
Restoran Sunda
📱Dzifa: Bu ibu di mana aku udah di depan resto nih
📱Laras:Masuk aja.
tak berapa lama merekapun bertemu
"nak kenalin ini om Rudi dan tante Santi"ucap sang ibu"Rud San ini putri ke 2 ku Putri Nadifa"
"halo om tante"sapa Dzifa sambil mengulurkan tangan nya.
"Cantik ya sama kaya namanya"ucap Santi
"ia calon mantu kita cantik banget Mi"ucap Rudi
"HAH CALON MANTU"ucap nya syok dan bergantian melihat pada orang tua yang ada di sana.belum sempat menjawab datang lah Lutfi
" Assalamualaikum"ucap Lutfi
"Waalaikum salam"ucap semuanya
"Maaf Umi Abi saya terlambat,tadi ada urusan di sekolah"ucapnya
"ia tak apa-apa nak"jawab Santi"nak kenalin ini tante Laras dan om Budi dan ini anaknya Dzifa yang akan di jodohkan sama kamu"
"HAH APA TAN,AKU MAU DI JODOHIN SAMA NI ORANG"Jawab nya dengan nada tinggi" no no no no no gak mungkin kan Bu Yah"
"ia sayang benar"jawab Laras"kan ibu udah bilang klo kamu mu di jodohkan sama anak temen ibu,nah ini orang nya!kamu mau kan?ini permintaan kakek lo?"pinta sang ibu
Dzifa dan Lutfi pun terdiam bergelut dengan pikiran nya masing masing
"Ya Alloh jika ini yang terbaik maka mudah kanlah,Hamba ikhlas meskipun ini menang sangat berat"batin Lutfi
"ko bisa gini sih,ya kali gw harus nikah sama si ketos dan si ketua kelas bawel dan ngeselin ini"batin Dzifa
"nak dengerin ayah yah kalian akan menikah 2minggu lagi,urusan sekolah biar ayah yang urus,nanti kalian akan tinggal di unit apartemen yang ayah sudah siapkan jauh2 hari"ucap ayah yang tak mau di bantah
"ia nak,dan Ibu berharap kalian harus saling mencocokan diri"pepatah sang ibu
"Cinta bisa datang dengan berjalannya waktu,maka dari itu nikmatilah karna Ayah dan Ibu begitupun Umi dan Abi melakukan ini karna kami sayang terhadap kalian"jawab Umi dengan senyuman
"tapi kami masih sekolah"jawab Dzifa
"soal sekolah mu kan Ayah yang akan ngurus nak,asal kamu gak boleh duku hamil!dengerin ibu ini semua demi kebaikan mu Ibu gak mau kamu berzina (bukan melauakan ena ene ya tapi melaikan pacaran,tau sendiri pacaran jaman sekarang kaya gimana,udah mirip kaya Pasutri)makanya ibu menikahkanmu,supaya ada yang melindungi dan menjaga mu.dan kalian bisa mengenal satu sama lain atau pacaran setelah menikah"ucap sang ibu sambil mengelus punggung anak nya
"tapi Mi,saya sama sekali tak suka dengan nya"jawab Lutfi dengan lirih
"siapa juga yang bakal suka sama lu,tukang perintah"jawab Dzifa sinis
"hus ahh gak boleh gitu"jawab sang ibu sambil mencubit lengan Dzifa
"apa sih bu ih"jawab nya kesal"aku bisa jaga diri sendiri ko gak perlu di jagain"
"nak awal akhir pun kalian akan tetap di nikahkan,kami tak menerima penolakan,soal masalah Resepsi insyaallah kami akan buat setelah kalian lulus nanti"jawab Abi Lutfi
Lutfi hanya diam tak ikut komen dengan setiap apa yang di ucap orang tua itu.
"aku tak bisa membantah mereka,bagai mana pun apa yang di perintah oleh orang tua itu semata2 demi kebaikan,tak ada orang tua yang akan menjerumuskan anaknya pada jurang kemaksiatan,mudah2an jalan yang di pinta Umi dan Abi adalah jalan yang terbaik dan aku bisa melewati nya dengan baik pula tak mengecewakan semuanya,dan aku berharap ini adalah pernikahan pertama dan terakhirku meski pun berat menikah dengan anak yang keras kepala dan pecicilan ini,,,lahaula wala kuwwata ila billah"batin Lutfi
tak lama pesanan pun datang dan mereka makan bersama setelah selesai makan Ayah Ibu pamit begitu pun dengan Umi dan Abi mereka pun pamit dan meninggalkan mereka berdua
"kenapa lo gak nolak"tanya Dzifa
"lo sendiri"jawab santai sambil memakan eskrim
"yah lo tau sendiri kan tadi Ayah gw sama Abi lo bilang gak menerima penolakan"jawab nya kesal
" nah lo tau,ngapain nanya?"ucap Lutfi santai.
"lalu gimana?"
"apanya?"
"yah kita"
"ikuti aja alurnya sesuai dengan apa yang di ucapkan orang tua kita"
"emang nya gampang apa?"
"menurut lo memang nya ini gampang buat gw"
" terus"
"ya udah gak usah di bahas"
setelah itu mereka pun pergi pulang dari restoran itu.