
Dzifa sangat bahagia karena ia melihat anak pertamanya sangat khusyu mengajarkan adiknya belajar mengaji.
"Afifah kamu gak lemas?"tanya Dzifa pada putrinya yang tengah berpuasa,Afifah pun menggeleng kan kepalanya.
"Tidak bunda"
Memiliki anak Soleh dan Solehah adalah ke ingin setiap orang tua.
Dia tak menyangka didikannya dengan Lutfi membuahkan hasil kini Afifah telah melaksanakan puasa pul hingga magrib datang sedangkan adiknya baru bisa melakukannya hingga jam 2 kadang jam 3 sore dan dia pasti bilang "Adek lemes,Mimi boleh?"selalu dan selalu seperti itu sama seperti Afifah dulu.
Memiliki anak-anak yang Soleh adalah cita-cita para orang tua sama hal nya dengan mereka,mereka mengajarkan anaknya mandiri sejak dini apalagi saat ini Dzifa tengah hamil tua yang mengharuskannya tidak terlalu kelelahan,untunglah Lutfi selalu membantu menjaga dan mengaping anaknya.
Dzifa dan Lutfi bahu membahu mengajarkan anaknya di mulai dari shalat bersama,makan bersama,dan mengajarkan mereka bersyukur,mengucapkan kata tolong ketika kesusahan dan berterima kasih atas bantuan atau pemberian.dan berkata jujur,meskipun anaknya salah Dzifa dan Lutfi selalu menasehati dengan baik.memberi peringatan dan hukuman sewajarnya,mendidik nya supaya jujur dan berakhlak baik.
Mengenalkan anak pada agama sejak dini adalah hal mutlak yang harus orang tua lakukan sebab itu akan menjadi pondasi bagi anak-anak mereka.Ilmu agama dan Ilmu sosial adalah warisan paling bermanfaat bagi anak-anaknya,bukan sebongkah emas atau tanah karena emas,uang dan tanah akan habis bila tidak di kelola dan di manfaatkan sebagai mana mestinya.
Anak yang tumbuh dengan agama yang kuat dan ilmu pengetahuan yang mumpuni akan membuat anak itu bisa berdiri sendiri dengan caranya sendiri itulah yang di pikirkan oleh Lutfi dan Dzifa.Semua orang tua sama ingin anaknya sukses dunia maupun akhirat begitupun mereka.
Dzifa dan Lutfi tak pernah lelah untuk terus mengajarkan anaknya dalam hal kebaikan,jujur itu sangatlah sulit seperti saat mengajarkan mereka shalat berjamaah.
Untuk membuat anak tenang berdiri di sejadah nya saja itu sangatlah sulit apalagi mengikuti nya shalat.namun itu terus saja Lutfi dan Dzifa lakukan meski kadang berakhir tangan anaknya bergelayut di leher sang ayah atau sang ibu dan berakhir shalat sambil mengendong sang buah hati atau kadang pula anak duduk di tempat sujud.itu sangatlah merepotkan namun itulah konsekwensinya.
Repot pasti,Lelah apalagi namun kewajiban orang tua adalah mendidik dan memberi ilmu agama dan pengetahuan agar menciptakan generasi yang lebih baik.sabar yang insyaallah akan membuahkan hasil.
Lelah tak akan jadi hambatan untuk mendapatkan surga karena tujuan hidup di dunia adalah mendapatkan Ridho dari Alloh karena Ridho-Nya lah yang akan menuntun ke surganya Alloh.
"Teteh,mau makan apa untuk buka puasa?"tanya Dzifa
"Apa saja Bunda yang penting buatan Bunda"ucap Afifah.
"Adek mau es campur"Ucap Alfi sambil melayangkan senyum semanis mungkin.
"Iya Nanti bunda Buatkan!"Ucap Dzifa, Dzifa pun meninggalkan anak-anak nya yang sedang belajar mengaji di kamar Alfi.
🌻🌻🌻🌻🌻
"Assalamualaikum Bunda"ucap Lutfi
"Waalaikum salam Ayah"Ucap Dzifa sambil mematikan kompornya dan menghampiri suaminya lalu mencium tangannya.tak lupa Lutfi pun mencium kening Dzifa.dan itulah hal yang setiap hari mereka lakukan.
"Gimana kerjaannya?"tanya Dzifa yang sudah berjalan menjauh dari Lutfi untuk menyelesaikan masaknya.
"Alhamdulillah,Ibu dan ayah juga Umi dan Abi akan kesini,katanya ingin menginap.bolehkan?"tanya Lutfi sambil memotong sayuran yang akan di pasak oleh Dzifa.
"Kenapa harus bertanya dulu,ya boleh lah!"
"Ya sudah kalau gitu aku kabari dulu di grup"
"Katakan,kalau mau kesini tak perlu minta ijin.aku seneng Ibu, Ayah,Umi dan Abi jadi rumahnya rame."ucap Dzifa.
"Iya sayang."ucap Lutfi sambil mengetik pesan di handphone nya"Kata Ibu mau di bawain apa?"
"Aku mau cireng isi yang pedes"ucap Dzifa.
"Kalau anak-anak"
"Apa aja lah sayang,lagi pula kita gak punya anak yang pemilih makanan kan?"Jawabnya.Lutfi hanya tersenyum memang benar ia memiliki anak yang tak memilih makanan tak seperti ayah dan ibunya.
"Kenapa?"Tanya Lutfi sambil berjalan mendekati Dzifa
"Kontraksi"ucapnya sambil meringis
"Sudah waktunya?"
"Harusnya dua hari lagi!"
"Kita ke rumah sakit sekarang"
"Tenanglah,lebih baik kamu bantu aku goreng ayam sama tahu nya udah gitu nanti oseng sayurnya aku yang potong."
"Beneran gak papa?"tanya Lutfi khawatir
"Enggak, nggak papa"
"Jangan bohong, udah berapa kali kontraksi."
"Baru dua kali barusan dan tadi saat membaca Alquran selepas Dzuhur."
"Oh ya sudah,duduk ya"
"iya"jawab Dzifa. Lutfi pun membantu Dzifa duduk di kursi meja makan.
Tak beberapa lama datanglah Umi dan Abi Lutfi disusul dengan Ayah dan Ibu nya Dzifa.Ibu dan Umi membantu Lutfi menyiapkan makan untuk berbuka sedangkan Ayah dan Abi mereka bermain bersama Afifah dan Alfi.
"Bunda,aku di belikan baju"Ucap Alfi
"Udah bilang terimakasih belum?"tanya Dzifa
"Udah bunda,Teteh pun sama dapat baju dari kakek sama Abah."
"Alhamdulillah"
"Yang rajin ya shalat sama puasanya"Ucap Lutfi pada ke dua anaknya
"Iya Ayah.
Mereka pun bercerita,bersenda gurau bersama hingga adzan maghrib.setelah makan takjil mereka melaksanakan shalat magrib berjamaah.lalu dilanjut dengan makan bersama
"Sebentar lagi akan nambah ya Fa"
"Iya Bu"Ucap Dzifa.
"Bidadari atau pangeran?"tanya Umi
"Aku gak tau Mi,aku dan Lutfi hingga sekarang belum melakukan USG"
"Kenapa?"
"Enggak kenapa-napa,Bu,Umi sudah malam aku istirahat dulu ya!"ucap Dzifa dan di angguki oleh ke duanya.saat melihat Dzifa beranjak Lutfi pun pamit dan menitipkan ke dua anaknya pada orangtuanya dan mertuanya.
🌻🌻🌻🌻
Happy reading jangan like ya