
Ais memahami apa yang berkecambuk dalam hati dan pikiran khairul.namun apalah daya ia tak mungkin ikut campur dalam pernikahan Arda.
"Ar"
"Apa Is?"jawab Arda
"Gak apa,cuma mau ngobrol aja"ucap Ais.
"Mau nanya soal rumah tangga gw"tebak Arda
"PD gila lu,ngapain gw ikut campur soal masalah lu,itu bukan urusan gw!"
"Terus?"
"Gw mau nanya soal lu yang katanya kagak mau ke Kairo lagi?ngapa lu?"
Arda mendudukan dirinya di teras rumah membelakangi Ais"Gw ngelakuin kesalahan lagi"
"WHAT"teriak Ais dan langsung ia bekap mulutnya takut membangunkan seisi rumah"kesalahan yang sama?"tanyanya
Arda mengangguk lemah"Gw khilaf"
"Nasi"jawab Ais sambil memutar bola matanya jengah"Apa yang lo lakuin?"
"ituuu ituuu gw...
"lebih dari Dzifa?"tanya Ais
"Gw berzinah"jawab Arda sambil menundukkan kepalanya,sesal itu yang ia rasakan saat ini
"Stupid"
"Yah,gw bodoh,sangat bodoh puas lo!"Jawab Arda dengan sedikit meninggikan suaranya
"Tobat lah,Alloh maha pengampun!"
"Gw tau!"jawab Arda
"Besok ikut kita ke Jakarta ke tempatnya Dzifa dan Lutfi,kita nge charger hati"
"Maksud Lo?"
"Biar Lo tobat?dan gak hidup sesuka hati Lo!"jawab Ais dan berlalu pergi meninggalkan Arda yang tengah mencerna kalimat terakhir yang di ucapkan Ais.
Jujur untuk kesekian kalinya Ais kecewa pada mantan pacar sahabatnya itu,sungguh ia menyayangkan Humairah menjadi jodoh Arda laki-laki yang brengsek pikirnya
❤️❤️❤️
"Dari mana?"tanya Khairul pada Ais
"Dari luar!"jawabnya sambil mendudukan diri pada tepian kasur
"Kamu...
"Besok kita ke Jakarta ya,susulin Dzifa dan Lutfi sama Arda dan Humairah,,,sekalian nge charger hati"
Khairul terdiam,kenapa tiba-tiba pikirnya.
"Kenapa hati harus di charger?"
"biar Adem"jawabnya ketus
"Kamu kenapa?"tanya Khairul menatap istrinya yang berlaku aneh
Ais memeluk Khairul tiba-tiba lalu menangis sejadi-jadinya didekapan suaminya,hati nya sebagai wanita hancur, penghianatan yang di lakukan oleh Arda pada Humairah itu sangat menyakitkan,ia membayangkan bagaimana perasaan Humairah saat ia tau Arda berselingkuh di belakangnya.pasti hancur melebihi apa yang saat ini ia rasakan.
"Kenapa Hemm"
"Aku..hiks... tiba-tiba rindu Dzifa"
"Bohong"
"Sudah kalau Aa' gak percaya,Sana keluar tidur di luar!"ucap Ais selepas melepaskan pelukannya
"Eh ko gitu"jawab Khairul heran
"Tidur sana di kamar Aji"usir Ais
Khairul pun dengan langkah gontai ia pergi meninggalkan Ais di kamarnya bersama Naumi yang telah lebih dulu tidur di tempat tidur nya dan Ais.
❤️❤️❤️
"Pagi teh?"sapa Humairah yang tengah menghidangkan sarapan di meja makan.
"pagi"Jawab Ais dengan senyum yang di buat-buat.
Sungguh ia masih teringat dengan apa yang kemarin ia dengar dari mulut Arda Sakit sangat sakit.
"Gak papa,maaf teteh gak bantuin"
"Iya gak papa"
❤️❤️❤️
Siang itu mereka telah sampai di rumahnya Dzifa, Dzifa di buat kaget karena baru saja kemarin ia pulang dari tempat Ais.
"Kenapa gak ngabarin?"tanya Lutfi pada Khairul
"itu istri katanya mau charger hati,Curhat kali ya!"
"Oh bukan curhat A' tapi pengajian rutinan setiap malam Minggu."
"Oh,pengajian kaya gimana?"
"Sholawatan,tahlilan, Dzikir ya gitu lah A',dulu sebelum Ais nikah ia sering ikut aku sama Dzifa, Luna dan Arya pengajian"
"Oh gitu ya"
"Iya...
"Jam berapa"tanya Arda
"Ba'da Isya"
"Dimana?"
"Di Aula Deket SMA dulu"jawab Lutfi"Ayo silahkan duduk"Ucap Lutfi
"Jauh juga ya"jawab Arda sambil mendudukan diri di sofa ruang tamu
"Iya"
"Ini minum nya den"ucap Bi Sumi sambil meletakan minuman dan cemilan di atas meja
"Iya makasih"Ucap Khairul"Kamu punya pembantu Fi"
"Iya A' kasian Dzifa harus beres-beres rumah dan juga jagain anak-anak yang lagi aktif-aktifnya."
