Dzifa

Dzifa
Ulang tahun pernikahan



Rumah yang biasa nya sepi sekarang tengah Ramai.


Dzifa sangat Bahagia karena semua anaknya bisa berkumpul.


Setelah Afifah Kaifiya Putri, Putri tertuanya masuk pesantren semua adiknya mengikuti jejak nya, namun Pesantren yang di pilihnya berbeda-beda hingga membuat Dzifa kesal sendiri.Meskipun seperti itu Dzifa dan Lutfi sangat bahagia dan mendukung karena anak-anak nya saat antusias menuntut ilmu Agama.


Alfi,Muhammad Alfi Assidik anak kedua nya memilih untuk melanjutkan di salah satu pesantren yang ada di Bogor.Sedangkan Muhammad Alran Alfatih (Alran) ia memilih untuk berpesantren di pesantren yang sama dengan Afifah Ia memutuskan berpisah dengan kembarannya Muhammad Aldan Alfalah (Aldan) yang lebih memilih masuk pesantren di salah satu pesantren yang ada di Tasikmalaya bersama dengan Adik perempuannya Aira Siti Khadijah sedangkan Putra Bungsunya memilih Pesantren yang ada di Garut.


"Fathar Asla' Muazzam" Teriak Aira


"Athar" Teriak Alran bersamaan dengan Aira


Kedua nya turun dari lantai dua dengan tergesa-gesa."Bun Mana Athar?"tanya Alran


"Bun, Athar mana?" tanya Aira lagi.


"Ada apa ko pada Nyari Athar?" tanya Dzifa


"Athar udah berantakin rak Buku aku" Adu Aira.


"Kirain yang kakak aja" Timpal Alran


"Ada apa sih ini?" tanya Alfi yang baru saja Datang bersama dengan Lutfi.mereka habis jan jalan sore.


"Athar berantakin rak Buku Aku dan Kak alran A' "Adu nya


"Tingal beresin lagi, bisa kan?" Jawab Alfi enteng.membuat keduanya mengendus.Sedangkan Dzifa da Lutfi hanya diam.


Ruang Keluarga


"Ada apa?" tanya Athar saat ia di liri tajam oleh ke dua kakaknya


"Adek yang berantakin rak bukunya kakak Alran dan kak Aira kan?tanya Dzifa lembut


Yang di tanya hanya nyengir tanpa dosa.


" Kenap sih harus di berantakin?"tanya Aira


"Soalnya kakak Ai, dan kak Al gak mau ngasih langsung, malah nyuruh nyari"


"Lain kali jangan di berantakin, Sekarang beresin ya.Laki-laki kan?kalau laki-laki harus bertanggung jawab" Ucap Afifah sambil menepuk pundak Athar.


"Bukan hanya laki-laki namun Perempuan pun harus bertanggung jawab atas apa yabg ia lakukan." Ucap Dzifa


"Tanggung jawab itu tak di peruntukan hanya untuk laki-laki saja namun perempuan juga.hanya saja laki-laki memiliki pundak yang lebih kokoh, lebih kuat jadi tanggung jawab laki-laki itu sangat besar dalam kehidupan dan keluarga" Sambung Lutfi.


"Ayah dan Bunda berharap kalian harus saling menjaga, saling memaafkan dan saling menolong.pertanggung jawabkan apa yang harus di pertanggung jawabkan dengan sebaik-baiknya"


"Baik Ayah Bunda" Jawab mereka bersamaan.


"Kakak maafin Athar" Ucap Athar.Alran dan Ai pun mengangguk seraya tersenyum


"Ya udah sana beresin" Ucap Alfi.


"Gak udah kamar kakak udah bersih" Jawab Alran.


"Kamar kakak Juga"Sambung Ai.


" Yaudah duduk, jangan keluyuran mulu"Ucap Lutfi.


"Aku gak keluyuran Ayah" Kilahnya"Aku tadi ke tempatnya Om Bima, latihan Silat sama Sigit"Ucapnya. Bima memilili satu Putra dan 2 putri dari pernihakannya Bersama Nura.


"Oh kirain main kerumah Kak Ardian"Ucap Alfi.


" Gak lah"


"Eh Teh, Mau lanjut kuliah dimana?" tanya Lutfi


"Menurut Aa' lebih baik di jakarta aja Teh"


Afifah tersenyum


"Kenapa malah tersenyum?" tanya Alfi.


"Teteh udah bilang mau kuliah disini, Sambil belajar ngurus Bisnis Apartemen nya alm Kakek kamu yang sekarang di Urus sama Bunda" Jawab Dzifa."Bunda mau pokus sama Ayah"Lanjutnya.


"Jangan bikin adik lagi" Ucap Alfi, Alran, dan Aldan bersamaan.


"Emangnya kenapa?" tanya Athar"Athar mau punya Adek"


"Bunda udah 40 tahun, Bahaya" Jawab Alran.


"Emang gitu ya Bun?" Tanya Ai


"Iya dek, Gak usah di perjelas deh" Ucap Aldan


"Bunda mau pokus ngurusin toko sambil ngurus ayah.di usia kami yang segini kami mau menghabiskan waktu beribadah bersama." Jawab Dzifa.


