia sebenarnya sudah sangat lelah karena tadi di sekolah iya habis bermain futsal bersama teman-temannya dan sekarang harus mengantar Dzifa bermain dan berbelanja.
"Fi udah ini kita ke tempat sepatu ya,gw pengen beli sepatu Sneakers katanya di toko itu ada sepatu limited edition."Ucap Dzifa
"Ya udah yuk,masih lama gak sih ngambil permennya?"tanya Lutfi
Dzifa hanya cengengesan saat di beri pertanyaan itu,dan ia pun langsung beranjak dari tempat itu untuk melaksanakan ibadah shalat magrib.
Setelah shalat mereka melanjutkan berbelanja nya.mereka belanja apapun yang Dzifa mau,Lutfi tidak melarang apapun yang di beli Dzifa di mulai dari tas ransel dan tas kecil,sepatu sneaker warna hitam,putih dan abu berbeda model,dan juga beberapa hijab instan.
"Udah!"tanya Lutfi saat menyadari kalo belanjaan yang di beli Dzifa sudah sangat banyak.
"Kan belu beli intinya!"
"Apa?"
"Ya udah kita beli game dulu selepas itu kita ke parkiran dulu simpan ini belanjaan"ucap Lutfi
"Oke sip"mereka pun berjalan ke arah tempat penjual cd game dan lagi-lagi Dzifa memborong apa yang menurutnya bagus.setelah itu mereka melanjutkan pergi ke parkiran sebelum melanjutkan membeli bahan makanan dan max up.
"Dzifa,lo gak sakit kan!"
"Enggak gw baik-baik aja.Emang kenapa?"
"Elo kaya orang kesetanan"
"Heh kalo ngomong di jaga"Ucap Dzifa dengan sedikit meninggikan suaranya
"jangan ngegas donk"Ucap Lutfi lirih
"Maksud lo apa tadi!"
"Dzifa,gw gak akan ngelarang lo shoping tapi setidaknya jangan kaya orang ke setanan,maksud kesetanan adalah belanja sebanyak ini dalam sekaligus itu gak baik,kaya yang gak ada hati besok."
"kenapa lo gak ngomong dari tadi!" ucap Dzifa.Lutfi pun menutup bagasi dan mengajak Dzifa masuk ke dalam mobil.
"Dzifa,gw gak bisa menegurmu di hadapan umum karena itu hal tercela."
"Maaf"Ucap Dzifa
"Dzifa,aku gak akan melarang mu berbelanja apapun selagi itu barang yang kamu butuhkan dan akan kamu gunakan dengan baik,namun kamu harus belajar untuk memilah dan memilih apa yang lebih penting yang harus kamu beli.kamu harus belajar untuk mempertimbangkan mana yang lebih kamu butuhkan atau engga,aku bekerja untuk membahagiakan mu,untuk mencukupi kebutuhanmu namun bukan berarti kamu bisa bebas menggunakan uang itu secara berlebihan dan tak berpikir untuk hari esok.percaya sama aku aku gak melarang namun sedikit menasehati supaya kamu bisa berpikir untuk masa depan.kalo kita gak memulai dari sekarang kapan lagi!"ucap Lutfi
Dzifa menitihkan air mata,mungkin ini yang di maksud Ibunya kalo ia harus bisa dewasa dan bijak dalam mengatur ke uangan.
"Kamu nangis!"ucap lutfi sambil mengelus pipi Dzifa.
"Gak usah nagis,maafin aku ya fa,belum bisa jadi yang terbaik dan yang kamu mau.Aku hanya ingin kamu bijak dalam mengelola keuangan,aku tak melarang mu berbelanja,dan kamu tau kan selama ini aku tak pernah melarang mu berbelanja.namun kamu lebih banyak menolak kamu hanya sering membeli pakaian casual di tko.Dzifa kita harus perjuangin masa depan dari sekarang maka kamu harus bijak."ucap Lutfi sambil megeratkan pelukannya pada Dzifa
"Udah yuk kita belanja kosmetik biar kamu nambah cantik"Ucap Lutfi sambil mencawil hidung Dzifa.
Dzifa dan lutfi pun beranjak pergi untuk membeli kosmetik dan bahan makanan untuk masak hingga minggu depan.....