"Baby sitter juga?"tanya Arda dan di angguki Lutfi.
"Dzifa kan membantu mengecek keuangan toko,dan lagi dia juga ngedesign baju muslimah juga casual untuk produk kita jadi aku kasihan kalau semua harus di urus olehnya sendiri."
"Kan itu tanggung jawabmu yang kerja dan menafkahi istri,ko malah dzifa d ikut campurkan dengan pekerjaanmu?tanya Arda, Lutfi tersentak oleh ucapan Arda.memang benar Lutfi yang berkewajiban mengurus segalanya namun Dzifa selalu ingin membantu itu yang membuat Lutfi sekarang sering menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga karena Dzifa yang meringankan tugasnya.
"Kenapa kamu ngomong kaya gitu?"tanya Dzifa yang baru masuk keruang tamu bersama Ais dan Humairah.
"Ya enak di Lutfi donk"
"Maksudnya,,,
"Enteng banget tuh mulut"potong Dzifa hingga Ais yang ingin bertanya Diam"Ini rumah tangga ku bukan urusan mu"Ucap Dzifa ketus
"Udah kenapa malah ribut"Ucap Khairul
"Siapa yang ribut?"tanya Dzifa dan Arda bersamaan.
"Kalian"jawab Khairul dengan wajah polosnya.
"Maaf ya kak,aku dan Dia gak ribut, cuma aku gak enak aja bila ada yang berkomentar tentang rumah tangga ku yang Alhamdulillah baik-baik saja.Dan lagi mengapa aku membantu Lutfi mengurus pekerjaan nya? karena aku ingin Lutfi lebih banyak menghabiskan waktunya dengan kita Anak dan Istrinya.gak salah bila seorang wanita membantu meringankan pekerjaan suaminya asal suaminya tidak memperbudaknya,dan suami paham atas segala kebutuhan di rumah tangganya,aku dan anak-anak Alhamdulillah kami gak kekurangan nafkah lahir maupun batin karena kami sama-sama membangun."jelas Dzifa dengan penuh penekanan
"Membangun?"tanya Ais bingung"Bangun rumah?apa apa?"
"Membangun dalam Artian sama-sama menciptakan rumah tangga yang penuh dengan kasih sayang,toleransi dan utamanya saling membantu dalam mendidik anak"jawab Lutfi
"Kerja adalah kewajiban seorang suami untuk mencari rejeki agar bisa menafkahi istri dan anaknya dengan layak,namun tidak meninggalkan tugas sebagai seorang suami dan Ayah itulah yang sedang aku dan Dzifa buat..Aku pagi-pagi mengurus anak-anak supaya disiplin, sedangkan Dzifa memasak untuk sarapan...setelah sarapan aku pergi kerja dan sebelum Ashar aku usahakan pulang untuk shalat berjamaah dan makan bersama,menghabiskan waktu dengan anak-anak mengajari mereka mengaji,membaca dan berkreasi.aku dan Dzifa bahu membahu bersama,kerja bersama, semata-mata ingin anak-anak kita tidak kehilangan sosok ayah atau ibu karena suatu kesibukan.kami membagi waktu antara kerja, istirahat dan bermanja-manja bersama anak-anak...aku usahakan bukan hanya waktu libur saja untuk menemani mereka.namun hari kerja pun aku dan Dzifa usahakan untuk bisa berkumpul,kadang kalau pekerjaan sedang genting Dzifa selalu berinisiatif mengunjungi ku bersama anak-anak ke toko,bermain di sana hingga tidur disana,mereka adalah obat lelah bagi seorang ayah sekaligus Suami itu yang aku rasakan."
"Aku tak pernah merasa keberatan atas apa yang aku perbuat untuk membantu suamiku,karena ia mencukupi kebutuhan dan meringankan pekerjaanku.dia menyewa pengasuh dan pembantu paruh waktu untuk membantu ku mengantar jemput anak sekolah dan membereskan rumah.jadi setiap pagi aku bisa membantunya memeriksa pekerjaan yang ia bawa kerumah sedangkan ia bekerja di lapangan.kita punya porsian masing-masing agar kita bisa berdiri kokoh hingga saat ini"jelas Dzifa
"Dibalik laki-laki yang sukses ada wanita yang tangguh,kenapa aku bilang tangguh Dzifa adalah Raja di balik Raja.Aku yang bertahta namun dia yang berkuasa.dia pendamping hidup yang insyaallah sempurna."puji Lutfi hingga membuat Dzifa terharu dan meneteskan Air mata
"Kita sama berjuang dari nol hingga sampai sekarang,aku tau gak mudah membangun usaha di usia muda.dan memikul tanggungjawab besar seperti yang kamu pikul Fi,dan terimakasih sudah banyak membuat ku bahagia"
"Sama aku juga berterimakasih karena berkat mu aku bisa seperti saat ini"
"Baper"Ucap Ais sambil memeluk Khairul
"Iya teh banget"
"Kalau baper ya peluk donk Ardanya"goda Khairul
Humairah hanya tersenyum menanggapi apa yang di ucapkan kakak iparnya itu.sedang Arda memegang tangan Humairah saja...