Dzifa

Dzifa
Ungkapan



Setelah kepergian Arya dari rumah Luna, suasana rumah menjadi lebih hening.Bunda Lina sangat terkejut dengan apa yang di lakukan Ayah Luna terhadap Arya namun apalah daya mungkin itu telah di pikirkan masak-masak oleh Ayah nya Luna.


☺☺☺


"Dzifa,Lutfi."Ucap Arya saat melihat Lutfi dan Dzifa yang telah selesai makan.


Setelah dari rumah Luna.Arya memutuskan untuk pergi ke tempat nya Dzifa.ia ingin sekali menjelaskan tentang keinginannya untuk bekerja.


"Dari mana aja!"tanya Dzifa pada Arya.


"Habis di sidang gw!"jawabnya.


"Mau pesen?"tanya Dzifa.


Lutfi hanya diam memperhatikan Arya dan dzifa ada sedikit pertanyaan di benaknya mengapa Dzifa malah bertanya hal yang tak sesuai dengan apa yang di jawab oleh Arya tadi.


"lemon tea aja sama apa lah gw laper!"jawabnya


Dzifa pun melirik ke arah Lutfi.Lutfi paham kalo Dzifa menyuruhnya memesan sesuatu untuk Arya.ia pun menurutinya.


"Dzifa,gimana soal permintaan gw!"tanyanya


"Itu udah gw urus!"jawab Dzifa.


"Dzif,lo udah nikah?"tanya Arya pada Dzifa,Dzifa yang di beri pertanyaan tersebut merasa tersentak atas apa yang di pertanyakan nya


"Ya.dan sekarang lo jelasin di sidang siapa lo!"ucap Dzifa.Arya pun menceritakan semuanya pada Dzifa


"Ya udah nanti gw bantu soal masalah kerjaan,tapi lain dan lainnya gw gak bisa bantu.satu lagi ikhlasin semuanya Lo tau kan buah dari ikhlas dan kesabaran adalah pahala dan kebahagiaan.Berjuanglah niscaya lo bakal memetik atas apa yang lo taman."ucap Dzifa.


"Ya thank Dzif."


Lutfi pun menghampiri mereka karena sertinya Arya yang sudah selesai bercerita.


"Khem"deheman Lutfi


"Mana makanannya?"tanya Dzifa


"Nih"Ucapnya sambil memberikan bungkusan makanan."maaf resto nya mau tutup jadi gw bungkus"


"Oh,ya udah makasih tapi..."


"Gak usah di pikirin,besok pulang sekolah lo ke toko ya gw tunggu."ucap Lutfi


"Iya,makasih Fi"ucap Arya.


"Lo pulang naik apa?"tanya Dzifa


"gw bisa nyari angkot"ucap Arya.


"Kalo lo mau di apartemen ada motor gw,gw udah gak pernah pake tuh motor,itu juga kalo lo mau"Ucap Lutfi


Arya melihat ke arah Dzifa dan Dzifa menganggukkan kepalanya.


"Fi,gw...."Arya tak melanjutkan ucapannya karena terpotong oleh ucapan Dzifa


"Gak usah banyak ngomong dan banyak mikir"Ucap Dzifa


"Kita gak bisa bantu banyak,hanya itu aja mudah-mudahan bisa meringakan beban lo"ucap Lutfi


"Makasih banyak"ucapnya sambil menitihkan air matanya


"Udah gak usah melow.Minggu depan ada balapan dan hadiahnya lumayan gede kalo lo mau lo ikutan soal motor gw bakal bantu injemin ke bang kris,kemarin gw ketemu bang kris di toko katanya dia bakal ada di sini lmyan lama"Ucap Dzifa


"Lo atur aja Dzif."ucap Arya.


Merekapun pergi dari restoran tersebut karena restoran tersebut akan segera tutup.


☺☺☺


"Makasih!"ucap Dzifa pada Lutfi setelah mereka membersihkan diri dan duduk di kasur.


"Semuanya!"


"Gak usah bilang makasih,gw gak ngelakuin apa-apa!"


"Makasih udah bantuin Arya!"


"Itu kewajiban kita sebagai sesama manusia.karena kita gak mungkin bisa berdiri seperti sekarang kalo bukan ada orang yang membantu kita maka dari itu kita harus sering-sering membatu orang siapapun itu selagi kita mampu untuk membantunya.kita kan gak tau besok atau lusa kita bukan kaya gimana?maka dari itu sebisa mungkin selagi kita mampu membantu sodara-sodara kita maka kita harus bantu mereka semaksimal mungkin dan kita gak boleh mengharapkan imbalan,biarlah Alloh yang membalas apa yang kita lakukan"Jelas Lutfi.


"Terhitung sedekah kah?"


"Iya.sedekah itu memberi sesuatu dengan suka rela dan ikhlas.dengan bersedekah kita akan mendapatkan banyak ke untungan seperti akan di ampuni dosa,di beri naungan pada hari akhir,memberi keberkahan pada harta,Alloh juga akan melipat gandakan pahala bagi orang yang bersedekah,bukan hanya itu Alloh menjanjikan banyak keuntungan dari bersedekah maka dari itu penting sekali bersedekah meski hanya dengan senyuman.utamanya untuk kita untuk membersihkan harta karena setiap apa yang kita dapatkan di dalamnya ada hak orang lain."Jelas Lutfi


"Lalu???"


"Mau di jelasin sampe kapan"


"Sampe besok juga boleh!"Ucap Dzifa.Lutfi hanya tersenyum mendengar itu.


"Besok gw jelasin semuanya,sekarang gw capek!"Ucap Lutfi


"oke"Ucap Dzifa sambil meraih selimutnya.


"Besok anter ke mall ya beli max up,udah pada abis,sama beli sepatu!"Ucap Dzifa


"Iya,sama apa lagi!"


"hemmmm,tas sama beberapa hijab"ucap Dzifa


"Lo mau berhijab?"


"Mungkin!"


"Ya udah besok gw beliin semuanya yang lo mau!"


"Termasuk game baru!"


"Iya"Ucapan ya


"Makin cinta deh"ucap Dzifa keceplosan.


"Apa?"tanya Lutfi tak percaya atas apa yang ia dengar.


"Udah tidur!"ucap Dzifa.


"Ulangi sekali lagi"ucap Lutfi yang sudah duduk di hadapan Dzifa yang tengah terlentang.


"Udah cepetan tidur"Ucap Dzifa yang pipinya sudah merona karena malu.Lutfi pun mengalah.


"Dzifa boleh gw peluk lo"Ucap Lutfi,Dzifa pun mengangguk di tariklah tubuh Dzifa kepelukan Lutfi.


"Makasih"Bisik Lutfi sambil mengecup kening Dzifa


"Jangan macem-macem!"Ucap Dzifa dengan detak jantung yang sudah tak karuan.


"Satu macem"


"Apa?"


"Tidur"


"Jangan Aneh-aneh!"


"Aku gak bakalan maksa Dzifa!"


"Bohong!"


"Tidur,udah malem besok sekolah!"


Dzifa dan Lutfi pun tertidur dengan saling berpelukan