
"Kenapa Arda Akhir-akhir ini berubah?"
"Bomat yang penting uang shoping lancar"Ucap Alexa..
☺☺☺
Setelah pertemuan dengan Umi Santi dan Ibu Laras,Dzifa dan Lutfi terus saja memikirkan tawaran dari ke 2 ibu tersebut.
"Coba jelasin apa yang ada di pikiran lo?"tanya Dzifa saat mereka sedang ada di dalam ruangan di lantai atas toko L'FASHION.
"Gimana carana nambah penghasilan?"
"Bukan itu?"Dzifa mendecah kesal.
"Apa?"
"Soal tadi?"
"Oh"
Dzifa melongo atas jawaban yang di lontarkan Lutfi.Niat gak sih dia bisnis?.
"Ko cuma oh?"
"Terus harus jawab apa donk?
""Niat bisnis gak sih?"ucapnya kesal
"Jangan ngegas donk?"ucapnya datar
"Haist Nyebelin baget sih lu?"Ucapnya sambil melempar bungkusan baju baru ke arah Lutfi.
"Otak gw belum konek Fa?"
"Konekin donk?"Ucapnya sambil memanyunkan bibirnya beberapa senti
Lutfi mengalihkan pandangannya ke arah Dzifa"Dzifa dengerin ya,Kita harus mengambil keputusan secara baik,baik untuk sekarang dan kedepannya,kita gak bisa ngambil keputusan tergesa-gesa karena itu akan berujung tak baik kedepannya,jujur gw gak nolak tawaran itu,tapi penjualan itu kadang rame kadang sepi,kalo sepi gimana?kita harus mikir kesana,dan lagi kita lagi di hadapkan dengan persoalan pembelian rumah,toko sebelah,perenopasian dan tambahan modal,toko sebelah sih oke udah beres itu udah jadi milik kita tapi rumah kita belum menerima keputusan berapa harga yang di sepakati.kita harus wanti-wanti bisa aja harga penjual itu lewat dari ekspektasi kita."jelas Lutfi
Dzifa merenung benar apa kata Lutfi ia harus berpikir matang,berpikir yang terbaik karena toko ini adalah tabungan masa depan Rumah tangga nya bersama Lutfi.
"Terus?"
"Ya sabar,aku udah chat Abi menanyakan perihal rumah yang kemarin kita lihat,Rumah yang gak terlalu jauh dan dekat dari keluarga kita,aku nanyain berapa jatuh harganya,kata Abi ntar Abi akan hubungi lagi,jadi kamu sabar ya?"
"Hemmm,lo gak kesambet kan?"tanyanya
Lutfi yang dapat pertanyaan itu mengerutkan dahinya,kenapa malah pertanyaan tak berbobot itu yang keluar dari mulut Dzifa
"Apaan?"
"Gak kesambet kan lo?"
"Ya enggak lah"Elak Lutfi
"Coba ulangi apa yang lo ucapin tadi?"
"Ogah,Gw gak mau author ngetik dua kali"Jawab Lutfi
"Ngapa Author di bawa-bawa?"Ucap Dzifa menyeringai bingung
"Kan dia yang ngetik?"
"Haist,Oke jelasin kenapa ko tumben jadi Aku Kamu?"
"Oh itu,mulutnya gak pake filter"
"Serius Fi"Ucap Dzifa kesal karena merasa seperti di permainkan oleh Lutfi sedari tadi.
"Serius aku juga?"
"Nyebelin ikh.Eh ia nanti pulangnya jangan malem ya,kita belanja isi kulkas dan temen-temen nya udah pada Abis?"
"Oke"Ucap Lutfi.
Mereka pun kembali ke kesibukan nya masing-masing yaitu memasang bandrol di setiap kaos,kemeja dan celana yang baru saja datang.
☺☺☺
"Jeng,gimana kalo kita ajak Suami² kita makan bersama sekarang,kita ceritakan Rencana kita untuk membantu anak-anak?"Ucap Umi Santi.
"Iya ya,ya udah aku tlp dulu Suami ku"Ucap Ibu Laras,sambil membuka tas nya mengambil hp untuk menelpon suaminya.