"Iya, Agar kami bisa ke Jannah bersama" Lanjut Lutfi lalu mencium pelipis Dzifa


"Amin"


"Bun, Yah" Ucap Afifah dengan mata yang berkaca-kaca."Makasih segalanya"


"Sama-sama" Jawab Dzifa.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


"Teh, Bukannya Hari ini sahabat Bunda dan Ayah akan pada datang ya?" tanya Alfi.


"Iya, kan hari ini Ulang tahun pernikahan nya Bunda sama Ayah." Jawab Afifah.


"kok aku lupa ya"


"kenapa atuh bisa lupa?" tanya Ai.


"Ya kan....


"Udah ah gak usah di perpanjang.sekarang mending kita Susulin Bunda sama Ayah, kaya nya mereka belum bangun" Ajak Afifah pada Adik-adiknya.Tak lupa mereka Ai membawa kue serta Lilin yang berbuntuk hurup 22


tok tok tok


"Sebentar" Ucap Lutfi dari dalam


Ceklek


"Kalian sudah pada Bangun?" tanya Lutfi


"Iya Ayah, Ayah baru Bangun?" tanya Aldan


"Iya"


"Bunda juga?" Lutfi mengangguk.


"Ya udah, kita tunggu di Mushola ya Ayah" Ucap Alfi dan Alran bersamaan, kedua orang itu tengah menutupi Ai yang sedang memegang kue.


"Ya udah, Kalian duluan.kita shalat berjamaah" Ucap Lutfi.


Mereka pun berlalu,


Shalat Subuh kali ini sungguh sangat khidmat, Alunan Ayat suci Al-Qur'an yang di lantunkan Lutfi membuat anak dan istrinya menangis haru.Qur'an Surat Ar-Rahman dan Al-Mulk adalah pilihannya.


Setelah Shalat dan berdzikir Lutfi membalikan tubuhnya lalu Dzifa mendekat, Mencium punggung tangan Lutfi lalu di ikuti anak-anaknya.


"Ayah kenapa pilih Ar-rahman pada Rakaat pertamana?" tanya Athar


"kamu tau kan arti Fabiayyi aalaa-i robbikumaa tukadzdziban?" tanya Lutfi


"Maka nikmat tuhan manakah yang kamu dustakan?"Lutfi mengangguk


"Nah, ayah bacakan Surat itu tanda kita mensyukuri segala nikmat, Bukankah Alloh telah memberi segalanya untuk kita, Apa yang kita butuhkan Alloh telah sediakan"


"Lalu tentang apa yang kita inginkan?"


" Alloh memberi apa yang kita butuhkan sedangkan bila ada yang kita inginkan Alloh berikan berarti itu adalah Bonus, Dalam Surat yang Ayah pilih Ada harapan di dalam nya Semoga kalian Semua mensyukuri Nikmat, kecil atau pun besar"


"Pergunakan umur kalian dengan Sebaik-baiknya, Jadilah Anak shaleh dan Shalehah.berbakti pada kedua orang tua, Berguna untuk sesama dan juga pererat tali silaturahmi." Lanjut Dzifa.


"Jangan lupakan Shalat, sempatkan mengaji meski hanya Satu Atau dua ayat.karena kalianlah yang akan membantu Ayah dan Bunda kelak" Sambung Lutfi


"Iya Ayah"


"Semoga Ayah dan Bunda panjang Umur" Ucap Alfi


Ai pun mendekat membawa kue di tangannya"Selamat Ulang tahun Ayah Bunda"Ucap nya penuh Haru.


"Jangan lupa do'a dulu" lanjutnya


Dzifa dan Lutfi pun saling tatap dengan mata yang telah berkaca-kaca, mereka menutup mata bersama-sama


"Semoga Alloh selalu memberi kebahagiaan, memberi kedamaian, memberi ketenangan dan keharmonisan dalam setiap langkah kami dan keluarga" Ucap lutfi dalam hati


"Semoga Alloh senantiasa menjadikan Rumah tangga ini menjadi Rumah tangga Surgawi dan Semoga Anak-anak selalu ada dalam lindungannya, menjadi anak shaleh dan shalehah menyalamatkan kami berdua dari panasnya api neraka." Ucap Dzifa dalam hati.


Mereka pun membuka matanya bersama lalu menoleh pada kue yang ada di hadapannya lalu meniupnya bersama-sama.


"Terimakasih" Ucap Dzifa dan Lutfi Lirih


Air mata sedah membasahi pipi mereka begitupun anak-anaknya.


Indah, Sungguh indah.


Fabiayyi aalaa-i Robbikumaa tukadzdziban?


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Subhanalloh pasti semua readers ingin memiliki keluarga kaya gitu ya?


Sama Author juga mau.


Mudah-mudahan semua pembaca memiliki nasib baik, memiliki anak-anak yang shaleh dan juga Pasangan yang sehidup semati.


AMINNNNNN


dalam rumah tangga itu gak semua alurnya sama, namun tujuannya sama ke Jannah.


maka jangan lupa Bersyukur๐Ÿ™


jangan lupa juga like, komen dan Vote.


kaya nya bakalan segera end namun tenang bakal ada cerita lanjutan nya dengan judul yang baru pula.


Do'ain aja mudah-mudahan authornya selalu sehat dan bisa up tiap hari๐Ÿ˜