Mereka pun sama - sama menelpon suaminya untuk makan bersama sambil menjelaskan rencana mereka membantu anak-anaknya.
☺☺☺
Setelah sampai di salah satu supermarket.Lutfi langsung mengambil troly dan mengekori Dzifa kemanapun,mereka membeli berbagai macan keperluan mereka di mulai dari perlengkapan mandi, Sabun Cuci,dan berbagai macan makanan seperti cemilan,sayuran,dan Daging.
"Oke"Jawab Dzifa sambil mengekori Lutfi.
Lutfi sangat antusias klo di hadapkan dengan shoping bahan makanan ia sangat suka masak,dan juga bila ia di ajak belanja ia senang karena bisa belanja buah Jeruk sesuka hatinya.
"Fi jangan Banyak-banyak,harganya lagi tinggi"Ucap Dzifa menghentikan aksi Lutfi yang tengah memindahkan beberapa kantung jeruk ke dalam troly.
"Gak papa lah Fa,toh buat di makan,bukan buat di pajang"
"Jangan boros-boros lah."
"Bomat ah."Jawabnya tanpa menghiraukan ucapan Dzifa."Cepet pilih buah yang lain?"titah Dzifa
"Udah itu aja,gak usah beli buah lain"
"Fa,kenapa beli cemilan bejibun gak di pikir dulu,klo beli buah banyak di protes"
"Ya kan cemilan.....ah udah terserah lo deh"Jawab Dzifa belibet.
"kenapa?"
"Enggak"
"Hahaha,Udah ah mending tuh pilih mau melon apa semangka,biar gw yang pilih Apel sama mangga.kan lu gak mau ribet"Sindir Lutfi
"Oke siap bro?"
"Sejak kapan lo doyan shoping?"ucap Ais dari sebelah Dzifa saat melihat Dzifa tengah memilih semangka.
"Astaga,Elu is,Ngagetin aja"Ucap Dzifa
"Hahaha,ngapain lu?"
"Lu buta?"
"Gw nanya Ege?"
"Lu bisa liat apa kagak?"
"Sejak kapan lu suka shoping"
"Sejak sejak hari ini"
"Serius?"tanyanya tak percaya,karena Dzifa paling anti belanja ke mall,alias menghabiskan waktu di mall,kecuali ada film action dan game terbaru baru lah dia akan mau ke mall.
"udah belum?"tanya Lutfi tanpa melihat kalo ada Ais di sebelah Dzifa.
"Lu bareng Lutfi?"
"Hem"
"Gila perubahan yang cukup signifikan!"ucap Dzifa takjup atas kelakuan sahabatnya itu.
"Siapa nih yang nganter siapa?"
"DIA"ucap Dzifa dan Lutfi berbarengan sambil saling tunjuk.
Ais memainkan Alis nya atas pengakuan ke sahabatnya itu.
"Apa?"tanya Dzifa pada Ais
"Gw yang anter Dzifa belanja"
"Belanja apa aja?"Ucap Ais yang penasaran akan isi troly temannya itu.
"Sejak kapan lu suka jeruk dan Apa nih?"Saat melihat ada satu book celana dalam cowok
"Itu yang Lutfi,ntar di pisahin di kassa!"Ucapnya setelah menetralkan keterkejutannya
"Oh,Gw tinggal dulu ya,mau ngusulin Emak gw dulu!"
"Ya udah By"Ucap Dzifa sambil melambaikan tangannya.
"Ada yang aneh deh sama si Dzifa,dan perubahannya drastis banget.apa ada yang dia sembunyiin ya.Aisyah Mutmainah sejak kapan lo urusin urusan orang?"ucap ais dalam hati.
"Selamet selamet"jawabnya "Kemana aja sih lo?"tanya Dzifa saat ia di hampiri Lutfi
"Netralin ke kagetan gw"
"Heh emangnya gw gak kaget,Kurang Asem lo"
"Hahaha sorry,gw bawa dulu Anggur kesukaan lo ke sana,Sama nih blue berry buat nanti di jus di rumah"Ucapnya sambil memperlihatkan apa yang ia bawa.membuat Dzifa berbinar-binar bahagia
"Wah thank ini kesukaan gw banget"Ucapnya.
"Ya udah yuk balik!"